Ramadan dan Pentingnya Memohon Ampunan Allah

Fai.umsida.ac.id- Ramadan menekankan pentingnya memahami makna ampunan Allah sebagai penguatan spiritual bagi mahasiswa dan jamaah agar lebih siap menghadapi hari hisab dengan memperbanyak taubat, istighfar, dan menumbuhkan harapan kepada rahmat Allah SWT.

Baca Juga: Mengapa Ramadan Bisa Membuat Hati Lebih Tenang?

Dosen FAI Umsida , Ainun Nadlif S Ag MPdI menjelaskan makna dan fungsi doa Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni dalam wawancara di lingkungan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), (25/2/26). sebagai penguatan spiritual mahasiswa dan jamaah agar lebih siap menghadapi hari hisab dengan memperbanyak taubat, istighfar, dan harapan kepada ampunan Allah SWT.

Hari Hisab Bukan Hanya Tentang Rasa Takut tetapi Juga Harapan

Dalam wawancara tersebut, Ainun Nadlif menekankan bahwa banyak orang memahami hari hisab hanya dari sisi ketakutannya, padahal ada pelajaran besar tentang kasih sayang Allah yang harus dihadirkan dalam hati seorang muslim.

Ia menggambarkan suasana ketika seorang hamba dihadapkan pada dosa-dosanya di hadapan Allah. Menurutnya, gambaran ini sangat menyentuh karena menunjukkan betapa manusia akan merasa kecil, gemetar, dan takut ketika semua kesalahan diungkap satu per satu.

“Yang membuat kita merinding itu bukan hanya karena dosanya disebutkan, tetapi karena pada saat itu hamba benar-benar sadar tidak ada yang bisa disembunyikan dari Allah,” ujarnya.

Ainun menjelaskan, dalam gambaran tersebut ada hamba yang tidak dipertontonkan di hadapan seluruh manusia. Ia dihisab secara khusus, dengan tabir antara dirinya dan Allah. Lalu Allah memperlihatkan dosa-dosanya hingga hamba itu merasa dirinya akan binasa.

Namun di titik itulah, lanjutnya, muncul sisi rahmat Allah yang luar biasa. Setelah hamba itu mengakui dosa-dosanya, Allah mengampuninya. Pesan ini penting agar umat Islam tidak jatuh pada dua sikap ekstrem, yakni merasa aman dari dosa atau justru putus asa dari rahmat Allah.

“Rasa takut itu perlu, supaya kita tidak meremehkan dosa. Tapi rasa takut harus dibimbing oleh harapan. Kalau hanya takut tanpa harap, orang bisa putus asa. Padahal Allah membuka pintu ampunan,” kata dosen FAI Umsida tersebut.

Penjelasan ini sekaligus menguatkan pesan bahwa Ramadan bukan hanya bulan memperbanyak ibadah ritual, tetapi juga bulan muhasabah. Seorang muslim tidak cukup hanya menambah aktivitas ibadah, tetapi perlu mengevaluasi diri, memperbaiki lisan, sikap, dan hubungan dengan Allah maupun sesama manusia.

Doa sebagai Inti Permohonan Ampunan

Menurut Ainun Nadlif, salah satu doa yang sangat tepat dibaca saat Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil, adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Sayyidah Aisyah RA:

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni
(Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan maka maafkanlah aku)

Ia menjelaskan bahwa doa ini sangat singkat, tetapi kandungannya sangat dalam. Kata kunci utamanya adalah ‘afuwwun, yang tidak sekadar bermakna memberi maaf, melainkan menghapus bekas kesalahan.

“Ini yang sering tidak kita sadari. Kita kadang hanya meminta ampun, tetapi doa ini mengajarkan sesuatu yang lebih dalam, yaitu memohon agar Allah benar-benar menghapus dosa kita,” jelasnya.

Ainun menambahkan, doa tersebut juga menunjukkan adab seorang hamba ketika berdoa. Sebelum meminta, seorang hamba terlebih dahulu memuji Allah dengan menyebut sifat-Nya. Dalam hal ini, Allah disebut sebagai Dzat Yang Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan.

Struktur doa ini, lanjutnya, mengajarkan bahwa permohonan ampun tidak cukup diucapkan sebagai rutinitas lisan. Seorang muslim harus hadir dengan kesadaran bahwa dirinya lemah, banyak salah, dan sangat membutuhkan rahmat Allah.

“Doa ini melatih kerendahan hati. Kita sedang mengakui bahwa kita tidak bersih. Kita sedang mengakui bahwa kalau bukan karena ampunan Allah, kita tidak punya apa-apa untuk dibanggakan,” ungkapnya.

Bagi Ainun, inilah alasan mengapa doa tersebut sangat relevan untuk mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika. Dalam dunia akademik, seseorang mudah terjebak pada capaian, prestasi, dan kesibukan. Padahal, kedewasaan spiritual juga ditentukan oleh kemampuan untuk bermuhasabah dan kembali kepada Allah.

Relevansi  Kehidupan Sehari Hari

Ainun Nadlif juga menyoroti bahwa doa Allahumma innaka ‘afuwwun tidak seharusnya dibatasi hanya pada malam Lailatul Qadar. Meski doa ini sangat dianjurkan pada momen tersebut, ia menilai umat Islam perlu menjadikannya sebagai dzikir dan doa harian.

Menurutnya, kehidupan modern membuat manusia mudah lalai. Banyak dosa yang dianggap kecil, seperti ucapan yang menyakiti, menunda kewajiban, meremehkan amanah, atau sikap sombong yang tidak disadari. Karena itu, doa ini penting dibaca berulang agar hati tetap lembut dan sadar.

“Kadang kita merasa baik-baik saja karena tidak melakukan dosa besar. Padahal ada banyak hal kecil yang kalau dibiarkan menumpuk akan mengeraskan hati. Doa ini membantu kita menjaga kepekaan,” ujarnya.

Ia mengajak civitas FAI Umsida untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum pembentukan karakter ruhani, bukan sekadar target ibadah kuantitatif. Mahasiswa, menurutnya, perlu didorong agar tidak hanya rajin mengikuti kajian, tetapi juga membiasakan taubat, menjaga adab digital, menjaga lisan, dan memperbaiki niat belajar.

Ainun menegaskan bahwa inti dari doa tersebut adalah keseimbangan antara kesadaran dosa dan optimisme terhadap rahmat Allah. Inilah fondasi penting dalam pendidikan Islam, yaitu membentuk pribadi yang rendah hati, jujur pada diri sendiri, dan terus bertumbuh dalam ketaatan.

“Kalau seseorang paham makna doa ini, dia tidak akan mudah merasa suci. Tapi dia juga tidak akan putus asa. Dia akan terus memperbaiki diri, karena yakin Allah mencintai hamba yang kembali,” tuturnya.

Baca Juga: Puasa Membentuk Takwa dan Kebahagiaan Dunia Akhirat

Melalui penjelasan tersebut, pesan kultum tentang Allahumma innaka ‘afuwwun menjadi semakin relevan sebagai pengingat bahwa keselamatan seorang hamba bukan hanya karena banyaknya amal, tetapi karena rahmat dan ampunan Allah SWT. Bagi FAI Umsida, nilai ini sejalan dengan misi pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak insan cerdas, tetapi juga insan yang bertakwa dan berakhlak.

Berita Terkini

Puasa Membentuk Takwa dan Kebahagiaan Dunia Akhirat
February 24, 2026By
Hakikat Tauhid sebagai Asal dari Tawakal
February 23, 2026By
Inovasi REACH Perkuat Kompetensi Shadow Teacher di Sekolah Inklusi
February 20, 2026By
3 Amalan Ramadan Yang Dapat Meningkatkan Taqwa
February 19, 2026By
Kitab Falak Abad ke-19 Presisi Tentukan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026
February 18, 2026By
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026 Ini Penjelasannya
February 17, 2026By
LKMM TM BEM FAI Umsida 2026 Perkuat Kepemimpinan Kritis Mahasiswa
February 16, 2026By
Dosen FAI Umsida Pimpin Abdimas RisetMu Bimbing Praktik Salat Sesuai HPT
February 15, 2026By

Prestasi

Disiplin dan Manajemen Waktu Mahasiswa FAI Umsida Berbuah Medali Perak Tapak Suci
January 4, 2026By
Dari Kampus ke Arena Yuhsin Amali Buktikan Latihan Konsisten Berbuah Prestasi
January 3, 2026By
Tak Gentar Cedera, Hikmah Sabet Emas di Unesa Pencak Silat Challenge III
December 28, 2025By
Debut di UPSCC III Unesa, Mahasiswa FAI Ini Langsung Sabet Emas
December 27, 2025By
Abdurrasheed Almarruf, Mahasiswa PBA Umsida Raih Medali Perunggu Taekwondo pada Laga Perdana
December 17, 2025By
Angkat Isu Etika Islami, TIM PKM FAI Umsida Raih Juara 3 RSH-2 PIMTANAS PTMA 2025
December 15, 2025By
 2 Mahasiswa FAI Umsida Raih Gold Medal PMAP International Innovation Day 2025 di UniSZA
December 12, 2025By
SMARQ BOARD Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab FAI Umsida Tampil di Pameran LLDIKTI 7
November 30, 2025By

Penelitian

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu Aisyiyah Kenongo Dibekali Literasi Bisnis Syariah dan Teknologi AI
February 10, 2026By
Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By
ghibah
Mahasiswa FAI Umsida Kembangkan Model Pengendalian Ghibah Syar’i untuk Bangun Budaya Etika Islami
October 16, 2025By
Abdimas FAI Umsida Kembangkan PAUD Aisyiyah Wonoayu melalui Model Flipped Classroom
May 6, 2025By
Tim Abdimas FAI Umsida Lakukan Pelatihan Marketing Untuk Memberdayakan Unit Usaha Wakaf Produktif
September 11, 2024By
Bahas Psikologi Belajar, Dosen FAI Umsida Lakukan Abdimas Internasional di Malaysia
September 4, 2024By
Abdimas Internasional di PCIM Malaysia, Dosen Pesya FAI UMSIDA Lakukan Literasi Keuangan Bersama PMI
September 3, 2024By
Para Orang Tua ABK Ikuti Sosialisasi Penelitian Website Theraphy Al-Qur’an Bersama PAI Umsida
September 2, 2024By