Fai.umsida.ac.id – IMM Averroes Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) turut ambil bagian dalam kegiatan Sahur On The Road (SOTR) Ramadan 1447 H yang diselenggarakan IMM se-Umsida pada Jumat dini hari, 13 Maret 2026.
Baca Juga: Alasan 10 Hari Terakhir Ramadan Menjadi Waktu Terbaik untuk Beribadah
Kegiatan ini dimulai pukul 02.00 WIB dari Kampus 1 Umsida dan dilanjutkan dengan pembagian makanan sahur di kawasan Alun-alun Sidoarjo.
Keikutsertaan IMM Averroes FAI Umsida dalam agenda ini menunjukkan bahwa kader IMM tidak hanya aktif dalam penguatan intelektual dan keislaman di lingkungan kampus, tetapi juga hadir dalam aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Pada momentum Ramadan, kegiatan berbagi sahur menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus pengamalan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Islam.
Sejak dini hari, kader-kader IMM se-Umsida berkumpul di titik awal kegiatan untuk melakukan koordinasi sebelum bergerak menuju lokasi pembagian. Dalam barisan kader tersebut, IMM Averroes FAI Umsida hadir sebagai salah satu komisariat yang ikut berkontribusi menyukseskan agenda. Keterlibatan ini menjadi penting karena menunjukkan semangat kolaborasi antarkomisariat dalam menghadirkan gerakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi IMM Averroes FAI Umsida, SOTR bukan hanya agenda seremonial Ramadan. Kegiatan ini menjadi ruang praktik bagi kader untuk menerjemahkan semangat dakwah menjadi aksi sosial yang konkret. Ramadan tidak cukup dipahami sebagai bulan ibadah personal, tetapi juga harus menjadi momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Kontribusi IMM Averroes dalam Aksi Sosial Ramadan
Partisipasi IMM Averroes FAI Umsida dalam Sahur On The Road memperlihatkan bahwa gerakan kader di lingkungan FAI tidak berhenti pada forum kajian atau diskusi keilmuan. Ada kesadaran bahwa nilai-nilai Islam perlu diwujudkan dalam tindakan yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, kehadiran kader IMM Averroes dalam pembagian sahur di Alun-alun Sidoarjo menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan dakwah yang membumi.
Pembagian makanan sahur pada dini hari memiliki makna yang khas. Waktu sahur sering kali luput dari perhatian dalam kegiatan sosial mahasiswa yang umumnya berfokus pada pembagian takjil menjelang berbuka. Padahal, sahur merupakan bagian penting dari ibadah puasa karena menjadi bekal bagi umat Islam untuk menjalani hari. Dari titik itulah kegiatan ini memiliki nilai sosial yang kuat.
IMM Averroes FAI Umsida mengambil bagian dalam suasana kebersamaan tersebut dengan semangat pelayanan. Kehadiran kader di lapangan bukan semata untuk memenuhi agenda organisasi, tetapi untuk belajar hadir di tengah masyarakat dengan kepedulian yang nyata. Langkah kecil seperti membagikan makanan sahur justru memiliki pesan besar, yakni bahwa mahasiswa Islam perlu peka terhadap kondisi sekelilingnya.
Melalui kegiatan ini, IMM Averroes juga menunjukkan bahwa identitas kader tidak hanya dibangun lewat kemampuan berbicara atau merumuskan gagasan, tetapi juga dari kesediaan untuk turun langsung bekerja. Spirit kaderisasi menjadi lebih hidup ketika nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, dan kemanusiaan dipertemukan dalam satu kegiatan yang sederhana namun berdampak.
Menjadikan Ramadan Sebagai Ruang Pengabdian
Ramadan selalu menjadi bulan yang strategis bagi organisasi mahasiswa Islam untuk memperkuat orientasi gerakan. Di satu sisi, bulan ini mendorong peningkatan ibadah personal. Di sisi lain, Ramadan mengajarkan bahwa ibadah tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Dalam konteks itu, Sahur On The Road menjadi salah satu cara IMM Averroes FAI Umsida memaknai Ramadan sebagai ruang pengabdian.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa FAI Umsida memiliki posisi penting dalam menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Kepedulian kepada masyarakat, khususnya pada waktu sahur, menjadi bentuk dakwah yang sederhana tetapi relevan. Dakwah tidak selalu hadir dalam bentuk ceramah formal, melainkan juga melalui tindakan nyata yang membawa manfaat.
IMM Averroes FAI Umsida memandang bahwa keterlibatan dalam kegiatan kolaboratif semacam ini juga penting untuk mempererat ukhuwah antarkader. Ketika kader dari berbagai komisariat bergerak bersama, ada proses saling belajar, saling menguatkan, dan saling mengingatkan tentang tujuan besar gerakan. Nilai itu menjadi modal penting bagi keberlanjutan aktivitas IMM di lingkungan kampus.
Ketua Umum IMM Averroes FAI Umsida, Immawati Atiyut, menyampaikan,Kegiatan Sahur On The Road ini menjadi bentuk kontribusi nyata kader IMM Averroes FAI Umsida dalam menebarkan kepedulian di bulan Ramadan. “Kami ingin menunjukkan bahwa kader IMM tidak hanya aktif dalam forum intelektual, tetapi juga hadir langsung untuk berbagi dan memberi manfaat kepada masyarakat”. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keikutsertaan IMM Averroes dalam SOTR bukan sekadar hadir secara formal, melainkan sebagai bentuk kontribusi nyata kader FAI Umsida dalam menebar manfaat pada bulan suci Ramadan.
Menguatkan Citra Gerakan Kader yang Responsif
Keikutsertaan IMM Averroes FAI Umsida dalam SOTR Ramadan 1447 H juga memperlihatkan bahwa kader IMM mampu membaca kebutuhan sosial di sekitarnya. Di tengah aktivitas masyarakat pada dini hari, kehadiran mahasiswa yang membagikan makanan sahur memberi pesan bahwa organisasi kemahasiswaan masih relevan dan responsif terhadap realitas sosial.
Bagi FAI Umsida, kontribusi kader dalam kegiatan seperti ini sejalan dengan misi pembentukan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli, berintegritas, dan siap mengabdi. SOTR menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan kader dapat berlangsung efektif melalui kegiatan lapangan yang langsung mempertemukan idealisme dengan realitas masyarakat.
Baca Juga: IMM Averroes FAI Umsida Tebar Takjil dan Semangat Humanitas Ramadan
Dengan ikut berkontribusi dalam pembagian sahur di Alun-alun Sidoarjo, IMM Averroes FAI Umsida memperlihatkan bahwa gerakan mahasiswa Islam tetap hidup dan bergerak di jalur yang tepat. Ramadan dijadikan bukan hanya sebagai momentum spiritual, tetapi juga sebagai waktu untuk menegaskan peran sosial kader di tengah masyarakat. Dari kegiatan ini, IMM Averroes menunjukkan bahwa keberadaan kader FAI Umsida harus terus diarahkan pada gerakan yang bernilai, bermanfaat, dan mampu menghadirkan dampak nyata.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi


























