Fai.umsida.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar Kajian Ramadan 1447 Hijriah yang diikuti jajaran struktural Fakultas Agama Islam (FAI) bersama dosen, pimpinan unit, dan tenaga kependidikan pada Kamis, 26 Februari 2026 di Auditorium K H Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida,
Baca Juga: Konsolidasi Polhukam BEM FAI Umsida Bahas Kasus Dugaan Kekerasan Polisi
sebagai ikhtiar penguatan spiritual sekaligus penguatan mutu dan reputasi perguruan tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) melalui rangkaian tadarus, sambutan pembuka, pemaparan materi strategis, dan pembimbingan ibadah sesuai tuntunan Muhammadiyah.
Tadarus dan Pesan Pembuka Ramadan
Kegiatan Kajian Ramadan 1447 H dibuka sejak pagi dengan tadarus bersama yang dipandu Anis Farihah MThI. Suasana pembuka ini menegaskan bahwa kajian tidak sekadar forum akademik, tetapi juga ruang penyegaran ruhani bagi seluruh sivitas akademika yang hadir, termasuk struktural FAI Umsida yang mengikuti kegiatan dari awal.
Setelah tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan opening speech yang disampaikan Ir Tamhid Masyhudi. Dalam sambutannya, ia menekankan Ramadan sebagai momen memetik hasil dari proses ibadah dan penguatan spiritual yang telah dibangun pada bulan-bulan sebelumnya. Ia menyampaikan pengandaian yang mudah ditangkap peserta untuk merawat kesadaran ibadah secara bertahap.
“Rajab adalah bulan menanam, Sya’ban bulan merawat, dan Ramadan adalah bulan panen,” tuturnya.
Ir Tamhid juga menyinggung tema kegelisahan yang sering dialami manusia. Menurutnya, kegalauan adalah bagian dari naluri, tetapi tidak boleh menjadi alasan seseorang kehilangan arah. Ia mengingatkan peserta agar tidak berputus asa dari rahmat Allah, serta mendorong kebiasaan kembali kepada Allah ketika merasa jatuh atau salah langkah.
“Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Apa pun kesalahan kita, segera kembali dan memohon ampun kepada-Nya,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Ir Tamhid mengajak seluruh civitas akademika untuk terus menanam kebaikan dan karya, selaras dengan pesan hadis Nabi tentang tetap menanam benih meski esok hari kiamat. Pesan ini menjadi penekanan moral bagi seluruh peserta, termasuk struktural FAI Umsida, bahwa budaya kerja dan kontribusi nyata harus berjalan seiring dengan keteguhan nilai.
FAI Memperkuat Spiritualitas dan Budaya Karya
Kehadiran struktural FAI Umsida dalam Kajian Ramadan 1447 H memiliki makna strategis karena forum ini menautkan spiritualitas dengan agenda peningkatan mutu institusi. FAI sebagai pusat penguatan nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan kampus membutuhkan ruang-ruang konsolidasi nilai agar praksis pendidikan Islam berkemajuan tidak berhenti pada jargon, tetapi mengalir dalam budaya kerja, layanan, dan cara memimpin.
Tema besar kegiatan, “Penguatan Mutu dan Reputasi PTMA untuk Islam Berkemajuan,” menempatkan kualitas sebagai orientasi utama. Dalam konteks itu, struktural FAI yang hadir tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi membawa mandat moral untuk menerjemahkan semangat Ramadan ke dalam pembenahan tata kelola, penguatan SDM, pelayanan akademik, serta pembinaan AIK yang konsisten.
Ramadan dalam kegiatan ini diposisikan sebagai momentum “penyadaran,” bahwa mutu dan reputasi tidak mungkin dibangun dengan ritme kerja yang putus-putus. Kuatnya fondasi spiritual justru menjadi energi untuk melahirkan keberanian berbenah, keteguhan menjaga integritas, dan kemampuan bersinergi.
Rangkaian Kegiatan Sehari Penuh
Kajian berlangsung sejak pagi hingga sore. Setelah sesi pembuka, peserta mengikuti pemaparan materi dari narasumber yang membahas strategi peningkatan mutu dan reputasi PTMA, pemaknaan core values dan tagline Umsida, hingga risalah Islam berkemajuan dan implementasinya dalam peningkatan mutu serta reputasi.
Rangkaian kegiatan juga diselingi istirahat dan salat Dzuhur berjamaah, sebelum dilanjutkan dengan pembimbingan Baitul Qur’an (BQ) dan praktik ibadah wajib seperti wudhu, salat, serta bacaan sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah. Dalam sesi ini, peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga melakukan praktik langsung dengan pendampingan fasilitator.
Baca Juga: Pendidikan Islam Berkemajuan Jadi Topik Kajian Ramadan Umsida 1447 H
Kegiatan Kajian Ramadan 1447 H menjadi ruang pertemuan antara penguatan nilai dan penguatan strategi kelembagaan. Kehadiran struktural FAI Umsida dalam forum ini menegaskan komitmen FAI untuk ikut mengawal arah penguatan mutu kampus yang tetap bertumpu pada nilai Islam berkemajuan.
Sumber: Rilis Umsida.ac.id, Kajian Ramadan 1447 H, 26 Februari 2026.


























