Fai.umsida.ac.id — Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) menggelar seminar internasional bertajuk Halal Lifestyle in the Era of Society 5.0: Bridging Faith, Food, and Education pada Selasa (26/5/2026) di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1 Umsida.
Baca Juga: Hadirkan Pakar Internasional, FAI Umsida Gelar Kuliah Tamu Kuatkan Pemahaman Al-Qur’an
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah FAI Umsida dalam memperkuat peran akademik di tingkat internasional, khususnya dalam membahas gaya hidup halal sebagai isu penting di era perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Seminar tersebut menghadirkan akademisi dari lima negara, yakni Mesir, Sudan, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Indonesia.
Sekitar 600 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari siswa SMA mitra FAI Umsida, guru pendamping, mahasiswa, dosen, serta mitra internasional. Selain menjadi forum keilmuan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Umsida dan sejumlah mitra luar negeri.
FAI Umsida Hadirkan Forum Akademik Lintas Negara
Seminar internasional ini menjadi ruang pertemuan akademik yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai halal lifestyle. FAI Umsida tidak hanya menempatkan halal sebagai pembahasan keagamaan, tetapi juga sebagai nilai yang berkaitan dengan pendidikan, budaya, ekonomi, makanan, dan kehidupan sosial masyarakat modern.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah pembicara dari berbagai negara. Dari Indonesia, Wakil Rektor I Umsida, Prof Dr Hana Catur Wahyuni ST MT IPM, dan A’yunina Mahanani Lc MH hadir sebagai keynote speaker.
Selain itu, seminar ini menghadirkan Prof Dr Ahmad Muhammad At-Toukhi dari Mesir, Prof Dr Faisal Mahmoud Adam Ibrahim dari Sudan, Dr Achmad Yani MA dari Brunei Darussalam, serta Dr Siti Syahirah Saffinee dari Malaysia.
Kehadiran para akademisi internasional tersebut menunjukkan komitmen FAI Umsida dalam membuka ruang dialog lintas negara. Melalui forum ini, isu halal lifestyle dibahas tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman, praktik, dan tantangan yang dihadapi oleh berbagai negara.
Halal Lifestyle Menjadi Nilai Kehidupan Modern
Dekan FAI Umsida, Dr Ida Rindaningsih MPd, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, dosen, sekolah, dan peserta yang telah mendukung terselenggaranya seminar internasional ini. Ia menilai tema halal lifestyle sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat menuntut masyarakat untuk memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai nilai halal. Halal tidak cukup dipahami sebatas makanan, tetapi perlu ditempatkan sebagai prinsip kehidupan yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.
“Konsep halal tidak lagi dimaknai sebatas makanan, tetapi menjadi nilai kehidupan yang mencakup pendidikan, budaya, ekonomi, dan peradaban,” ujarnya.
Dr Ida menegaskan bahwa masyarakat modern tidak cukup hanya cerdas secara intelektual. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, masyarakat juga perlu memiliki fondasi spiritual dan moral yang kuat.
Karena itu, FAI Umsida memandang pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang adaptif, kritis, dan tetap berpegang pada nilai keislaman. Seminar internasional ini diharapkan mampu menjadi wadah pertukaran gagasan untuk mengembangkan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kami berharap konferensi ini membawa manfaat, melahirkan kerja sama yang berkelanjutan, dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun peradaban yang berilmu, beriman, dan berkemajuan,” ungkapnya.
Internasionalisasi FAI Umsida Terus Diperkuat
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi FAI Umsida. Melalui seminar internasional dan kerja sama lintas negara, FAI Umsida berupaya memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi riset, serta menghadirkan pengalaman global bagi mahasiswa dan civitas akademika.
Rektor Umsida, Dr Hidayatulloh MSi, dalam sambutannya turut memperkenalkan perkembangan dan capaian Umsida sebagai perguruan tinggi yang terus meningkatkan kualitas akademik dan reputasi institusi.
“Alhamdulillah, Umsida terus berkembang tidak hanya dari sisi jumlah program studi, tetapi juga kualitas akademik dan reputasi institusi,” tuturnya.
Ia menyampaikan bahwa internasionalisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan Umsida. Melalui kegiatan seperti ini, Umsida dan FAI dapat memperkuat kontribusi akademik di tingkat global, terutama dalam isu-isu strategis yang berkaitan dengan Islam, pendidikan, dan masyarakat modern.
Dr Hidayatulloh juga menyoroti bahwa halal lifestyle kini semakin diminati masyarakat dunia, termasuk kalangan nonmuslim. Fenomena ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam memiliki daya tarik universal ketika dihadirkan dalam bentuk prinsip hidup yang bersih, sehat, etis, dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Prof Hana: Halal Lifestyle Bukan Sekadar Tren
Dengan terselenggaranya seminar internasional ini, FAI Umsida semakin menegaskan perannya sebagai fakultas yang aktif membangun jejaring global. Tidak hanya sebagai penyelenggara kegiatan akademik, FAI Umsida juga berupaya menghadirkan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan berkemajuan.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi


























