Fai.umsida.ac.id — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Averroes Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) menggelar Rencana Tindak Lanjut (RTL) Humanitas pada Jumat–Sabtu, 8–9 Mei 2026, di SD Muhammadiyah 11 Randegan.
Baca Juga: Mahasiswa PAI dan IMM FAI Raih Prestasi dalam Awarding Liga Prestasi Umsida 2026
Kegiatan ini diikuti siswa-siswi sekolah setempat sebagai bentuk pendampingan karakter melalui pembelajaran, kebersamaan, penguatan spiritual, dan aktivitas edukatif yang dikemas secara menyenangkan.
Mahasiswa Hadir dalam Pendampingan Karakter Siswa
RTL Humanitas menjadi salah satu bentuk implementasi nilai kemahasiswaan yang tidak hanya berhenti pada ruang diskusi organisasi. Melalui kegiatan ini, kader IMM Komisariat Averroes FAI Umsida hadir langsung di lingkungan pendidikan dasar untuk memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan siswa.
Kegiatan dimulai pada Jumat sore pukul 14.30 WIB dengan proses kedatangan dan check-in peserta. Para siswa disambut oleh panitia sebelum mengikuti rangkaian pembukaan. Tepat pukul 15.30 WIB, acara resmi dibuka oleh MC, Immawati Alfi Rahmah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Immawan Ahmad Sahril.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars IMM. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Immawan Dimas Adam Seto, Ketua Komisariat Immawati Atiyatul Ulyani Naila, Ketua Koordinator Komisariat Immawan Muhammad Ghulam Saifullah, serta Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 11 Randegan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa RTL Humanitas bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa, persyarikatan, dan sekolah dalam mendukung pembentukan karakter siswa sejak dini.
Surat Cinta untuk Ayah Bunda Jadi Ruang Refleksi
Salah satu sesi utama dalam RTL Humanitas adalah materi bertajuk Surat Cinta untuk Ayah Bunda yang disampaikan oleh Immawan Dhavi pada pukul 16.15 WIB. Materi ini dirancang untuk mengajak siswa memahami kembali peran orang tua dalam kehidupan mereka.
Melalui sesi tersebut, siswa diajak menumbuhkan rasa cinta, syukur, dan penghargaan kepada ayah dan bunda. Pendekatan ini menjadi penting karena pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan atau kepatuhan, tetapi juga kemampuan anak mengenali kasih sayang, berterima kasih, dan menghargai orang-orang terdekat.
Setelah penyampaian materi, peserta dibagi ke dalam kelompok kecil. Pembagian kelompok ini bertujuan agar proses pendampingan berjalan lebih dekat dan komunikatif. Para pendamping mendampingi siswa untuk berdiskusi, mengenal teman satu kelompok, serta mengikuti rangkaian aktivitas dengan lebih terarah.
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan tayangan video edukatif dan motivatif. Agenda ini menjadi pengantar sebelum peserta mengikuti Makrab atau Malam Keakraban dan Api Unggun. Dalam sesi tersebut, peserta menampilkan yel-yel kelompok, talent show, ice breaking, hingga kegiatan reflektif bertajuk Langit Harapan.
Langit Harapan menjadi salah satu momen yang memberi ruang bagi siswa untuk menanamkan cita-cita dan harapan masa depan. Melalui aktivitas ini, peserta tidak hanya diajak bermain, tetapi juga belajar mengenal impian, keberanian menyampaikan harapan, serta pentingnya memiliki tujuan hidup sejak usia sekolah dasar.
Penguatan Spiritual dan Kerja Sama Menutup Kegiatan
Keunikan RTL Humanitas IMM Komisariat Averroes Umsida juga terlihat dari agenda dini hari. Pada Sabtu pukul 03.00 WIB, seluruh peserta dibangunkan untuk mempersiapkan Shalat Tahajud. Ibadah tersebut dipimpin oleh Immawan Hafiz, kemudian dilanjutkan dengan Shalat Subuh berjamaah.
Setelah itu, peserta mengikuti halaqah dan dzikir pagi bersama yang dipimpin oleh Immawati Isaura. Rangkaian ini menjadi bagian dari penguatan spiritualitas siswa. Dengan membiasakan ibadah bersama, kegiatan RTL Humanitas berupaya menanamkan nilai religius dalam pengalaman yang nyata dan mudah diingat oleh peserta.
Memasuki pagi hari, suasana kegiatan berubah lebih ceria melalui senam bersama yang dipandu oleh panitia. Aktivitas fisik ini dilanjutkan dengan fun game, yaitu Tebak Gaya dan Lempar Air. Kedua permainan tersebut dirancang untuk membangun kekompakan, kerja sama tim, keberanian, serta keceriaan peserta.
Setelah rangkaian permainan selesai, peserta melanjutkan kegiatan sarapan dan bersih diri. Acara kemudian resmi ditutup pada pukul 08.45 WIB, sebelum siswa-siswi pulang pada pukul 09.00 WIB.
Baca Juga: Dosen Umsida: Dampak Pelecehan Seksual Tak Hanya Psikologis
Melalui RTL Humanitas, IMM Komisariat Averroes Umsida menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberi kontribusi nyata bagi pembentukan generasi muda yang cerdas, berakhlak, peduli, dan berjiwa kemanusiaan.
Penulis: Raniah























