Fakultas Tarbiyah Dan Muamalah Umsida Jalin Kerja Sama Dengan Universitas Luar Negeri – FTM

January 27, 2018/ Berita

 

Umsida kembali melebarkan sayapnya ke kancah internasional. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Muamalah Dr Istikomah M Ag beserta Kaprodi Pendidikan Guru madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Nurdyansyah, Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Imam Fauzi, Lc M Pd serta Dosen Pendidikan Bahasa Inggris  Dr Wahyu Taufiq menjadi pembicara dalam seminar Antar Bangsa Islam Dan Pemerkarsaan Pendidikan Di Nusantara  yang diadakan di Universitas Sultan Zainal Abidin, Malaysia.

Acara tersebut diselenggarakan guna merealisasikan program kerjasama antara Universitas Sultan Zainal Abidin (UniSZA) dengan Umsida dalam bentuk international Seminar, Student Exchange, Join Research, Lecture Exchage dan guide Examination. Dalam acara tersebut, para delegasi dari Umsida membawakan materi yang sangat menarik. Menjadi pembicara pertama, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Muamalah, Dr Istikomah M Ag membahas tentang Homeschooling Effectiveness in planting Islamic value children. “ Dengan keberagaman lembaga pendidikan, hadirnya Lembaga Pendidikan Homescooling  menjadi salah satu angin segar bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia sebagai alternative jawaban bagi keresahan orangtua yang tidak puas dengan pendidikan formal,” ujar Istikomah.

Selanjutnya, dalam acara tersebut Nurdyansyah memaparkan materi tentang Teaching Media Design Innovation Using Computer Application With Scientific Approach dan dilanjutkan oleh Imam Fauzi, Lc M Pd dengan materi tentang I’rab Nahwu Dan Pengaruhnya Dalam Perbedaan Pendapat Ulama’. Acara yang berlangsung hangat tersebut selanjutnya diisi oleh Dr Noor hafizi bin Yusof Ketua Pusat Pengajian Al – quran dan Al sunnah dari UniSZA  dengan tema Ketokohan Iman Al Tabarii dan kepakarannya dalam Bidang Al- Quraan dan Qiraat yang kemudian diisi oleh Dr Wahyu Taufiq dari Umsida dengan tema The Effect Of Word Webbing For Teaching Writing

Di Akhir sesi ketua  Pusat Pengajian Syarah dari UniSZA Hasanuldin bin Mohd memaparkan tentang Penjelasan Manuskrip  Sastra Kitab Di Perpustakaan Negara Malaysia Berdasarkan Disiplin Ilmu Islam. Lebih lanjut,Dekan Fakulti Pengajian Kontemporari Islam UniSZA tak lupa mengingatkan tentang  pentingnya mahasiswa diberi pencerahan ilmu melalui sumbernya yakni Al- Quran mengingat dampak perkembangan teknologi saat ini menyebabkan banyak  culture dan budaya islam yang bergeser bahkan hilang. Maka integrasi sains dan agama menjadi salah satu solusi bagi hal tersebut. Sehingga setiap perkuliahan ilmu umum harus berdasar pada dalil naqli Al- Quran sebagai sumber semua ilmu.

Melalui acara tersebut ia juga menyampaikan rasa senangnya terhadap kerjasama antara Indonesia dan Malaysia ini, “Sebab Indonesia dan Malaysia sama sama berasal dari satu rumpun Melayu dan di UniSZA program studi agama sangat diminati oleh mahasiswa. jadi fakulti pengajian kontemporari islam menjadi fakultas favorit di UniSZA,” ujarnya. (Real)

Related Post

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *