Fai.umsida.ac.id- Sebanyak 5 mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) sukses mendarat di Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Kuala Terengganu, Malaysia, usai pelepasan seremonial Students Mobility pada Sabtu dini hari, 11 Januari 2026.
Kisah perjalanan mereka yang penuh dinamika dari Bandara Juanda hingga sambutan meriah di kampus tuan rumah menjadi sorotan. Program student mobility tahun kelima ini menyatukan kuliah daring tiga bulan dengan tatap muka satu bulan, membuka pintu pengalaman global bagi mahasiswa Gen Z.
Perjalanan Seru 7 Jam: Dari Juanda ke Terengganu
Berkumpul di Bandara Juanda pukul 02.00-04.00 WIB, rombongan check-in pukul 05.30 dan take off pukul 05.00, tiba di Bandara Malaysia pukul 07.30-08.30 waktu lokal (cepat 1 jam dari WIB). mereka langsung dijemput Pakcik Naim staf UniSZA dengan minibus, mereka menempuh 6-7 jam perjalanan setara Surabaya-Yogyakarta, berhenti dua kali di rest area dengan pengeluaran kurang lebih RM50 (Rp200.000, 1 RM ≈ Rp4.000) untuk makan sederhana. Tiba pukul 17.00 saat Maghrib pukul 19.00,
“rombongan kami disambut Bu Mimi dari tim program beserta tim budies (pengarah) mahasiswa UniSZA, lalu check-in asrama terpisah gender”, ujar Abu, salah satu peserta.
Sambutan Dekan dan Tur Kampus Pagi Ini
Pagi ini pukul 09.00, acara penyambutan di ruang rapat Fakulti Kontempori Islam (setara FAI) diramaikan sambutan dekan, dosen senior, penyerahan cenderamata, serta tur keliling Kampus UniSZA, mulai dari perpustakaan dan ruang kuliah bersama para budies UniSZA. Kuliah perdana menanti Rabu dan Ahad setelah istirahat. Pengalaman ini melengkapi persiapan ketat mereka: tes bahasa Arab, wawancara, dan briefing dari Dekan FAI Dr Ida Rindaningsi MPd yang menyebutnya “kesempatan emas lintas budaya”.
Sambutan dan Pesan Pimpinan
Dekan Fakulti Kontemporari Islam UniSZA Malaysia, Dr Aman Daiman menyampaikan sambutan sekaligus arahan dari dekan kepada peserta program mobiliti, menegaskan bahwa kegiatan selama kurang lebih satu bulan (11 Januari–6 Februari) difokuskan pada perkuliahan yang sudah disusun, disertai beberapa kunjungan terpilih yang tetap mempertimbangkan jarak dan risiko perjalanan,
Baca Juga: Trump, Penangkapan Maduro, dan Kebangkitan Logika Imperialisme Ekonomi Baru
“Pihak fakulti menekankan keselamatan sebagai prioritas karena peserta berada dalam tanggung jawab penyelenggara, serta meminta mahasiswa menyalurkan kebutuhan harian melalui pengurus agar aktivitas berjalan tertib, sebelum menutup dengan doa agar seluruh peserta dapat mengikuti program dengan baik”, ujarnya.
Penulis: delanwul
Editor: Akhmad Hasbul Wafi

























