Fai.Umsida.ac.id – Komisariat IMM Averroes Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) turut ambil bagian dalam ajang Semarak Milad IMM ke-62 yang digelar oleh IMM Sidoarjo pada akhir Februari hingga awal Maret 2026 di Sport Center SMAMDA dan Lapangan Sumorame.
Baca Juga: Aset Kripto dalam Islam Tidak Otomatis Haram Ini Penjelasan Dosen Umsida
Dalam kompetisi tahunan antar komisariat tersebut, IMM Averroes berhasil menorehkan capaian membanggakan dengan menempati posisi kedua sementara klasemen umum melalui total 435 poin.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad IMM ke-62 sekaligus ruang silaturahmi kader melalui kompetisi yang menonjolkan sportivitas, solidaritas, dan semangat kebersamaan. Melalui tajuk IMM Milad Competition, seluruh kader dan keluarga besar IMM diajak menunjukkan bahwa kader IMM tidak hanya unggul dalam intelektualitas, tetapi juga kuat dalam kolaborasi, daya juang, dan semangat berkompetisi secara sehat.
Dalam materi publikasi kegiatan, panitia menghadirkan sejumlah cabang perlombaan seperti futsal, voli, badminton, debat, vlog, dan Mobile Legends. Dari seluruh cabang yang dipertandingkan, Komisariat Averroes tampil cukup konsisten dan mampu mengumpulkan poin dari berbagai nomor lomba, sehingga mengantarkan nama IMM FAI Umsida berada di papan atas klasemen tingkat Umsida.
Bukti kekompakan kader IMM FAI Umsida
Keikutsertaan IMM Averroes dalam Semarak Milad IMM ke-62 tidak dapat dibaca sekadar sebagai partisipasi formal. Hasil klasemen menunjukkan bahwa komisariat ini tampil merata di beberapa cabang, baik pada kategori olahraga maupun kompetisi gagasan. Hal itu menandakan bahwa kekuatan kader Averroes tidak hanya terletak pada satu bidang tertentu, tetapi tersebar dalam banyak potensi.
Berdasarkan data klasemen yang beredar, total 435 poin yang diraih Averroes berasal dari beberapa kontribusi penting. Pada cabang futsal immwati, Averroes mengoleksi 100 poin, lalu pada futsal immawan meraih 75 poin. Di cabang voli immwati dan voli immawan, masing-masing menyumbang 75 poin. Sementara itu, pada cabang debat, Averroes memperoleh 60 poin, lalu 25 poin dari badminton immwati, serta 25 poin dari Mobile Legends.
Sebaran poin tersebut menunjukkan satu hal penting: Averroes tidak bergantung pada satu tim atau satu cabang saja. Ada kontribusi dari berbagai lini, baik dari immawati maupun immawan. Ini merupakan indikator bahwa kultur kaderisasi yang hidup di IMM FAI Umsida berhasil membentuk kader yang siap bertanding, siap bekerja sama, dan siap membawa nama komisariat dengan penuh tanggung jawab.
Di tengah kompetisi yang mempertemukan banyak komisariat di Umsida, konsistensi seperti ini justru lebih bernilai daripada kemenangan sesaat pada satu cabang tertentu. Posisi kedua klasemen umum memperlihatkan bahwa IMM Averroes mampu menjaga performa secara menyeluruh selama rangkaian perlombaan berlangsung.
Posisi kedua tingkat Umsida menjadi capaian strategis
Hasil akhir klasemen menempatkan Al-Khawarizmi di posisi pertama dengan 525 poin, sedangkan Averroes berada di posisi kedua dengan 435 poin. Di bawahnya terdapat komisariat lain seperti Komisariat Pertanian/Komperta dengan 380 poin dan An-Nur dengan 375 poin. Selisih ini menegaskan bahwa Averroes bukan hanya ikut meramaikan agenda milad, tetapi benar-benar menjadi salah satu komisariat dengan perolehan poin paling menonjol di lingkungan Umsida.
Capaian ini penting bagi IMM FAI Umsida karena memberi pesan bahwa kader FAI mampu bersaing secara sehat di tingkat universitas. Dalam konteks organisasi mahasiswa, prestasi seperti ini bukan hanya soal angka. Di balik angka itu ada proses latihan, koordinasi tim, pembagian peran, komunikasi antarkader, hingga komitmen menjaga nama baik komisariat selama perlombaan.
Kompetisi tahunan semacam ini juga menjadi sarana pembelajaran organisasi yang konkret. Kader belajar tentang disiplin waktu, strategi, kerja sama, hingga mental bertanding. Pada saat yang sama, mereka juga belajar menerima hasil dengan lapang dan tetap menjadikan ukhuwah sebagai nilai utama. Itu sebabnya, Semarak Milad IMM ke-62 tidak hanya penting sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang pembinaan kader yang lebih hidup dan membumi.
Bagi IMM Averroes, posisi kedua ini layak dibaca sebagai buah dari kerja kolektif. Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa kader IMM FAI Umsida memiliki modal sosial yang kuat untuk terus berkembang, baik di bidang intelektual, olahraga, maupun kreativitas organisasi. Semangat milad yang diusung panitia—sportivitas, solidaritas, dan kebersamaan—terlihat nyata dalam capaian yang diraih Averroes.
Menjaga tradisi berprestasi dan kebersamaan
Keberhasilan IMM Averroes menempati posisi kedua klasemen umum Semarak Milad IMM ke-62 menjadi catatan positif bagi FAI Umsida. Prestasi ini bukan akhir, melainkan titik pijak untuk menjaga tradisi partisipasi aktif sekaligus memperkuat kultur berprestasi di tubuh komisariat.
Baca Juga: Belajar Kelola Emosi Saat Ramadan, Pakar Umsida: Impactnya Harus berlanjut
Lebih dari sekadar lomba, Semarak Milad IMM ke-62 menjadi pengingat bahwa gerakan kader tidak hanya hidup di ruang diskusi dan forum intelektual, tetapi juga tumbuh dalam kebersamaan, kekompakan, dan semangat fastabiqul khairat. Dari lapangan pertandingan hingga arena debat, kader IMM FAI Umsida menunjukkan bahwa mereka siap hadir, siap berproses, dan siap memberi kontribusi terbaik bagi organisasi.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

























