Fai.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) melaksanakan kunjungan akademik ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, pada Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Kunjungan S2 MPI Umsida ke KBRI Kuala Lumpur Bahas Pendidikan Anak PMI
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.30 waktu Malaysia ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa terkait tata kelola pendidikan Indonesia di luar negeri.
Kunjungan akademik tersebut berfokus pada penguatan pemahaman mahasiswa mengenai praktik manajemen pendidikan, khususnya dalam aspek kepemimpinan, kurikulum, pembiayaan, pengelolaan sumber daya manusia, hingga strategi sekolah dalam menjaga mutu layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Malaysia.
Agenda ini juga menjadi bagian dari penguatan atmosfer akademik Fakultas Agama Islam Umsida. Dalam konteks pengembangan keilmuan di lingkungan FAI, kegiatan internasional seperti ini selaras dengan dorongan akademik yang terus dibangun oleh para pengelola program studi, termasuk Kaprodi Pendidikan Agama Islam, Moch Bahak Udin By Arifin MPdI, dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab, Khizanatul Hikmah, MPd.
Disambut PLH Kepala SIKL

Rombongan mahasiswa dan dosen pendamping disambut langsung oleh PLH Kepala SIKL, Bapak Mashudi, S.Pd.SD. Dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kehadiran dosen serta mahasiswa Umsida di SIKL.
Ia mengaku senang dapat berbagi pengalaman mengenai praktik pengelolaan sekolah Indonesia di luar negeri. Menurutnya, SIKL memiliki karakter pengelolaan pendidikan yang khas karena berada di luar wilayah Indonesia, tetapi tetap membawa misi pendidikan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Mashudi juga menjelaskan kondisi terbaru SIKL. Saat ini, gedung utama sekolah sedang dalam proses renovasi. Karena itu, aktivitas pembelajaran sementara dilaksanakan dengan menyewa Wisma Takordas yang berada di lantai 5 dan 6 sebagai ruang belajar siswa.
Kondisi tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagi mahasiswa S2 MPI Umsida bahwa manajemen pendidikan tidak hanya berbicara tentang teori kelembagaan, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi terhadap situasi lapangan. Sekolah tetap harus berjalan, layanan pendidikan tetap diberikan, dan siswa tetap memperoleh hak belajar meskipun fasilitas utama sedang dalam proses pembenahan.
Bahas Kurikulum Pembiayaan dan SDM

Dalam sesi dialog, dosen pendamping, Ibu Dr Anita Puji Astuti MPd, mengajukan berbagai pertanyaan kepada pihak SIKL. Pertanyaan tersebut mencakup implementasi kurikulum, sistem pembiayaan pendidikan, hingga pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Pihak SIKL menjelaskan bahwa sekolah tersebut merupakan sekolah milik Pemerintah Republik Indonesia. Dalam proses pembelajarannya, SIKL menggunakan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam. SIKL juga memiliki empat jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.
Salah satu pembahasan penting dalam kunjungan ini adalah keterbatasan jumlah guru. Pihak sekolah menjelaskan bahwa kondisi tersebut menuntut pendidik di SIKL memiliki kemampuan 3M, yaitu Multi Grade, Multi Subject, dan Multi Tasking.
Kemampuan Multi Grade berarti guru perlu mampu mengelola pembelajaran pada lebih dari satu jenjang atau tingkat kelas. Multi Subject menunjukkan bahwa guru dituntut dapat mengampu lebih dari satu mata pelajaran. Sementara itu, Multi Tasking menggambarkan tuntutan guru untuk menjalankan berbagai peran pendidikan secara bersamaan.
Bagi mahasiswa S2 MPI Umsida, penjelasan ini menjadi pembelajaran penting tentang fleksibilitas tenaga pendidik di sekolah Indonesia luar negeri. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pengelola proses belajar, pembimbing siswa, sekaligus bagian dari sistem kelembagaan sekolah yang harus bekerja secara efektif di tengah keterbatasan.
Mahasiswa Aktif Berdialog dengan Siswa dan Guru

Sesi diskusi berlangsung aktif. Beberapa mahasiswa S2 MPI Umsida turut mengajukan pertanyaan sesuai fokus kajian masing-masing. Nurwanto menanyakan sistem pembiayaan sekolah serta dukungan orang tua terhadap keberlangsungan pendidikan di SIKL.
Nurmeini Wulandari menanyakan program upgrading guru dan strategi sekolah dalam mengatasi berbagai problematika tenaga pendidik. Arif Nursyamsun mengangkat pertanyaan mengenai penguatan spiritual siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Sementara itu, Eny Pujiati menanyakan sistem penilaian kinerja guru yang diterapkan di SIKL.
Setelah sesi diskusi selesai, rombongan mahasiswa berkesempatan menyapa siswa dan guru. Mereka berdialog dengan beberapa peserta didik, masuk ke kelas-kelas, serta menyapa dan menghibur anak-anak. Suasana hangat tampak selama kegiatan berlangsung. Interaksi tersebut memperlihatkan kedekatan emosional antara rombongan Umsida dan warga SIKL.
Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa S2 MPI Umsida untuk memahami praktik manajemen pendidikan di sekolah Indonesia luar negeri. Mereka tidak hanya memperoleh penjelasan konseptual, tetapi juga melihat langsung bagaimana kepemimpinan sekolah, pengelolaan guru, kurikulum, pembiayaan, dan suasana pembelajaran dijalankan dalam konteks internasional.
Baca Juga: Kurs Dolar AS Tembus Rp 17.685, Tanda Terjadinya Krisis? Ini Kata Pakar Umsida
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengambil inspirasi dari praktik pendidikan di SIKL. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal dalam mengembangkan gagasan manajemen pendidikan Islam yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

























