3 Amalan Ramadan Yang Dapat Meningkatkan Taqwa

Fai.umsida.ac.id– Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida), Ainun Nadlif SAg MPd, membagikan pandangan reflektif sekaligus strategis tentang bagaimana memaksimalkan ibadah selama Ramadan.

Baca Juga: Kitab Falak Abad ke-19 Presisi Tentukan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026

Dalam wawancara yang dilakukan di lingkungan Kampus Umsida, ia menegaskan bahwa Ramadan tidak cukup dijalani dengan semangat sesaat, melainkan perlu perencanaan yang matang agar setiap hari bernilai ibadah.

Menurutnya, banyak umat Islam memasuki Ramadan tanpa agenda yang jelas. Akibatnya, hari-hari di bulan suci hanya diisi rutinitas biasa tanpa peningkatan kualitas ibadah. “Masalah utama bukan kurangnya niat baik, tapi tidak adanya sistem. Ramadan itu madrasah, dan madrasah perlu kurikulum,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa ada tiga agenda utama yang seharusnya menjadi fokus umat Islam selama Ramadan, yakni meningkatkan kualitas sholat, memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an, dan membiasakan infaq.

Meningkatkan Sholat Sebagai Fondasi Iman

Dosen FAI tersebut menekankan bahwa peningkatan sholat bukan sekadar menambah kuantitas, melainkan memperbaiki kualitas dan konsistensi. Ia mengingatkan bahwa sholat adalah tiang agama dan memiliki fungsi menjaga moralitas sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 45.

“Kalau ingin Ramadan berdampak, maka sholatnya harus naik level. Jangan berhenti di sholat fardu saja. Tambahkan rawatib, hidupkan dhuha, dan jangan tinggalkan qiyamul lail,” jelasnya.

Ia juga mengutip hadis riwayat Muslim tentang keutamaan dua belas rakaat sholat sunnah rawatib yang dijanjikan rumah di surga. Menurutnya, rawatib adalah bentuk penyempurnaan dari kekurangan sholat wajib yang sering kali kurang khusyuk.

Selain itu, ia mendorong sivitas akademika FAI Umsida untuk memanfaatkan waktu Ramadan dengan membiasakan sholat dhuha dan memperkuat ibadah malam. “Qiyam Ramadan itu bukan tradisi, tapi pintu ampunan. Hadis Bukhari dan Muslim jelas menyebutkan bahwa siapa yang menghidupkan malam Ramadan dengan iman dan ihtisab, diampuni dosa-dosanya,” tambahnya.

Ramadan dan Kembalinya Interaksi dengan Al-Qur’an

Agenda kedua yang ditekankan adalah memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.

“Ramadan tanpa Al-Qur’an itu kehilangan ruhnya. Minimal targetkan khatam satu kali. Tapi yang lebih penting adalah konsisten setiap hari,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa metode paling realistis adalah membagi satu juz setiap hari ke dalam lima waktu sholat. Dengan demikian, membaca Al-Qur’an menjadi bagian dari ritme ibadah harian, bukan aktivitas insidental.

Menurutnya, interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga mencakup tadabbur dan pemahaman makna. “Kalau ingin hati tenang, maka kuncinya ada pada zikir dan Al-Qur’an. QS. Ar-Ra’d ayat 28 sudah menegaskan itu,” tuturnya.

Sebagai dosen di lingkungan FAI Umsida, ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadikan Ramadan sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga sebagai fase penguatan intelektual-spiritual melalui kajian tafsir dan diskusi keislaman.

Infaq sebagai Latihan Kepekaan Sosial

Agenda terakhir yang ia soroti adalah infaq. Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan kepedulian dan empati sosial. Mengutip riwayat dari Ibn Abbas dalam hadis Bukhari dan Muslim, ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menjadi lebih dermawan ketika Ramadan tiba.

“Sedekah itu bukan soal besar kecil nominalnya, seharusnya soal kebiasaan dan keikhlasan. Yang penting rutin dan terencana,” jelasnya.

Ia juga menyinggung hadis riwayat At-Tirmidzi tentang keutamaan memberi makan orang berbuka puasa yang pahalanya setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

Menurutnya, infaq melatih mahasiswa dan masyarakat agar tidak terikat secara berlebihan pada harta. “Ramadan itu mendidik kita untuk melepaskan. Melepaskan ego, melepaskan ketergantungan pada dunia, dan menggantinya dengan ketergantungan kepada Allah,” ujarnya.

Di akhir wawancara, dosen FAI Umsida tersebut berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan spiritual bagi seluruh civitas akademika. Ia menekankan bahwa tiga agenda ini; sholat, Al-Qur’an, dan infaq adalah fondasi yang jika dijaga secara konsisten akan membentuk pribadi yang lebih disiplin, lebih tenang, dan lebih peduli.

Baca Juga: Strategi Puasa Sehat yang Jarang Diketahui dari Sahur hingga Tarawih

“Ramadan itu hanya tiga puluh hari, tapi dampaknya bisa seumur hidup. Yang menentukan bukan panjangnya waktu, tetapi keseriusan kita menatanya,” pungkasnya.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Berita Terkini

Kitab Falak Abad ke-19 Presisi Tentukan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026
February 18, 2026By
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026 Ini Penjelasannya
February 17, 2026By
LKMM TM BEM FAI Umsida 2026 Perkuat Kepemimpinan Kritis Mahasiswa
February 16, 2026By
Dosen FAI Umsida Pimpin Abdimas RisetMu Bimbing Praktik Salat Sesuai HPT
February 15, 2026By
Bidang KPK IMM Averroes Soroti Board of Peace
February 14, 2026By
FAI Umsida Promosikan PMB di Pondok Fadllillah Sedati
February 13, 2026By
Dua Dosen FAI Umsida Terima Penghargaan Pengabdian di Milad ke-37 Umsida
February 12, 2026By
Abdimas RisetMu FAI Umsida, Latih Ibu Aisyiyah Sukodono Gunakan Ngaji AI
February 11, 2026By

Prestasi

Disiplin dan Manajemen Waktu Mahasiswa FAI Umsida Berbuah Medali Perak Tapak Suci
January 4, 2026By
Dari Kampus ke Arena Yuhsin Amali Buktikan Latihan Konsisten Berbuah Prestasi
January 3, 2026By
Tak Gentar Cedera, Hikmah Sabet Emas di Unesa Pencak Silat Challenge III
December 28, 2025By
Debut di UPSCC III Unesa, Mahasiswa FAI Ini Langsung Sabet Emas
December 27, 2025By
Abdurrasheed Almarruf, Mahasiswa PBA Umsida Raih Medali Perunggu Taekwondo pada Laga Perdana
December 17, 2025By
Angkat Isu Etika Islami, TIM PKM FAI Umsida Raih Juara 3 RSH-2 PIMTANAS PTMA 2025
December 15, 2025By
 2 Mahasiswa FAI Umsida Raih Gold Medal PMAP International Innovation Day 2025 di UniSZA
December 12, 2025By
SMARQ BOARD Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab FAI Umsida Tampil di Pameran LLDIKTI 7
November 30, 2025By

Penelitian

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu Aisyiyah Kenongo Dibekali Literasi Bisnis Syariah dan Teknologi AI
February 10, 2026By
Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By
ghibah
Mahasiswa FAI Umsida Kembangkan Model Pengendalian Ghibah Syar’i untuk Bangun Budaya Etika Islami
October 16, 2025By
Abdimas FAI Umsida Kembangkan PAUD Aisyiyah Wonoayu melalui Model Flipped Classroom
May 6, 2025By
Tim Abdimas FAI Umsida Lakukan Pelatihan Marketing Untuk Memberdayakan Unit Usaha Wakaf Produktif
September 11, 2024By
Bahas Psikologi Belajar, Dosen FAI Umsida Lakukan Abdimas Internasional di Malaysia
September 4, 2024By
Abdimas Internasional di PCIM Malaysia, Dosen Pesya FAI UMSIDA Lakukan Literasi Keuangan Bersama PMI
September 3, 2024By
Para Orang Tua ABK Ikuti Sosialisasi Penelitian Website Theraphy Al-Qur’an Bersama PAI Umsida
September 2, 2024By