Fai.umsida.ac.id– Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) baru saja meraih akreditasi unggul pada tahun 2024.
Baca Juga: Dekan FAI Umsida Tekankan Deep Learning dalam Pembelajaran PAI SD
Keberhasilan ini menandai pencapaian signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang Manajemen Pendidikan Islam, yang diikuti dengan pelaksanaan Workshop Kurikulum Merdeka pada Rabu, 15/4/26 sebagai salah satu langkah strategis.
Acara workshop yang diselenggarakan di aula Fakultas Agama Islam (FAI) berkolaborasi dengan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG) PAI Kab.Sidoarjo ini bertujuan untuk memperkenalkan lebih dalam mengenai penerapan Kurikulum Merdeka dalam dunia pendidikan.
Dalam sambutannya, Kaprodi S2 MPI Dr Eni Fariyatul Fahyuni SPsi MPdI, menyampaikan pentingnya workshop ini sebagai wahana untuk menggali dan memperkaya pengetahuan para pendidik, khususnya dalam penerapan deep learning yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
“Workshop ini diharapkan memberikan pengalaman dan wawasan yang berharga bagi para peserta, sehingga mereka bisa mengimplementasikan materi yang telah dipelajari dalam praktik pendidikan sehari-hari,” ujar Dr Eni dalam sambutannya.
Selain itu, Dr Eni juga memperkenalkan S2 MPI yang kini telah terakreditasi unggul. Ia menegaskan bahwa dengan akreditasi ini, S2 MPI Umsida siap bersaing dengan program studi serupa di Jawa Timur maupun Indonesia. Program studi ini juga menawarkan sistem pembelajaran hybrid, yang memungkinkan para pendidik yang sibuk di sekolah untuk tetap melanjutkan studi tanpa harus meninggalkan tugas mereka.
“Sistem hybrid learning yang kami tawarkan memberikan fleksibilitas kepada para peserta didik, sehingga mereka dapat melanjutkan studi tanpa mengganggu pekerjaan mereka di sekolah,” tambah Dr Eni.
Workshop Kurikulum Merdeka juga menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat kerjasama antara S2 MPI dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan KKG Pendidikan, yang memberikan potongan biaya kuliah sebesar 25% bagi para peserta yang melanjutkan studi melalui komunitas tersebut. Dr. Eni berharap bahwa kerjasama ini akan terus berkembang dan memberi manfaat yang luas bagi dunia pendidikan.
“Saat ini, kami juga telah menjalin kerjasama dengan Papua, di mana 25 orang peserta dari Papua akan mengikuti kelas khusus. Harapannya, kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia,” tutup Dr. Eni.
Baca Juga: Rektor Umsida Pelajari Transformasi Smart City di Guangzhou untuk Pengembangan Kampus
Dengan akreditasi unggul dan berbagai inovasi pembelajaran yang ditawarkan, S2 MPI Umsida semakin memperkokoh posisinya sebagai pilihan utama bagi para pendidik yang ingin mengembangkan diri dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi






















