Fai.umsida.ac.id — Program Magister Manajemen Pendidikan Islam atau S2 MPI Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Umsida melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional di Kuala Lumpur Malaysia pada Senin hingga Rabu 18–20 Mei 2026.
Baca Juga: FAI Umsida Akan Gelar Seminar Internasional. Hadirkan 5 Narasumber dari Berbagai Negara
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas pengalaman akademik mahasiswa melalui observasi pendidikan, praktik mengajar, studi pengelolaan lembaga, serta diskusi kelembagaan lintas negara.
Perkuat Wawasan Manajemen Pendidikan Islam
Pengabdian kepada masyarakat internasional ini dirancang sebagai ruang belajar lapangan bagi mahasiswa S2 MPI Umsida untuk memahami praktik pengelolaan pendidikan di Malaysia. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori manajemen pendidikan Islam di ruang kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana lembaga pendidikan di luar negeri mengelola pembelajaran, budaya sekolah, tata kelola kelembagaan, serta pembinaan peserta didik.
Pada hari pertama, rombongan dijadwalkan berangkat dari Indonesia menuju Kuala Lumpur menggunakan maskapai Batik Air. Setelah tiba di Malaysia, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Sekolah Menengah Sains Seri Puteri atau SESERI Kuala Lumpur. Kunjungan ini difokuskan pada studi pengelolaan pendidikan di Malaysia, terutama terkait manajemen sekolah, budaya akademik, dan sistem pembinaan pelajar.
SESERI menjadi salah satu lokasi penting karena memberikan gambaran nyata tentang bagaimana institusi pendidikan menata proses belajar, kedisiplinan, serta lingkungan akademik secara terstruktur. Bagi mahasiswa S2 MPI Umsida, pengalaman ini relevan dengan kajian manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam melihat praktik kepemimpinan, pengelolaan mutu, dan pembentukan budaya sekolah.
Observasi Lembaga dan Diskusi Pendidikan
Pada hari kedua, Selasa 19 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI Kuala Lumpur. Agenda ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus pengenalan lembaga bagi mahasiswa. Kunjungan tersebut juga membuka ruang pemahaman mengenai peran lembaga negara dalam mendukung warga Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan dan kerja sama internasional.
Setelah itu, rombongan dijadwalkan melakukan kunjungan ke pondok tahfidz di Kuala Lumpur. Agenda ini diarahkan untuk mempelajari pengelolaan pendidikan tahfidz, mulai dari sistem pembinaan santri, penguatan hafalan Al-Qur’an, hingga manajemen lembaga pendidikan berbasis keislaman. Studi ini penting karena S2 MPI Umsida memiliki fokus keilmuan pada pengelolaan lembaga pendidikan Islam yang adaptif, profesional, dan kontekstual.
Pada sore hingga malam hari, mahasiswa juga dijadwalkan mengikuti kunjungan dan diskusi di Rumah Dakwah PCIM Malaysia. Forum ini menjadi bagian dari penguatan wawasan keislaman, dakwah, dan jejaring internasional Muhammadiyah. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa dapat melihat bagaimana gerakan dakwah dan pendidikan Islam dijalankan oleh warga Persyarikatan di luar negeri.
Praktik Mengajar dan Pengabdian Pendidikan
Puncak kegiatan pengabdian berlangsung pada Rabu 20 Mei 2026. Setelah check out dari Asto Hotel, rombongan dijadwalkan melakukan observasi pembelajaran dan praktik mengajar di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur atau SIKL. Agenda ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengamati proses pembelajaran di sekolah Indonesia yang berada di luar negeri.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik mengajar di Sanggar Bimbingan Kampung Pandan. Agenda ini menjadi bentuk nyata pengabdian pendidikan kepada siswa. Mahasiswa S2 MPI Umsida tidak hanya hadir sebagai peserta kunjungan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam proses pembelajaran. Melalui praktik mengajar tersebut, mahasiswa dapat menerapkan ilmu manajemen pendidikan, strategi pembelajaran, serta pendekatan pedagogis yang telah dipelajari selama perkuliahan.
Secara umum, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional S2 MPI Umsida ini memiliki nilai penting bagi pengembangan kapasitas mahasiswa. Program ini memperkuat kompetensi akademik, kemampuan adaptasi, pengalaman lintas budaya, serta pemahaman mahasiswa terhadap dinamika pendidikan Islam di tingkat global.
Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen S2 MPI Umsida dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak berhenti pada teori, tetapi terhubung dengan praktik nyata di masyarakat. Melalui kunjungan, observasi, diskusi, dan praktik mengajar di Malaysia, mahasiswa diharapkan mampu membawa pengalaman baru untuk memperkaya gagasan pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Baca Juga: Kunjungi Umsida, Prof Brian: Perguruan Tinggi Harus Jadi Pusat Inovasi dan Solusi Masyarakat
Program internasional ini menjadi bagian dari upaya FAI Umsida dalam memperluas jejaring akademik, memperkuat reputasi kelembagaan, dan mendorong mahasiswa agar memiliki perspektif global dalam bidang manajemen pendidikan Islam. Data kegiatan mengacu pada rundown Pengabdian Masyarakat Internasional Mahasiswa S2 MPI Umsida di Kuala Lumpur Malaysia.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi
























