PKM FAI Camp Matangkan Proposal Menuju Seleksi Tingkat Universitas

Fai.umsida.ac.id – Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan PKM FAI Camp pada Rabu (1/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang magrib.

Baca Juga: PK IMM FAI Matangkan PPK Ormawa Lewat Camp Desa Wisata

Kegiatan yang diselenggarakan oleh bidang kemahasiswaan FAI Umsida ini dipimpin oleh Ustadzah Ayunina Mahanani Lc MH., dengan tujuan memaksimalkan progres proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari masing-masing kelompok agar semakin matang sebelum mengikuti PKM Camp tingkat universitas.

PKM FAI Camp menjadi ruang pembinaan intensif bagi mahasiswa untuk menajamkan ide, merapikan sistematika penulisan, serta memperkuat substansi gagasan yang mereka susun. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah kelompok PKM dari lingkungan FAI Umsida, dengan mayoritas proposal berada pada kategori PKM Gagasan Futuristik Tertulis (GFT), sementara satu kelompok lainnya mengambil kategori PKM Artikel Ilmiah (AI).

Sejak pagi, suasana camp berlangsung serius dan terarah. Setiap kelompok tampak fokus menelaah kembali proposal masing-masing sambil berdiskusi dengan dosen pendamping. Tidak hanya sekadar menulis, mahasiswa juga diarahkan untuk lebih kritis dalam melihat kekuatan gagasan, kebaruan ide, kelayakan implementasi, hingga ketepatan format sesuai panduan PKM yang berlaku.

Fokus Menguatkan Kualitas Proposal PKM

Kegiatan ini disiapkan sebagai langkah strategis agar proposal mahasiswa FAI Umsida tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memiliki kualitas yang layak bersaing. Dalam prosesnya, pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemetaan kelemahan naskah, penyusunan ulang alur argumentasi, hingga penyesuaian rumusan masalah dan solusi yang diajukan.

Langkah tersebut dinilai penting karena banyak kelompok masih berada pada tahap penyempurnaan, terutama dalam memperkuat hubungan antara latar belakang masalah, kebaruan gagasan, dan arah luaran yang ingin dicapai. Karena itu, PKM FAI Camp tidak sekadar menjadi forum kerja bersama, tetapi juga wadah evaluasi yang memungkinkan setiap kelompok memperoleh masukan langsung secara intensif.

Mayoritas kelompok yang mengusung kategori GFT menunjukkan kecenderungan yang sama, yakni berusaha menawarkan solusi futuristik terhadap persoalan sosial, pendidikan, dan keislaman yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Sementara itu, kelompok yang mengambil kategori AI juga diarahkan untuk memperkuat landasan ilmiah dan ketajaman analisis agar artikel yang disusun memiliki kontribusi akademik yang jelas.

Pendampingan dari dosen pembimbing menjadi salah satu poin penting dalam kegiatan ini. Masukan yang diberikan tidak berhenti pada aspek teknis penulisan, tetapi juga menyentuh kedalaman substansi. Hal tersebut membuat suasana camp berjalan intens, karena setiap kelompok harus siap merevisi, mempertahankan argumentasi, sekaligus menyesuaikan proposal dengan standar yang diharapkan.

Dosen Pembimbing Beri Masukan Secara Intensif

Selama pelaksanaan camp, dosen pembimbing terlibat aktif mendampingi mahasiswa. Mereka memberikan koreksi langsung pada bagian-bagian yang masih lemah, baik dari sisi judul, latar belakang, rumusan masalah, solusi, hingga proyeksi implementasi gagasan. Pendampingan semacam ini dinilai penting agar mahasiswa tidak berjalan sendiri dalam proses penyusunan proposal.

Keterlibatan dosen pembimbing juga membantu mahasiswa melihat proposal mereka dari sudut pandang yang lebih kritis. Dengan begitu, proses pembinaan tidak hanya menghasilkan naskah yang lebih rapi, tetapi juga mengasah pola pikir akademik dan kemampuan mahasiswa dalam merumuskan gagasan yang logis, terstruktur, dan relevan.

Salah satu peserta, Isna dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), menilai kegiatan ini sangat membantu kelompoknya dalam memahami letak kekurangan proposal yang sedang disusun.

“PKM FAI Camp ini membuat kami lebih paham bagian mana yang harus diperkuat. Masukan dari dosen pembimbing sangat detail, jadi kami tidak hanya tahu salahnya di mana, tetapi juga bagaimana memperbaikinya agar proposal lebih matang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar forum penyelesaian tugas, tetapi juga ruang belajar yang mendorong mahasiswa untuk lebih siap menghadapi tahapan seleksi berikutnya. Dengan pendampingan yang terarah, mahasiswa dapat menyusun proposal secara lebih percaya diri dan berbasis evaluasi yang nyata.

Koreksi dan Finalisasi

Kegiatan PKM FAI Camp tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan. Setelah sesi intensif dari pagi hingga magrib, agenda ini akan dilanjutkan pada hari berikutnya untuk tahap koreksi lanjutan dan finalisasi proposal. Tahap tersebut menjadi krusial karena akan menentukan kesiapan akhir masing-masing kelompok sebelum proposal diunggah pada tahapan seleksi yang lebih luas.

Baca Juga: Umsida Jalin Kerja Sama Strategis dengan TVMu, Kuatkan Konten Dakwah dan Edukasi

Keberlanjutan sesi ini menunjukkan keseriusan Kemahasiswaan FAI Umsida dalam mendampingi mahasiswa agar mampu menghasilkan proposal PKM yang kompetitif. Tidak hanya berfokus pada kecepatan unggah, pembinaan ini juga menekankan pentingnya kematangan isi, ketepatan format, dan kekuatan ide sebagai bekal utama dalam kompetisi PKM.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

 

Berita Terkini

PK IMM FAI Matangkan PPK Ormawa Lewat Camp Desa Wisata
March 31, 2026By
Prof Jaenuri Jelaskan Filosofi Kupat di Bulan Syawal
March 30, 2026By
Halalbihalal 1447 H Teguhkan Ukhuwah dan Semangat Pascaramadan
March 27, 2026By
Mengapa 10 Hari Terakhir Ramadan Menjadi Momentum Terbaik untuk Beribadah
March 16, 2026By
Muhammadiyah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026
March 15, 2026By
IMM Averroes FAI Umsida Ambil Bagian dalam Sahur On The Road Ramadan 1447 H
March 13, 2026By
IMM Averroes FAI Umsida Tebar Takjil dan Semangat Humanitas Ramadan
March 12, 2026By
Islam Mengajarkan Kemudahan Ibadah dalam Setiap Kondisi Kehidupan Manusia
March 11, 2026By

Prestasi

Berkah Ramadan, Mahasiswa FAI Umsida Juara 1 Tahfidz Internasional 30 Juz
March 14, 2026By
Disiplin dan Manajemen Waktu Mahasiswa FAI Umsida Berbuah Medali Perak Tapak Suci
January 4, 2026By
Dari Kampus ke Arena Yuhsin Amali Buktikan Latihan Konsisten Berbuah Prestasi
January 3, 2026By
Tak Gentar Cedera, Hikmah Sabet Emas di Unesa Pencak Silat Challenge III
December 28, 2025By
Debut di UPSCC III Unesa, Mahasiswa FAI Ini Langsung Sabet Emas
December 27, 2025By
Abdurrasheed Almarruf, Mahasiswa PBA Umsida Raih Medali Perunggu Taekwondo pada Laga Perdana
December 17, 2025By
Angkat Isu Etika Islami, TIM PKM FAI Umsida Raih Juara 3 RSH-2 PIMTANAS PTMA 2025
December 15, 2025By
 2 Mahasiswa FAI Umsida Raih Gold Medal PMAP International Innovation Day 2025 di UniSZA
December 12, 2025By

Penelitian

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu Aisyiyah Kenongo Dibekali Literasi Bisnis Syariah dan Teknologi AI
February 10, 2026By
Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By
ghibah
Mahasiswa FAI Umsida Kembangkan Model Pengendalian Ghibah Syar’i untuk Bangun Budaya Etika Islami
October 16, 2025By
Abdimas FAI Umsida Kembangkan PAUD Aisyiyah Wonoayu melalui Model Flipped Classroom
May 6, 2025By
Tim Abdimas FAI Umsida Lakukan Pelatihan Marketing Untuk Memberdayakan Unit Usaha Wakaf Produktif
September 11, 2024By
Bahas Psikologi Belajar, Dosen FAI Umsida Lakukan Abdimas Internasional di Malaysia
September 4, 2024By
Abdimas Internasional di PCIM Malaysia, Dosen Pesya FAI UMSIDA Lakukan Literasi Keuangan Bersama PMI
September 3, 2024By
Para Orang Tua ABK Ikuti Sosialisasi Penelitian Website Theraphy Al-Qur’an Bersama PAI Umsida
September 2, 2024By