PROFIL PRODI AL-AHWALUS SYAHSIYAH

FAKULTAS AGAMA ISLAM (FAI) UMSIDA

 

  1. Visi Prodi

Menjadi prodi al-akhwalus asy-syahsiyah bermutu tingkat nasional tahun 2020

 

  1. Misi Prodi

-       Menyelenggarakan pendidikan al-ahwalus syahsiyah berbasis kurikulum yang integratif, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan profesional dan sosial di bidang peradilan agama.

-       Memberikan pelayanan akademik dan non akademik yang bermutu kepada seluruh mahasiswa al-akhwalus syahsiyah

-       Mengimplementasikan penjaminan mutu internal yang meliputi kualitas akademik dan non akademik

-       Berperan aktif dalam menyeleseikan permasalahan masyarakat dalam bidang al-ahwalus syahsiyah dengan meningkatkan mutu serta relevansi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

-       Melaksanakan tata kelola prodi al-ahwalus syahsiyah secara demokratis, transparan dan akuntabel.

 

  1. Tujuan Penyelenggaraan Prodi

-       Menyiapkan tenaga peradilan agama yang memiliki kompetensi dan kualifikasi mutu akademik dan non akademik

-       Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat

-       Mengembangkan peradilan agama untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

-       Menyiapkan konsultan keluarga sakinah yang mampu memberikan bimbingan pada keluarga.

 

  1. Komptensi Lulusan

-       Menjadi Hakim Peradilan Agama.  Untuk kompeten sebagai hakim peradilan agama diperlukan kemampuan menggali dan menerapkan hukum Islam dan hukum positif Indonesia.

-       Menjadi Advokat. Untuk menjadi advokat diperlukan kemampuan dalam memberikan bantuan hukum di luar maupun di dalam persidangan pada semua lembaga peradilan.

-       Menjadi Pengulu atau Pegawai Pencatat Nikah. Untuk  menjadi pengulu diperlukan penguasaan terhadap hukum prosedur pelaksanaan dan administrasi pernikahan, baik hukum Islam maupun hukum umum.

-       Menjadi Administrator Lembaga Peradilan. Untuk kompetensi ini diperlukan kemampuan mengelola administrasi yang ada pada semua peradilan di Indonesia.

-       Menjadi konsultan Keluarga Sakinah. Kompetensi ini diperlukan kemampuan komunikasi  dakwah dan pemahaman keilmuan keluarga sakinah.

-       Menjadi tenaga ahli di bidang hisab dan rukyah yang handal dan profesional.