Fai.umsida.ac.id – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Averroes Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar aksi berbagi takjil pada Kamis, 12 Maret 2026, ba’da Ashar di Umsida Kampus 1.
Baca Juga: Islam Mengajarkan Kemudahan Ibadah dalam Setiap Kondisi Kehidupan Manusia
Kegiatan bertajuk “Manisnya Ramadhan, Indahnya Berbagi” ini tidak hanya menjadi momentum berbagi kepada masyarakat di bulan Ramadan 1447 H, tetapi juga menjadi bagian dari rencana tindak lanjut (RTL) humanitas kader Angkatan 30.
Melalui agenda ini, kader IMM Averroes menunjukkan bahwa Ramadan bukan hanya bulan ibadah personal, melainkan juga ruang nyata untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat ukhuwah, dan menghidupkan nilai kemanusiaan di lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.
Ramadan sebagai Momentum Menguatkan Kepedulian
Aksi berbagi takjil yang dilakukan IMM Averroes FAI Umsida hadir sebagai bentuk implementasi nilai-nilai keberislaman yang menekankan pentingnya berbagi, peduli, dan hadir di tengah masyarakat. Pada bulan yang penuh keberkahan ini, semangat humanitas menjadi salah satu wajah nyata gerakan mahasiswa Islam yang tidak berhenti pada diskusi dan penguatan intelektual, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial yang langsung dirasakan manfaatnya.
Tema “Manisnya Ramadhan, Indahnya Berbagi” dipilih untuk menegaskan bahwa keindahan Ramadan tidak hanya terletak pada ibadah individual, tetapi juga pada kemampuan seseorang untuk menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain. Bagi IMM Averroes, membagikan takjil bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan sarana melatih kepekaan sosial kader sekaligus membangun kebiasaan kolektif untuk bergerak bersama dalam kebaikan.
Kegiatan ini juga menjadi ajakan terbuka kepada seluruh Immawan dan Immawati agar tidak melewatkan Ramadan tanpa kontribusi sosial. Semangat yang dibawa dalam agenda ini sejalan dengan seruan untuk menghiasi sore Ramadan dengan aksi nyata yang bermanfaat. Dengan demikian, berbagi takjil diposisikan bukan sebagai aktivitas sederhana, melainkan sebagai media pembinaan karakter kader agar terbiasa hadir, melayani, dan menyebarkan manfaat.
RTL Humanitas Kader Angkatan 30
Lebih dari sekadar kegiatan berbagi makanan berbuka, agenda ini memiliki dimensi kaderisasi yang kuat. Aksi kemanusiaan tersebut menjadi bagian dari RTL (Rencana Tindak Lanjut) humanitas kader Angkatan 30, yang menandai bahwa proses pengkaderan di IMM Averroes tidak berhenti pada ruang forum atau materi formal semata. Nilai humanitas justru diuji dan dipraktikkan melalui keterlibatan langsung dalam aksi lapangan.
Melalui kegiatan ini, kader Angkatan 30 belajar bahwa keberadaan kader IMM harus dapat dirasakan oleh lingkungan sekitarnya. Humanitas bukan hanya konsep yang dibahas dalam proses perkaderan, melainkan sikap yang harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian konkret. Berbagi takjil menjadi pintu masuk yang sederhana, tetapi sarat makna, karena menghadirkan interaksi langsung antara kader dengan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Kebersamaan para kader yang terlibat juga menunjukkan adanya semangat kolektif dalam menjalankan gerakan. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan para kader turun bersama, berkoordinasi, dan bergerak dalam satu tujuan yang sama, yakni menyebarkan manfaat di bulan suci. Situasi ini penting karena gerakan mahasiswa sering kali diukur bukan hanya dari gagasan yang dibangun, tetapi juga dari konsistensi aksi yang mereka lakukan.
RTL humanitas semacam ini juga relevan dalam membentuk kultur organisasi yang lebih peka terhadap persoalan sosial. Kader tidak hanya dibentuk menjadi individu yang aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki orientasi pengabdian. Di titik ini, IMM Averroes memperlihatkan bahwa pengkaderan yang sehat harus menghasilkan kader yang mampu menyeimbangkan dimensi intelektual, spiritual, dan sosial.
Menebar Kebahagiaan dan Mempererat Ukhuwah
Pelaksanaan kegiatan di Umsida Kampus 1 menjadi simbol bahwa kampus dapat menjadi titik berangkat lahirnya aksi-aksi kebaikan yang lebih luas. Dari lingkungan kampus, semangat berbagi disalurkan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk penguatan hubungan antara mahasiswa dan realitas sosial di sekelilingnya. Langkah ini memperlihatkan bahwa gerakan mahasiswa Islam tetap relevan ketika mampu menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, meski melalui aksi yang tampak sederhana.
Selain menebar kebahagiaan kepada penerima takjil, agenda ini juga mempererat ukhuwah antarkader IMM Averroes FAI Umsida. Ramadan menjadi ruang yang efektif untuk menyatukan energi organisasi, membangun kedekatan, dan memperkuat rasa memiliki terhadap gerakan bersama. Nilai kebersamaan tersebut penting, sebab organisasi yang kuat tidak hanya dibangun melalui struktur, tetapi juga melalui pengalaman kolektif dalam beramal dan bekerja bersama.
Baca Juga: THR Sudah Cair, Jangan Lupa Sedekah
Aksi berbagi takjil ini pada akhirnya menegaskan bahwa semangat fastabiqul khairat harus terus hidup dalam gerakan mahasiswa. Ramadan 1447 H menjadi pengingat bahwa keberkahan bulan suci dapat dijemput dengan cara-cara yang membumi, dekat dengan masyarakat, dan dilakukan secara tulus. IMM Averroes FAI Umsida menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat menjadi wajah penting organisasi mahasiswa Islam, terutama ketika dijalankan dengan niat memperluas manfaat dan menanamkan budaya humanitas sejak dini.
Penulis Akhmad Hasbul Wafi


























