Fai.umsida.ac.id – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Agama Islam atau IMM FAI Umsida berhasil meraih predikat Terbaik 3 dalam kategori Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan PK Ormawa pada Awarding Internal Liga Prestasi Umsida Tahun 2026
Baca Juga: Mahasiswa PAI dan IMM FAI Raih Prestasi dalam Awarding Liga Prestasi Umsida 2026
pengumuman ini diumumkan oleh Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada 27 April 2026 di Sidoarjo sebagai bentuk apresiasi terhadap gagasan inovatif organisasi mahasiswa.

IMM FAI Angkat Gagasan Desa Bijak Gadget
Dalam ajang tersebut, IMM FAI mengusung proposal berjudul Inovasi Desa Bijak Gadget Watuagung sebagai Model Pemberdayaan Pariwisata Edukatif Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung SDGs 4 8 dan 11. Proposal ini diketuai oleh Silfiana Tri Handayani.
Gagasan Desa Bijak Gadget menjadi salah satu bentuk kepedulian IMM FAI terhadap persoalan literasi digital di masyarakat. Penggunaan gawai yang semakin masif tidak cukup hanya dipahami sebagai bagian dari perkembangan teknologi, tetapi juga perlu diarahkan agar memberi manfaat edukatif, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat desa.
Melalui proposal ini, IMM FAI berupaya menghadirkan konsep pemberdayaan yang tidak berhenti pada penyadaran penggunaan teknologi secara bijak. Lebih jauh, gagasan tersebut menghubungkan literasi digital dengan pengembangan pariwisata edukatif berbasis kearifan lokal. Artinya, desa tidak hanya menjadi objek program, tetapi juga ditempatkan sebagai ruang tumbuhnya potensi masyarakat melalui pendidikan, kreativitas, dan penguatan identitas lokal.
Fokus pada Watuagung juga memperlihatkan bahwa program yang dirancang IMM FAI memiliki basis lokasi yang jelas. Hal ini penting karena PK Ormawa tidak hanya menilai kuat atau tidaknya ide di atas kertas, tetapi juga melihat relevansi program dengan kebutuhan masyarakat sasaran.
Prestasi yang Menunjukkan Peran Strategis Organisasi Mahasiswa
Capaian Terbaik 3 dalam PK Ormawa menjadi bukti bahwa IMM FAI mampu bersaing dengan organisasi mahasiswa lain di lingkungan Umsida. Dalam daftar pemenang, Terbaik 1 diraih oleh Himpunan Mahasiswa Prodi PBI melalui proposal Griya Ngilmu Penguatan Literasi Multidimensi dan Literasi Perikanan Desa Plumbon Berbasis Andragogi Pedagogi Menuju Desa Cerdas SDGs 4 dan 8.
Sementara itu, Terbaik 2 diraih oleh Himpunan Mahasiswa Prodi PGSD melalui proposal SANGGAR GREEN GEN Pemberdayaan Literasi Sains dan Lingkungan Melalui Edukasi STEM Berbasis Ecopedagogi di Desa Solokuro.
Di tengah persaingan tersebut, posisi IMM FAI sebagai Terbaik 3 tetap menjadi capaian penting. Prestasi ini menunjukkan bahwa organisasi otonom mahasiswa di lingkungan Fakultas Agama Islam tidak hanya aktif dalam kaderisasi dan kegiatan keislaman, tetapi juga memiliki kemampuan merancang program sosial yang berbasis riset, kebutuhan masyarakat, serta arah pembangunan berkelanjutan.
PK Ormawa sendiri menuntut organisasi mahasiswa untuk memiliki gagasan pemberdayaan yang terencana, berdampak, dan dapat dijalankan secara nyata. Karena itu, keberhasilan IMM FAI menjadi sinyal positif bahwa mahasiswa FAI Umsida memiliki kapasitas dalam membaca masalah sosial sekaligus menawarkan solusi program yang kreatif.
Gagasan Desa Bijak Gadget juga relevan dengan tantangan masyarakat saat ini. Di satu sisi, teknologi digital membuka peluang besar dalam pendidikan, promosi desa, ekonomi kreatif, hingga pariwisata. Namun di sisi lain, penggunaan gawai yang tidak terarah dapat memunculkan masalah baru, seperti rendahnya literasi digital, ketergantungan teknologi, dan kurang optimalnya pemanfaatan media digital untuk pengembangan potensi lokal.
Dorongan bagi Mahasiswa FAI untuk Terus Berinovasi
Prestasi IMM FAI dalam Awarding Internal Liga Prestasi Umsida 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa FAI lainnya untuk semakin aktif mengembangkan ide, mengikuti program kompetitif, dan memperluas kontribusi organisasi mahasiswa bagi masyarakat.
Kemenangan ini juga memperkuat posisi FAI Umsida sebagai lingkungan akademik yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga berani masuk dalam ruang pengabdian, pemberdayaan, dan inovasi sosial.
Melalui proposal Desa Bijak Gadget, IMM FAI menunjukkan bahwa nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, literasi digital, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan. Organisasi mahasiswa tidak seharusnya hanya menjadi ruang aktivitas internal kampus, tetapi juga menjadi wadah pembentukan kepemimpinan, kepekaan sosial, dan kemampuan menghadirkan perubahan nyata.
Awarding Liga Prestasi Umsida Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik personal, tetapi juga dari kemampuan organisasi dalam merancang program yang berdampak. IMM FAI telah menunjukkan bahwa gagasan yang lahir dari organisasi mahasiswa dapat menjadi kontribusi konkret bagi masyarakat.
Baca Juga: Ikan Sapu-Sapu Disebut “Pembersih”, Mengapa Justru Jadi Ancaman Lingkungan?
Dengan raihan Terbaik 3 PK Ormawa ini, IMM FAI Umsida diharapkan semakin konsisten mengembangkan program pemberdayaan yang relevan, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Fakultas Agama Islam mampu tampil kompetitif dalam ruang inovasi tingkat universitas.
Sumber: Surat Pengumuman Pemenang Awarding Liga Prestasi Umsida Tahun 2026 Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
























