Fai.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan kunjungan akademik ke Maahad Tahfiz Nur Hikmah, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Kunjungan S2 MPI Umsida ke KBRI Kuala Lumpur Bahas Pendidikan Anak PMI
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda internasional S2 MPI Umsida untuk mempelajari secara langsung tata kelola lembaga pendidikan Islam berbasis tahfiz dan asrama. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengamati sistem pengelolaan pendidikan yang memadukan hafazan Al-Qur’an, pembelajaran akademik, penguasaan bahasa, serta pembentukan karakter peserta didik.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem akademik FAI Umsida. Pengembangan keilmuan pendidikan Islam di lingkungan fakultas turut didukung oleh Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Moch Bahak Udin By Arifin MPdI dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Khizanatul Hikmah SS MPd, terutama dalam penguatan pembelajaran Al-Qur’an, pendidikan Islam, dan bahasa Arab.
Mahasiswa Amati Pendidikan Tahfiz Berbasis Asrama
Berdasarkan hasil observasi, Maahad Tahfiz Nur Hikmah menerapkan sistem pendidikan yang terstruktur melalui program tahfiz harian dan pembinaan berbasis asrama. Lembaga yang dipimpin Hj Manja tersebut tidak hanya menekankan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga mengintegrasikan pembelajaran akademik dan penguasaan bahasa.
Hj Manja selaku pembina Maahad Tahfiz Nur Hikmah menjelaskan bahwa pendidikan tahfiz yang diterapkan di lembaga tersebut diarahkan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga disiplin dan siap mengikuti pendidikan akademik.
“Di Maahad Tahfiz Nur Hikmah, pelajar tidak hanya dibimbing untuk menghafal Al-Qur’an. Mereka juga dibiasakan hidup disiplin di asrama, mengikuti pembelajaran akademik, dan mengembangkan kemampuan bahasa. Kami ingin mereka tumbuh sebagai generasi yang kuat secara agama dan siap menghadapi kebutuhan pendidikan yang lebih luas,” ujarnya.
Model pendidikan tersebut dinilai mampu memberikan keseimbangan antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Peserta didik diarahkan memiliki kemampuan hafalan yang kuat, tetapi tetap dibekali kedisiplinan, kemampuan akademik, dan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Tata Kelola Libatkan Guru Orang Tua dan Masyarakat
Pengelolaan Maahad Tahfiz Nur Hikmah dilakukan oleh pengurus dan tenaga pendidik dengan melibatkan berbagai unsur, seperti guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat sekitar. Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa lembaga membangun pola komunikasi aktif dengan lingkungan sosialnya.
Salah satu mahasiswa S2 MPI Umsida, A Ma’ruf Rahmatullah SPd, yang juga mengajar di DKM Al Ikhlash Batam Nirwana Residence, mengatakan bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman langsung dalam memahami praktik manajemen pendidikan Islam berbasis tahfiz.
“Kunjungan ini memberi kami gambaran nyata bahwa lembaga tahfiz membutuhkan sistem pengelolaan yang rapi. Kami melihat bagaimana guru, pengurus, orang tua, dan masyarakat ikut berperan dalam membentuk lingkungan pendidikan yang disiplin dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Seluruh kegiatan pembelajaran dan pembinaan dilaksanakan setiap hari di lingkungan asrama. Pola ini memungkinkan guru dan pengurus memantau perkembangan peserta didik secara lebih dekat, baik dari aspek hafalan, kedisiplinan, perilaku, maupun kebutuhan belajar.
Bagi mahasiswa S2 MPI Umsida, pola tersebut menjadi bahan pembelajaran penting. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana kepemimpinan lembaga, pengelolaan sumber daya manusia, pembiayaan, promosi, dan hubungan masyarakat diterapkan dalam lembaga tahfiz.
Program Fast Track SPM Jadi Daya Tarik
Selain sistem tahfiz dan asrama, Maahad Tahfiz Nur Hikmah juga mengembangkan strategi promosi melalui media sosial, jaringan masyarakat, dan citra pendidikan tahfiz modern. Lembaga ini berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya religius, tetapi juga relevan dengan kebutuhan akademik peserta didik.
Salah satu program unggulan yang menjadi daya tarik bagi orang tua dan calon peserta didik adalah Fast Track SPM. Program tersebut menjadi strategi lembaga dalam menjawab kebutuhan pendidikan yang kompetitif, tanpa meninggalkan penguatan nilai-nilai keislaman.
Mahasiswa S2 MPI Umsida lainnya, Nurmeini Wulandari SSos, yang mengajar di RQ Baitul Huda Batam, menilai bahwa program tersebut menunjukkan kemampuan lembaga tahfiz dalam beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan masa kini.
“Menurut saya, Fast Track SPM menjadi contoh bahwa lembaga tahfiz juga perlu adaptif. Pendidikan berbasis Al-Qur’an tetap menjadi inti, tetapi peserta didik juga diberi ruang untuk memiliki kesiapan akademik yang lebih luas,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, lembaga mengelola kebutuhan pendidikan secara terencana untuk mendukung operasional asrama, pembelajaran tahfiz, serta fasilitas akademik. Pengelolaan pembiayaan yang baik menjadi faktor penting agar kegiatan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Maahad Tahfiz Nur Hikmah juga membangun hubungan dengan orang tua, masyarakat, dan lembaga pendidikan lain melalui komunikasi intensif, kegiatan keagamaan, serta publikasi di media sosial. Relasi tersebut berdampak pada penguatan citra lembaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang diselenggarakan.
Baca Juga: Kurs Dolar AS Tembus Rp 17.685, Tanda Terjadinya Krisis? Ini Kata Pakar Umsida
Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa S2 MPI Umsida memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik manajemen lembaga pendidikan Islam berbasis tahfiz di Malaysia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam mengembangkan model pengelolaan pendidikan Islam yang adaptif, terstruktur, dan berorientasi pada mutu.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi
























