Cerita Mahasiswi FAI Jadi Relawan Bramasgana Umsida di Aceh Tamiang

Fai.umsida.ac.id — Kepedulian kemanusiaan membawa mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) turun langsung menjadi relawan dalam misi kebencanaan Bramasgana Umsida di Aceh Tamiang.

Baca Juga: FGT XI Umsida 2026 Jadi Magnet Pelajar Berbakat dari Berbagai Daerah

Salah satu relawan tersebut adalah Putri Hikmiyatil Latifah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 5 yang turut mengambil peran aktif dalam tim lapangan, khususnya pada program Sekolah Darurat untuk mendampingi anak-anak terdampak bencana.

Putri bukan sosok baru dalam aktivitas organisasi dan pengabdian. Di lingkungan kampus, ia aktif di IMM Averroes sebagai Ketua Bidang Immawati, serta mengemban amanah di Tapak Suci sebagai Bendahara Umum. Sementara di Tim Bramasgana Umsida, Putri dipercaya sebagai Sekretaris sekaligus Bendahara Tim. Dalam misi tersebut, Bramasgana Umsida membagi fokus kerja ke dua lini, yakni Tim Psikososial dan Sekolah Darurat. “Kebetulan juga saya gabung dan fokus pada Sekolah Darurat,” ungkapnya.

Empati Jadi Alasan Utama Turun ke Lokasi Bencana

Bagi Putri, keputusan menjadi relawan bukan sekadar agenda organisasi. Ia menegaskan bahwa motivasi terbesarnya lahir dari dorongan kemanusiaan dan empati. Ketika mendengar kabar dan melihat kondisi yang terjadi di Aceh, muncul panggilan untuk hadir secara nyata, bukan hanya sebatas simpati dari jauh.

“Motivasi terbesar saya datang dari rasa kemanusiaan dan empati. Ketika melihat kabar dan kondisi yang terjadi di Aceh, ada dorongan kuat untuk tidak hanya merasa prihatin, tetapi juga hadir dan membantu secara langsung,” tuturnya.

Dalam pandangan Putri, kehadiran relawan pada situasi bencana memiliki makna yang dalam bagi para penyintas. Baginya, Aceh Tamiang bukan hanya lokasi penugasan, melainkan tempat saudara-saudara sebangsa yang sedang membutuhkan dukungan. “Aceh bagi saya bukan sekadar lokasi bencana, tetapi rumah bagi saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan dan dukungan,” lanjutnya.

Asesmen Kebutuhan dan Sekolah Darurat untuk Pemulihan

Selama misi Bramasgana Umsida di Aceh Tamiang, Putri bersama tim menjalankan program kerja yang berorientasi pada pemulihan psikososial sekaligus penyelenggaraan sekolah darurat. Program ini dimulai sejak hari pertama dengan melakukan asesmen guna memetakan kebutuhan paling mendesak bagi para penyintas.

“Sebagai tim Bramasgana Umsida, kami memiliki beberapa program kerja yang berfokus pada pemulihan psikososial dan penyelenggaraan sekolah darurat. Pada hari pertama, kami melakukan asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan utama para penyintas,” jelasnya.

Setelah asesmen, tim turun langsung ke masyarakat dan menjangkau titik-titik terdampak, termasuk mendatangi sekolah-sekolah yang mengalami dampak. Di lokasi tersebut, tim membantu menghadirkan kegiatan pendampingan sederhana agar anak-anak tetap memiliki ruang belajar, sekaligus memperoleh dukungan emosional agar perlahan kembali pulih.

“Setelah itu, kami turun langsung ke masyarakat, salah satunya dengan mendatangi sekolah-sekolah yang terdampak. Di sana, kami berupaya membantu proses pemulihan, baik secara psikologis maupun melalui kegiatan belajar yang sederhana, agar anak-anak dan warga perlahan bisa kembali merasa aman dan bersemangat,” tambahnya.

Pesan Relawan untuk Sesama dan Penyintas Aceh

Putri menilai misi kemanusiaan tidak selalu diukur dari seberapa besar bantuan yang dibawa, melainkan dari keberanian untuk hadir dan peduli. Baginya, waktu, tenaga, dan langkah kecil yang diberikan dengan tulus bisa menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana.

“Sebuah misi kemanusiaan ini bukan tentang seberapa besar yang kita miliki, tetapi tentang keberanian untuk peduli dan hadir bagi sesama. Setiap langkah kecil, waktu, dan tenaga yang diberikan dengan tulus dapat membawa dampak besar bagi mereka yang sedang membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan langsung kepada saudara-saudara di Aceh yang tengah berjuang dalam situasi sulit. Putri mengajak para penyintas untuk tidak memendam duka sendirian, memberi ruang untuk beristirahat, serta saling menguatkan dalam kebersamaan.

Baca Juga: Usai Juara 1, IMEI Team Umsida Akan Buat Mobil Urban

“Untuk saudara-saudara kami di Aceh, duka yang kalian rasakan adalah luka bersama. Izinkan diri untuk beristirahat, saling menguatkan, dan melangkah perlahan. Jangan memendam semuanya sendiri, karena di sekitar kalian ada banyak tangan dan hati yang ingin membantu. Harapan itu masih ada, dan dari kebersamaan serta doa, kekuatan untuk bangkit akan tumbuh sedikit demi sedikit,” pungkasnya.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Berita Terkini

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu Aisyiyah Kenongo Dibekali Literasi Bisnis Syariah dan Teknologi AI
February 9, 2026By
Rapat Kerja IMM Averroes 2025–2026 Menegaskan Arah dan Program Organisasi
January 19, 2026By
FAI Umsida Lepas 6 Mahasiswa UniSZA di Program Student Mobility
January 17, 2026By
Perkuat Jejaring Antar-PTMA, Ma’had Umar bin Khattab UMSIDA Terima Benchmarking dari UMP
January 16, 2026By
UMSIDA dan UMP Perkuat Sinergi Akademik Melalui Kerja Sama Prodi Pendidikan Bahasa Arab
UMSIDA dan UMP Perkuat Sinergi Akademik Melalui Kerja Sama Prodi Pendidikan Bahasa Arab
January 15, 2026By
Dekan FAI Umsida Mengunjungi UniSZA, Berikan Kuliah Terbuka kepada Mahasiswa Malaysia
January 14, 2026By
RTL HIMA PBA, Bahasa Arab Menyenangkan Bukan Menyeramkan
January 13, 2026By
Mahasiswa FAI Umsida Tiba Aman di UniSZA, Disambut Hangat Pasca Perjalanan Epik dari Juanda
January 12, 2026By

Prestasi

Disiplin dan Manajemen Waktu Mahasiswa FAI Umsida Berbuah Medali Perak Tapak Suci
January 4, 2026By
Dari Kampus ke Arena Yuhsin Amali Buktikan Latihan Konsisten Berbuah Prestasi
January 3, 2026By
Tak Gentar Cedera, Hikmah Sabet Emas di Unesa Pencak Silat Challenge III
December 28, 2025By
Debut di UPSCC III Unesa, Mahasiswa FAI Ini Langsung Sabet Emas
December 27, 2025By
Abdurrasheed Almarruf, Mahasiswa PBA Umsida Raih Medali Perunggu Taekwondo pada Laga Perdana
December 17, 2025By
Angkat Isu Etika Islami, TIM PKM FAI Umsida Raih Juara 3 RSH-2 PIMTANAS PTMA 2025
December 15, 2025By
 2 Mahasiswa FAI Umsida Raih Gold Medal PMAP International Innovation Day 2025 di UniSZA
December 12, 2025By
SMARQ BOARD Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab FAI Umsida Tampil di Pameran LLDIKTI 7
November 30, 2025By

Penelitian

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu Aisyiyah Kenongo Dibekali Literasi Bisnis Syariah dan Teknologi AI
February 9, 2026By
Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By
ghibah
Mahasiswa FAI Umsida Kembangkan Model Pengendalian Ghibah Syar’i untuk Bangun Budaya Etika Islami
October 16, 2025By
Abdimas FAI Umsida Kembangkan PAUD Aisyiyah Wonoayu melalui Model Flipped Classroom
May 6, 2025By
Tim Abdimas FAI Umsida Lakukan Pelatihan Marketing Untuk Memberdayakan Unit Usaha Wakaf Produktif
September 11, 2024By
Bahas Psikologi Belajar, Dosen FAI Umsida Lakukan Abdimas Internasional di Malaysia
September 4, 2024By
Abdimas Internasional di PCIM Malaysia, Dosen Pesya FAI UMSIDA Lakukan Literasi Keuangan Bersama PMI
September 3, 2024By
Para Orang Tua ABK Ikuti Sosialisasi Penelitian Website Theraphy Al-Qur’an Bersama PAI Umsida
September 2, 2024By