Fai.umsida.ac.id – Dalam menyambut datangnya hari kemenangan Idul Fitri 1446 H, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) mengimbau seluruh umat muslim, khususnya sivitas akademika dan masyarakat umum, untuk segera menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah sebelum tibanya hari raya. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya agar pelaksanaan zakat fitrah berjalan optimal serta manfaatnya dapat segera dirasakan oleh mereka yang berhak menerimanya.
Zakat fitrah, yang merupakan kewajiban bagi setiap individu muslim yang mampu, harus dikeluarkan sebelum datangnya hari raya Idul Fitri sebagai penyempurna ibadah puasa selama bulan Ramadan. Dalam ajaran Islam, zakat fitrah memiliki peran penting dalam membersihkan diri dari segala kekurangan selama menjalani ibadah puasa serta untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan di hari raya.
Urgensi Menunaikan Zakat Fitrah di Awal Waktu
Dosen Fakultas Agama Islam Umsida, Ustadzah A’yunina Mahanani Lc, MH, mengingatkan pentingnya menunaikan zakat fitrah di awal waktu agar tujuan utama zakat fitrah dapat tercapai dengan baik. “Zakat fitrah disyariatkan untuk membersihkan jiwa dari segala sesuatu yang kurang baik selama Ramadan, sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial kepada saudara-saudara yang membutuhkan. Menyegerakan zakat fitrah memungkinkan distribusi yang tepat waktu dan lebih efektif kepada mustahik (penerima zakat),” jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan zakat fitrah yang ideal adalah dilakukan sebelum malam Idul Fitri tiba, sehingga bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan sebelum melaksanakan salat Id. Hal ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan buruk, sekaligus sebagai pemberian makanan kepada orang-orang miskin.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)
Kemudahan dalam Menunaikan Zakat Fitrah di FAI Umsida
Untuk memfasilitasi masyarakat serta mahasiswa yang ingin segera menunaikan zakat fitrah, FAI Umsida menyediakan berbagai kemudahan dalam proses pembayarannya. Kampus ini membuka layanan pembayaran zakat fitrah secara langsung maupun melalui transfer rekening yang dikelola oleh Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Umsida.
Masyarakat dapat datang langsung ke kampus dengan membawa zakat fitrah dalam bentuk beras atau uang tunai senilai yang telah ditentukan oleh UPZIS, yaitu sebesar Rp. 30.000 per orang atau setara dengan 2,5 kg beras. UPZIS Umsida juga memastikan zakat yang terkumpul akan segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya melalui kerja sama dengan berbagai yayasan sosial di sekitar Sidoarjo.
Ustadzah A’yunina menambahkan, “Kami sangat mengapresiasi masyarakat dan sivitas akademika Umsida yang secara aktif dan rutin menunaikan zakat fitrah melalui kampus. Dengan demikian, manfaat zakat fitrah ini benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, tepat pada waktunya.”
Ajakan Menjadi Muslim yang Bertanggung Jawab dan Peduli Sosial
FAI Umsida tidak hanya menekankan kewajiban menunaikan zakat fitrah semata, tetapi juga mengajak umat Muslim untuk memahami secara mendalam makna dari ibadah tersebut. Dengan mengeluarkan zakat fitrah, umat Islam diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar, terutama kepada mereka yang kurang mampu secara ekonomi.
“Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban ritual tahunan, tetapi juga menjadi momentum yang sangat baik untuk menumbuhkan jiwa sosial, meningkatkan kepedulian, dan mempererat tali ukhuwah Islamiyah di antara sesama muslim,” tegas Ustadzah A’yunina.
Melalui zakat fitrah yang ditunaikan tepat waktu, diharapkan setiap individu muslim dapat meraih kemenangan sejati pada hari raya Idul Fitri, yaitu menjadi pribadi yang kembali fitri, penuh rasa syukur, dan peduli terhadap sesama. FAI Umsida pun berharap tradisi positif ini terus dipertahankan, bahkan semakin meningkat dari tahun ke tahun, sebagai wujud nyata dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.