Fai.umsida.ac.id – Pimpinan Komisariat (PK) IMM Averroes yang tergabung dalam tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengikuti kegiatan PPK Ormawa Camp yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan universitas di Aula Mas Mansyur, GKB 2 lantai 7, (30/3/26).
Baca Juga: Godzilla El Nino 2026, Benarkah Mengancam Indonesia? Ini Penjelasan Pakar Lingkungan Umsida
Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.00 pagi hingga malam hari sebagai bagian dari penguatan kesiapan tim dalam menyusun proposal, memantapkan konsep program, dan memperkuat peluang lolos pendanaan PPK Ormawa.
Dalam kegiatan tersebut, tim PPK Ormawa FAI Umsida mengusung tema desa wisata dengan lokasi sasaran di Desa Watuagung, Prigen, Pasuruan. Tim ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Dr Ferry Adhi Dharma MIKom. serta melibatkan kolaborasi lintas program studi dan jenjang, yakni dari Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Ilmu Komunikasi (Ilkom).
Keikutsertaan PK IMM Averroes dalam PPK Ormawa Camp tidak hanya menunjukkan semangat kompetitif mahasiswa FAI Umsida, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mematangkan gagasan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui forum ini, tim diberi ruang untuk mendalami arah program, menyusun strategi implementasi, hingga memperkuat argumentasi proposal agar lebih siap bersaing di tingkat nasional.
Menguatkan Konsep Desa Wisata Berbasis Kolaborasi
Pemilihan tema desa wisata bukan tanpa alasan. Tim melihat bahwa Desa Watuagung memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan, edukasi, dan penguatan identitas lokal. Karena itu, PPK Ormawa Camp menjadi momentum penting untuk menyelaraskan ide, pembagian peran, dan pendekatan program yang akan diusulkan.
Bagi tim PK IMM Averroes, desa wisata bukan sekadar objek kegiatan, melainkan ruang pengabdian yang menuntut ketepatan analisis, kerja sama lintas disiplin, dan strategi pelaksanaan yang terukur. Di titik inilah pentingnya keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Mahasiswa PAI dapat memberi penguatan nilai edukatif dan sosial-keagamaan, mahasiswa PBA mendukung aspek literasi dan pengembangan wawasan kebahasaan, sedangkan mahasiswa Ilmu Komunikasi berperan dalam pengemasan program, promosi, dan strategi komunikasi publik.
Kolaborasi lintas prodi itu menjadi kekuatan tersendiri bagi tim. Dalam forum camp, peserta tidak hanya menerima arahan teknis, tetapi juga didorong untuk membangun gagasan yang realistis, berkelanjutan, dan berdampak. Dengan demikian, program yang disusun tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan lapangan secara konkret.
Camp Jadi Ruang Latihan Serius Menuju Proposal Kompetitif
PPK Ormawa Camp berlangsung intensif dari pagi hingga malam. Pola kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa persiapan menuju kompetisi pengabdian mahasiswa tidak dapat dilakukan secara setengah-setengah. Setiap tim dituntut siap secara konsep, administrasi, dan strategi implementasi.
Bagi PK IMM Averroes, camp tersebut menjadi ruang latihan serius untuk membenahi detail usulan program. Mulai dari merumuskan masalah, menentukan urgensi program, memetakan potensi desa, hingga menyusun keluaran yang terukur. Pendampingan dari dosen pembimbing juga menjadi faktor penting agar gagasan yang dibangun tetap kuat secara akademik sekaligus aplikatif di lapangan.
Ketua tim PPK Ormawa FAI Umsida, Silfi, menegaskan bahwa keikutsertaan tim dalam kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama agar proposal yang disusun benar-benar matang. “Kami ingin PPK Ormawa FAI Umsida tidak hanya ikut berpartisipasi, tetapi benar-benar siap bersaing dan lolos. Karena itu, camp ini kami manfaatkan untuk menyatukan visi tim, memperkuat konsep desa wisata yang kami pilih, dan memastikan setiap anggota memahami perannya,” ujarnya.
Silfi juga menilai bahwa suasana camp memberi pengalaman penting bagi tim, terutama dalam membangun kedisiplinan dan kekompakan. Menurutnya, proses penyusunan proposal pengabdian akan jauh lebih kuat ketika dibangun melalui kerja kolektif yang saling melengkapi.
Harapan Besar FAI Umsida untuk Lolos PPK Ormawa
Keikutsertaan PK IMM Averroes dalam PPK Ormawa Camp membawa harapan besar bagi FAI Umsida. Bukan hanya untuk meraih kelolosan program, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa organisasi mahasiswa di lingkungan FAI mampu menghadirkan gagasan pengabdian yang terstruktur, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat.
Partisipasi lintas prodi dalam satu tim juga mencerminkan semangat integrasi keilmuan yang menjadi kekuatan tersendiri di lingkungan Umsida. Dalam konteks pengabdian, kerja sama seperti ini penting karena persoalan masyarakat tidak dapat diselesaikan dengan satu pendekatan saja. Dibutuhkan perpaduan gagasan, kemampuan komunikasi, pemahaman sosial, dan daya inovasi.
Baca Juga: Prof Jaenuri Jelaskan Filosofi Kupat di Bulan Syawal
Dengan bimbingan dosen, kerja tim yang solid, serta pemilihan tema desa wisata yang potensial, PK IMM Averroes membawa optimisme baru dalam perjalanan PPK Ormawa tahun ini. Camp yang dijalani sejak pagi hingga malam itu menjadi bukti bahwa proses menuju program yang unggul selalu menuntut keseriusan, ketahanan, dan kemauan untuk terus belajar.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi


























