Fai.umsida.ac.id – Suasana penuh khusyuk menyelimuti Masjid Al Mahdi Perumtas 3 Grabagan, Tulangan, saat Dr. Dzulfikar Akbar Romadlon memimpin salat Isya dan Tarawih, sekaligus memberikan kultum bertema tauhid pada Sabtu (21/02/2026).
Baca Juga: 3 Tingkatan Puasa, Ternyata Bukan Sekadar Hanya Menahan Lapar
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan jamaah di bulan Ramadhan.
Rangkaian ibadah malam tersebut semakin bermakna dengan kultum yang mengangkat tema “Hakikat Tauhid sebagai Asal dari Tawakal – Seri Ihya’ Ulumuddin”, yang membahas kedalaman makna tauhid dan kaitannya dengan sikap tawakal. Dr. Dzulfikar menjelaskan bahwa tawakal tidak hanya sekadar ucapan, melainkan sebuah kondisi hati yang sepenuhnya bergantung kepada Allah SWT.
Takwa Melahirkan Tawakal
Mengawali ceramahnya, Dr. Dzulfikar membacakan Surat At-Talaq ayat 3, yang menekankan pentingnya takwa kepada Allah. Ia menjelaskan, “Takwa menimbulkan kedekatan dengan Allah. Kedekatan itu melahirkan sikap tawakal, yaitu kondisi hati yang hanya bergantung kepada Allah semata.” Menurutnya, tawakal sejati terletak pada keyakinan bahwa segala urusan kita sepenuhnya diserahkan kepada Allah SWT.
Tingkatan Tauhid Menurut Imam Al-Ghazali
Dalam kesempatan itu, Dr. Dzulfikar juga mengutip pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, yang menjelaskan bahwa tauhid dan tawakal adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Ia memaparkan tiga tingkatan tauhid yang sangat menarik untuk direnungkan.
- Tauhid Model Orang Munafik – Ibarat kulit kacang yang paling luar, tauhid hanya ada di lisan, namun hati mengingkari.
- Tauhid Kulit Dalam – Keyakinan yang benar-benar diyakini tanpa keraguan, di mana ucapan dan hati selaras.
- Tauhid Pada Biji – Di tingkatan ini, seseorang menyadari bahwa Allah SWT adalah aktor di balik seluruh kejadian dan penggerak alam semesta.
Penjelasan ini membuat jamaah semakin paham bahwa tauhid bukan sekadar keyakinan teoretis, tetapi kesadaran mendalam bahwa segala sesuatu berada dalam kehendak dan kuasa Allah SWT.
Menghidupkan Ramadhan dengan Ilmu dan Keimanan
Kegiatan salat Isya dan Tarawih yang dilengkapi dengan kultum ini merupakan bagian dari upaya Takmir Masjid Al Mahdi Muhammadiyah untuk menghidupkan nilai-nilai keimanan di bulan Ramadhan. Selain melaksanakan ibadah ritual, jamaah juga memperoleh pemahaman akidah yang lebih mendalam.
Dengan tema tauhid dan tawakal, diharapkan setiap jamaah dapat memperbaiki kualitas keimanan, membersihkan hati dari ketergantungan kepada selain Allah, serta meneguhkan sikap berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. “Semoga semua yang hadir menjadi pribadi yang bertauhid dan selalu bertawakal kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas sehari-hari, serta meraih derajat orang bertakwa di bulan Ramadhan ini,” tutup Dr. Dzulfikar.
Baca Juga: Sering Langsung Makan Besar Saat Berbuka Puasa? Pikirkan Dulu Bahaya Ini
Dengan kegiatan ini, diharapkan jamaah dapat menjalani Ramadhan dengan lebih bermakna, tidak hanya sebagai ibadah fisik, tetapi juga sebagai penguatan rohani dalam menggapai keberkahan dari Allah SWT.
Editor: Akhmad Hasbul Wafi


























