Fai.umsida.ac.id – Tim Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar sosialisasi Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Pondok Pesantren Fadllillah, Sedati, Sidoarjo, (13/2/26).
bertempat di aula pondok. Kegiatan ini diikuti antusias oleh santri dan santriwati yang ingin mendapatkan gambaran jelas tentang pilihan program studi, jalur pendaftaran, serta peluang perkuliahan di lingkungan kampus berbasis nilai-nilai keislaman. Sosialisasi dipimpin oleh Dr Dzulfikar Akbar Romadlon bersama admin FAI, Fauzan Efendi, M Pd, dengan format pemaparan materi dan sesi konsultasi langsung.
Menjemput Calon Mahasiswa dari Lingkungan Pesantren
Promosi PMB di Pondok Fadllillah diarahkan untuk memperluas akses informasi pendidikan tinggi, terutama bagi pelajar pesantren yang kerap memiliki minat kuat pada bidang keislaman, pendidikan, dan pengembangan kompetensi profesional. Tim FAI menekankan bahwa jalur pesantren merupakan segmen penting karena santri tidak hanya memiliki modal spiritual, tetapi juga disiplin belajar dan kultur akademik yang kuat.
Dalam pemaparan awal, Dr Dzulfikar menjelaskan bahwa FAI Umsida membuka ruang bagi santri untuk melanjutkan studi dengan lingkungan kampus yang relevan dengan tradisi pesantren, namun tetap adaptif terhadap kebutuhan zaman. Ia menekankan bahwa studi di FAI tidak berhenti pada aspek teori, tetapi juga menyiapkan mahasiswa untuk menjadi pendidik, pendamping masyarakat, dan profesional yang mampu merespons persoalan sosial-keagamaan secara aktual.
Kegiatan berlangsung kondusif karena aula pondok dipenuhi peserta yang menyimak materi secara tertib. Banyak santri menunjukkan ketertarikan pada isu prospek studi lanjut, peluang pengembangan diri, hingga pengalaman organisasi kemahasiswaan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kebutuhan informasi PMB tidak cukup hanya lewat brosur atau media sosial, melainkan perlu pertemuan tatap muka agar santri dapat bertanya sesuai kebutuhannya.
Paparan Program Studi Jalur Masuk dan Peluang Pengembangan
Pada sesi utama, tim menjelaskan gambaran umum perkuliahan di FAI Umsida, termasuk arah pembinaan akademik, kompetensi lulusan, serta model pembelajaran yang mengombinasikan penguatan keilmuan dan keterampilan praktis. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai proses pendaftaran, dokumen yang diperlukan, serta strategi menyiapkan diri agar lebih siap memasuki dunia kampus.
Fauzan Efendi, M Pd, menambahkan bahwa promosi ini bukan sekadar mengenalkan kampus, tetapi membantu santri memahami peta pilihan karier sejak dini. Karena itu, sesi konsultasi dibuat terbuka agar santri bisa bertanya soal peminatan, rencana studi, serta gambaran aktivitas mahasiswa. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain terkait perbedaan fokus masing-masing program studi, peluang beasiswa, budaya akademik di kampus, hingga bagaimana mahasiswa mengatur waktu antara kuliah, organisasi, dan aktivitas pengembangan kompetensi.
Tim juga menggarisbawahi bahwa lingkungan FAI Umsida mendorong mahasiswa aktif dalam kegiatan akademik dan non-akademik, termasuk pelatihan, seminar, riset, pengabdian masyarakat, serta aktivitas organisasi yang membentuk kepemimpinan. Penjelasan ini penting agar santri memperoleh ekspektasi yang realistis tentang dunia kampus, bukan sekadar imajinasi “kuliah itu ringan”, melainkan proses yang menuntut kedisiplinan dan target yang jelas.
Antusias Santri dan Arah Tindak Lanjut
Antusias santri dan santriwati tampak dari intensitas sesi tanya jawab yang berjalan aktif. Sejumlah peserta meminta penjelasan lebih rinci terkait jalur pendaftaran, waktu pelaksanaan seleksi, serta rekomendasi persiapan akademik yang perlu dilakukan sejak sekarang. Tim FAI merespons dengan penjelasan yang praktis, seperti menyiapkan dokumen lebih awal, memetakan minat dan tujuan karier, serta mencari informasi resmi agar tidak salah langkah.
Selain sesi klasikal, tim juga membuka konsultasi singkat setelah acara untuk santri yang ingin bertanya secara lebih personal. Model ini efektif karena kebutuhan informasi tiap calon mahasiswa berbeda, ada yang fokus pada pilihan program, ada yang mempertimbangkan faktor biaya, dan ada yang ingin memastikan lingkungan kampus sesuai dengan karakter serta latar belakang pesantrennya.
Melalui promosi PMB ini, FAI Umsida berharap santri Pondok Fadllillah mendapatkan akses informasi yang lebih utuh untuk mengambil keputusan pendidikan yang strategis. Kegiatan diakhiri dengan ajakan kepada peserta agar terus mengikuti informasi resmi PMB Umsida dan tidak ragu berkonsultasi jika membutuhkan arahan terkait pilihan studi. Dengan pendekatan langsung ke pesantren, FAI Umsida menargetkan promosi yang bukan hanya informatif, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan, sehingga santri merasa terfasilitasi dalam menapaki jenjang pendidikan tinggi.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

























