Kemahasiswaan FAI Umsida Soroti Halalan Tayyiban dalam Gaya Hidup Masyarakat Digital

Fai.umsida.ac.id — Kemahasiswaan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida), A’yunina Mahanani Lc MH, menjadi salah satu narasumber dari Indonesia dalam seminar internasional bertajuk Halal Lifestyle in the Era of Society 5.0: Bridging Faith, Food, and Education,pada Selasa (26/5/2026) di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kampus 1 Umsida.

Baca Juga: Dekan FAI Umsida Tegaskan Halal Lifestyle sebagai Nilai Peradaban

Dalam forum internasional tersebut, A’yunina membahas pentingnya memahami konsep halal lifestyle secara lebih luas, terutama di tengah perkembangan teknologi pangan, perubahan perilaku konsumsi, dan kuatnya pengaruh media digital terhadap pilihan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa gaya hidup halal pada era modern tidak cukup hanya dilihat dari status halal suatu produk. Lebih dari itu, masyarakat perlu memahami aspek kebaikan, keamanan, kesehatan, dan dampak konsumsi terhadap kehidupan sehari-hari.

Halal Lifestyle Tidak Cukup Berhenti pada Label Halal

Dalam pemaparannya, A’yunina mengaitkan isu halal lifestyle dengan konsep urf fikih dan gastronomi modern. Ia menjelaskan bahwa gastronomi berkaitan dengan makanan, rasa, cara konsumsi, hingga pengalaman manusia dalam menikmati makanan.

Menurutnya, perkembangan Society 5.0 membuat manusia berhadapan dengan berbagai inovasi baru di bidang makanan. Salah satunya adalah munculnya daging hasil teknologi laboratorium atau makanan alternatif yang menyerupai produk hewani, tetapi tidak berasal langsung dari hewan ternak.

Ia mengajak peserta untuk berpikir kritis terhadap perubahan tersebut. Masyarakat tidak boleh hanya melihat makanan dari sisi menarik, viral, atau estetis, tetapi juga perlu memperhatikan dasar kehalalan dan kebaikannya.

“Halal dan baik itu tidak boleh merusak kesehatan. Sesuatu yang merusak tidak termasuk dalam prinsip yang dapat diterima sebagai makanan yang baik,” jelasnya.

A’yunina juga menyoroti bagaimana media sosial dan algoritma digital ikut membentuk kebiasaan konsumsi masyarakat. Konten makanan yang menarik secara visual dapat mendorong orang untuk membeli atau mencoba suatu produk, meskipun belum tentu mempertimbangkan aspek kesehatan dan nilai halal secara utuh.

Urf Shahih dan Urf Fasid dalam Konsumsi Modern

Dalam paparannya, A’yunina menjelaskan bahwa kebiasaan masyarakat dalam menerima suatu produk dapat dilihat melalui dua kategori, yaitu urf shahih dan urf fasid. Urf shahih merupakan kebiasaan yang dapat diterima karena tidak bertentangan dengan nilai syariat dan tidak membawa kerusakan. Sementara itu, urf fasid adalah kebiasaan yang diterima masyarakat, tetapi mengandung unsur yang bermasalah atau bertentangan dengan prinsip kebaikan.

Ia memberikan contoh dalam dunia konten makanan. Sebuah konten mungkin ingin menunjukkan makanan halal, tetapi cara penyajiannya justru menggunakan unsur yang tidak sesuai dengan nilai Islam. Dalam kondisi seperti itu, masyarakat perlu mampu membedakan antara tampilan luar yang menarik dan substansi nilai yang terkandung di dalamnya.

“Ketika ingin menunjukkan makanan halal, cara penyajiannya juga harus tetap memperhatikan nilai yang benar. Jangan sampai sesuatu yang ingin ditampilkan sebagai halal justru dicampuri unsur yang tidak sesuai,” ujarnya.

Menurutnya, pembahasan halal lifestyle harus masuk pada aspek yang lebih mendalam. Halal bukan hanya soal boleh atau tidak boleh dikonsumsi, tetapi juga berkaitan dengan cara produksi, cara pemasaran, komposisi bahan, serta dampaknya terhadap tubuh manusia.

A’yunina juga menyinggung tantangan makanan ultra proses. Ia menjelaskan bahwa beberapa produk makanan modern dibuat bukan semata-mata untuk menjaga kesehatan, tetapi lebih banyak mengejar rasa, tampilan, kepraktisan, dan daya tarik pasar.

Karena itu, ia menegaskan bahwa prinsip halalan tayyiban harus menjadi pegangan penting dalam menghadapi perkembangan industri pangan modern.

FAI Umsida Dorong Kesadaran Kritis terhadap Produk Halal

A’yunina turut menyoroti pentingnya regulasi dan edukasi dalam menjaga kualitas produk halal. Ia menyampaikan bahwa masyarakat perlu didorong untuk tidak hanya memperhatikan label halal, tetapi juga memahami kandungan gizi, kadar gula, garam, bahan tambahan pangan, dan pola pemasaran produk.

Ia mencontohkan beberapa inisiatif yang dapat dilakukan, seperti penggunaan label nutrisi digital, pembatasan bahan tambahan secara berlebihan, pengendalian kadar gula dan garam, serta pembatasan pemasaran produk tidak sehat kepada anak-anak.

Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang rentan terhadap pengaruh pemasaran makanan. Warna cerah, tampilan menarik, dan strategi iklan yang agresif dapat mendorong anak memilih produk tanpa memahami dampak kesehatannya.

“Konsep halalan tayyiban juga perlu dibaca dalam konteks pemasaran. Produk yang halal tetap harus memperhatikan aspek kesehatan, terutama ketika menyasar anak-anak,” ungkapnya.

Selain itu, A’yunina juga menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menyamakan pemahaman tentang standar halal. Menurutnya, perbedaan fatwa dan regulasi halal di beberapa negara dapat memengaruhi proses ekspor, distribusi, dan penerimaan produk makanan.

Ia juga menyinggung pentingnya teknologi seperti blockchain traceability dan Internet of Things untuk membantu masyarakat menelusuri asal-usul produk, proses produksi, hingga distribusinya. Dengan teknologi tersebut, konsumen dapat lebih mudah mengetahui apakah produk yang dikonsumsi sesuai dengan prinsip halal dan baik.

Melalui pemaparan tersebut, FAI Umsida menegaskan bahwa isu halal lifestyle perlu dikaji secara komprehensif. Tidak hanya dari sisi hukum halal, tetapi juga dari aspek pendidikan, kesehatan, teknologi, budaya konsumsi, dan etika pemasaran.

Kehadiran A’yunina Mahanani Lc MH dalam forum internasional ini menjadi bagian dari kontribusi FAI Umsida dalam memperkuat literasi halal di tengah masyarakat modern. Seminar ini juga menunjukkan bahwa FAI Umsida terus mengambil peran dalam membangun pemahaman Islam yang adaptif, kritis, dan relevan dengan tantangan zaman.

Berita Terkini

FAI Umsida Terlahir Kembali dalam Wajah Baru FPSI
June 4, 2026By
HIMA PAI Umsida Dorong Pendidikan Inklusif Melalui Seminar ABK
June 3, 2026By
Halal Voyage Pererat Kolaborasi FAI Umsida dan USIM
June 1, 2026By
Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Ma’had Umar bin Khattab Jalin MoA dengan ASAS Institute Quran
May 29, 2026By
Visiting Lecture dan Kerja Sama Internasional FAI Umsida Perkuat Kolaborasi Akademik Global di Malaysia
May 28, 2026By
FAI Umsida Perkuat Jejaring Global Lewat Konferensi Halal Lifestyle
May 27, 2026By
Hadirkan Pakar Internasional, FAI Umsida Gelar Kuliah Tamu Kuatkan Pemahaman Al-Qur’an
May 26, 2026By
Mahasiswa S2 MPI Umsida Observasi Pendidikan Anak PMI di Malaysia
May 25, 2026By

Prestasi

Irji Ulchaq Kembali Raih Juara Nasional MHQ 10 Juz
June 4, 2026By
IMM FAI Umsida Raih Terbaik 3 PK Ormawa dalam Liga Prestasi 2026
May 8, 2026By
Mahasiswa PAI dan IMM FAI Raih Prestasi dalam Awarding Liga Prestasi Umsida 2026
May 7, 2026By
Selamat dan Sukses! FAI Umsida Raih Jabatan Lektor Kepala untuk Tiga Dosen
April 30, 2026By
4 Dosen FAI Umsida Lolos Pendanaan Kemendiktisaintek 2026
April 27, 2026By
Taklukkan Lawan Berpengalaman, Yuhsin Raih Emas Paku Bumi Open 2026
April 14, 2026By
Diuji Mental, Fadlan Azmy Tetap Bawa Pulang Juara 2 Paku Bumi Open 2026
April 13, 2026By
Disiplin dan Fokus Antar Fitri Raih Juara 2 di Paku Bumi Open 2026
April 10, 2026By

Penelitian

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu Aisyiyah Kenongo Dibekali Literasi Bisnis Syariah dan Teknologi AI
February 10, 2026By
Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By
ghibah
Mahasiswa FAI Umsida Kembangkan Model Pengendalian Ghibah Syar’i untuk Bangun Budaya Etika Islami
October 16, 2025By
Abdimas FAI Umsida Kembangkan PAUD Aisyiyah Wonoayu melalui Model Flipped Classroom
May 6, 2025By
Tim Abdimas FAI Umsida Lakukan Pelatihan Marketing Untuk Memberdayakan Unit Usaha Wakaf Produktif
September 11, 2024By
Bahas Psikologi Belajar, Dosen FAI Umsida Lakukan Abdimas Internasional di Malaysia
September 4, 2024By
Abdimas Internasional di PCIM Malaysia, Dosen Pesya FAI UMSIDA Lakukan Literasi Keuangan Bersama PMI
September 3, 2024By
Para Orang Tua ABK Ikuti Sosialisasi Penelitian Website Theraphy Al-Qur’an Bersama PAI Umsida
September 2, 2024By