Fai.umsida.ac.id — Pada perayaan Milad ke-37 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) yang berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026, universitas memberikan penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun.
Baca Juga: Dosen FAI Umsida Latih Ibu Aisyiyah Sukodono Gunakan Ngaji AI
Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan loyalitas sivitas akademika dalam mendukung kemajuan Umsida. Dua dosen dari Fakultas Agama Islam (FAI) yang menerima penghargaan tersebut adalah Dr Budi Haryanto MPd. dan Dr Istikomah MAg, yang telah berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan ilmu pendidikan Islam di kampus ini.
Dr Budi Haryanto MPd, Pengabdian Panjang dalam Dunia Pendidikan
Dr Budi Haryanto MPd. merupakan salah satu dosen senior di FAI Umsida yang telah mengabdi lebih dari 30 tahun. Dengan latar belakang pendidikan di Universitas Negeri Surabaya untuk jenjang S2 dan Universitas Negeri Malang untuk jenjang S3, Dr Budi memiliki kepakaran di bidang Leadership and Behavior of Educational Organizations.
Sebagai seorang pengajar dan praktisi pendidikan, Dr. Budi tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif dalam penelitian dan penulisan buku yang berfokus pada perilaku organisasi dan kepemimpinan pendidikan Islam. Salah satu bukunya, Buku Ajar Perilaku Organisasi & Kepemimpinan Pendidikan Islam, menjadi referensi utama bagi mahasiswa dan praktisi pendidikan dalam mengelola organisasi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam.
Sebagai dosen, Dr Budi dikenal memiliki komitmen tinggi dalam mendidik mahasiswa untuk menjadi pemimpin yang berintegritas dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penghargaan yang diterimanya adalah pengakuan atas dedikasinya dalam dunia pendidikan dan kontribusinya dalam mencetak generasi penerus yang berkualitas.
“Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk seluruh sivitas akademika yang telah bekerja keras membangun Umsida menjadi lebih baik,” ujar Dr. Budi, yang juga aktif mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi di FAI.
Dr Istikomah MAg, Peran Penting dalam Pengembangan FAI
Sementara itu, Dr Istikomah MAg., dosen senior yang juga menerima penghargaan, memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan FAI. Sebelum digantikan oleh Dekan saat ini, Dr Ida Rindaningsih, Dr Istikomah menjabat sebagai Dekan FAI selama beberapa tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat berdedikasi dan memiliki visi besar untuk mengembangkan fakultas tersebut.
Sebagai seorang akademisi, Dr Istikomah telah mengabdikan lebih dari tiga dekade di dunia pendidikan, dengan fokus pada pengembangan kurikulum dan pembinaan mahasiswa. Keberhasilannya dalam memimpin FAI membuat fakultas ini semakin maju dan dikenal di tingkat regional. Dr. Istikomah juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan akademik, baik di tingkat universitas maupun nasional.
“Saya merasa terhormat atas penghargaan ini, tetapi saya percaya bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh tim di FAI. Penghargaan ini saya dedikasikan untuk semua pihak yang telah membantu membangun FAI hingga sejauh ini,” ungkap Dr. Istikomah, yang juga memiliki reputasi sebagai penulis dan peneliti di bidang pendidikan agama Islam.
Penghargaan Sebagai Motivasi untuk Generasi Selanjutnya
Pemberian penghargaan ini menjadi momen penting bagi sivitas akademika di Umsida untuk merenungkan perjalanan panjang universitas yang telah berkembang pesat sejak berdiri. Penghargaan tersebut tidak hanya dilihat sebagai bentuk apresiasi terhadap individu, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami semua di FAI untuk terus memberikan yang terbaik dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Dr Budi Haryanto menambahkan.
Sementara itu, Dr Istikomah berharap agar generasi mendatang di FAI terus menjaga semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan profesi sebagai dosen, agar dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat.
Baca Juga: Prof Sigit Soal Makna Guru Besar: Ilmu Tanpa Pengabdian akan Tak Bermakna
Perayaan Milad ke-37 Umsida ini bukan hanya seremonial belaka, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan panjang yang telah dilalui oleh Umsida sebagai institusi pendidikan yang terus berkembang. Penghargaan yang diberikan kepada Dr. Budi Haryanto dan Dr. Istikomah, bersama dosen dan tendik lainnya, menjadi bukti komitmen universitas dalam memberikan pengakuan terhadap dedikasi dan pengabdian sivitas akademika.
Momen ini juga mengingatkan kita semua bahwa perjalanan panjang menuju kemajuan tidak pernah lepas dari kerja keras dan pengorbanan. Dengan semangat yang sama, Umsida diharapkan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan Indonesia.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

























