VISI:

Membangun sinergi  keilmuan dan keagamaan untuk meraih Program Studi Agama Islam yang bermutu tingkat nasional tahun 2020 yang dapat mencetak tenaga pendidik Agama Islam sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat lokal dan nasional.

MISI:

  1. Menyelenggarakan pendidikan Agama Islam berbasis kurikulum yang integratif, memadukan tradisi keilmuan dan keagamaan sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan profesional, sosial, dan berkepribadian Islam.
  2. Menyelenggarakan program pembelajaran yang bermutu guna mencetak lulusan yang berkualifikasi, dan profesionalisme tenaga pendidik dan kependidikan Pendidikan Agama Islam.
  3. Memberikan pelayanan akademik dan non akademik yang bermutu kepada seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam.
  4. Mengimplementasikan sistem penjaminan mutu prodi untuk menjamin kualitas akademik dan non akademik.
  5. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas dan kinerja Program Studi Pendidikan Agama Islam.
  6. Berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat dalam bidang pendidikan Agama Islam dengan meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  7. Melaksanakan tata kelola program studi secara demokratis, transparant, dan akuntabel.

 

TUJUAN PENYELENGGARAAN PRODI PAI

  1. Menyiapkan guru Pendidikan Agama Islam yang berkepribadian muslim serta memiliki kompetensi akademik, pedagogik, sosial, dan profesional, yang akan bekerja di lingkungan sekolah, madrasah, dan lembaga pendidikan dan pelatihan.
  2. Menyiapkan tenaga pendidik PAI yang memiliki landasan dan wawasan keilmuan yang kuat sehingga mampu melaksanakan tugas sebagai guru PAI di sekolah atau madrasah yang menguasai bidang keahliannya.
  3. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan kependidikan Islam dalam rangka memajukan Islam dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia.
  4. Mengembangkan pendidikan Islam untuk  mewujudkan masyarakat utama, adil dan makmur yang diridloi Allah SWT.

 

PROFIL LULUSAN PRODI PAI

  1. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah menengah dan madrasah
  2. Tenaga non kependidikan pada satuan pendidikan keislaman
  3. Peneliti masalah pendidikan dan pendidikan keislaman
  4. Kepala sekolah satuan pendidikan keislaman
  5. Pengawas pendidikan
  6. Guru TPQ, TPA

 

KOMPETENSI LULUSAN

  1. Memiliki kesadaran sebagai warganegara Indonesia berdasarkan Pancasila yang ditunjukkan dalam perilaku menjalankan  hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam menjunjung negara kesatuan RI.
  2. Menguasai ilmu kependidikan dan wawasan kebijakan pendidikan agama Islam di Indonesia untuk pengembangan kependidikan Islam.
  3. Menguasai keilmuan pendidikan agama Islam menyangkut substansi keilmuan Islam meliputi,  Fiqh, Hadits, Ulumul Qur’an, Tafsir, Materi PAI, Qiraatul Kutub, Masail Fiqhiyah, Perbandingan Madzhab, Tarikh Tasyri’, Studi Agama, Studi Tarjamah danmenguasai bahan ajar pendidikan agama Islam, serta pengembangan bahan ajar pendidikan agama Islam pada Madrasah dan Sekolah Menengah. 
  4. Menguasai landasan psikologis peserta didik sebagai dasar pelaksanaan pembelajaraan pendidikan agama Islam serta mampu mengidentifikasi karakteristik peserta didik,
  5. Menguasai keterampilan membimbing dan menggerakkan kegiatan keagamaan Islam pada jalur pendidikan formal dan non-formal.
  6. Menguasai pengelolaan satuan pendidikan Islam menyangkut kemampuan merencanakan program pendidikan Islam, mengorganisir komponen satuan pendidikan Islam, melaksanakan program pendidikan Islam, melakukan supervisi, monitoring dan evaluasi program pendidikan Islam, serta mengembangkan inovasi-inovasi program dan bentuk penyelenggaraan pendidikan Islam.
  7. Memiliki kepedulian dalam mengembangkan pendidikan Islam untuk  mewujudkan masyarakat utama, adil dan makmur yang diridloi Allah SWT.

Sejarah Berdirinya Prodi PAI

Program Studi Pendidikan Agama Islam berdiri sejak tahun 1984, berarti prodi ini merupakan program studi tertua di UMSIDA sekaligus menjadi embrio dari berdrinya Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Di awal perkembangannya prodi ini merupakan kelas jauh dari Fakultas Agama Islam UMM (Universitas Muhammadiyah Malang). Pogram kelas jauh yang ditempelkan di satu perguruan tinggi yang sudah mapan merupakan salah satu strategi untuk mempersiapkan embrio bagi lahirnya perguruan tinggi baru. Berdirinya prodi ini merupakan prakarsa para anggota Majlis Dikdasmen PD Muhammadiyah Sidoarjo, pihak yang berjasa melahirkan perguruan tinggi ini adalah Drs. HMK Agus Salim (saat itu sebagai Sekretaris PDM Sidoarjo), dan Drs. Achmad Jainuri (dosen IAIN Sunan Ampel) yang kemudian menjabat Ketua STIT Muhammadiyah Sidoarjo yang pertama. 

 Mahasiswa Angkatan pertama tahun 1984 berjumlah 83 orang, namun dalam perjalanannya berguguran satu demi satu karena ketentuan akademik yang cukup ketat dan rumit. Setiap mahasiswa harus lulus dalam rangkaian ujian negara cicilan (UNC) sebanyak 20 MU yang kemudian diciutkan menjadi 12 mata ujian. Namun sebelum menempuh UNC mereka harus melewati ujian kompetensi bahasa asing, yang terdiri dari Bahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk tingkatan Elementary dan Intermediate. Kedua ujian bahasa asing tersebut diselenggarakan di IAIN Sunan Ampel. Saat ini kewajiban UNC tidak digunakan lagi sejak ditetapkannya program akreditasi perguruan tinggi oleh BAN-PT. STIT Muhammadiyah Sidoarjo di tahun 1989 berstatus ‘terdaftar’, selanjutnya di tahun 1993 menerima status ‘diakui’. Sedangkan peringkat akreditasi ‘B’ dari BAN PT di tahun 2003 untuk Program Studi PAI. Peringkat akreditasi terakhir di tahun 2013 masih mendapat tingkatan yang sama, namun perbaikan mutu akademik dan pelayanan terus diupayakan untuk mencapai peringkat akeditasi yang lebih baik lagi pada periode berikutnya.

 Perbaikan mutu itu pertama dilakukan dengan membenahi kurikulum yang sesuai dengan perkembangan tuntutan masyarakat. Prodi PAI berupaya mencetak para sarjana yang dapat terjun langsung di masyarakat mengamalkan ilmu dan kompetensinya. Program perkuliahan di Fakultas Agama Islam tidak saja membangun kemampuan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan softskill yang memadai, sehingga mahasiswa memiliki kecakapan hidup yang dibutuhkan di masa depan bagi perkembangan pribadi mereka. Kedua dengan meningkatkan kualifikasi dosen. Dosen-dosen Prodi PAI yang seluruhnya berpengalaman sedang menyelesaikan program pendidikan doktoral untuk berbagai bidang keilmuan. Dengan kualifikasi keilmuan yang tinggi prodi PAI siap mengantarkan mahasiswa menjadi calon-calon pendidik profesional yang siap menjadi guru-guru PAI yang handal di sekolah atau madrasah.

 Prodi PAI meluluskan sarjana pertama kali di tahun 1991 dengan jumlah wisudawan 11 orang. Sampai saat ini prodi yang menjadi embrio UMSIDA ini telah meluluskan lebih dari 800 orang sarjana yang telah berkiprah di hampir seluruh kabupaten di Jawa Timur, bahkan ada yang berkarir di Sorong (Papua Barat) Kalimantan Selatan, dan Atambua (Timor, NTT). Sebagian besar guru PAI yang mengajar di sekolah-sekolah se Kabupaten Sidoarjo dan sebagian guru PAI Kabupaten Pasuruan merupakan alumni PAI UMSIDA. Walaupun begitu prodi pionir ini tidak berhenti berkiprah, dan akan terus menyumbangkan tenaganya mengantarkan masyarakat Sidoarjo agar menjadi insan yang cerdas, berilmu dan berakhlak mulia.