Fai.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengikuti Indonesia Malaysia Collaborative Guest Lecture di Sekolah Menengah Sains Seri Puteri atau SESERI Malaysia pada Senin, 18 Mei 2026.
Baca Juga: S2 MPI Umsida Perkuat Pengabdian Internasional di Malaysia
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran internasional bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung praktik manajemen pendidikan, budaya sekolah, pembinaan karakter, serta sistem akademik yang diterapkan di salah satu sekolah menengah sains di Malaysia.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa S2 MPI FAI Umsida didampingi oleh Dr Budi Haryanto MPd. selaku dosen pendamping. Rombongan diterima oleh pihak SESERI Malaysia, di antaranya Norzila Binti Ali Musa selaku kepala sekolah dan Nurul Diyana Binti Muhammad Noor selaku guru.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan melalui forum kuliah tamu, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai tata kelola pendidikan di lingkungan sekolah. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas perspektif akademik mahasiswa pascasarjana, khususnya dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.
Kaprodi S2 MPI FAI Umsida, Dr Eni Fariyatul Fahyuni SPsi MPdI., menyampaikan bahwa kegiatan internasional seperti Collaborative Guest Lecture menjadi langkah strategis untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami praktik manajemen pendidikan di tingkat global.
“Kami berharap mahasiswa S2 MPI tidak hanya memahami manajemen pendidikan dari ruang kelas dan teori, tetapi juga mampu melihat langsung bagaimana sistem pendidikan dikelola di negara lain. Pengalaman di SESERI Malaysia ini menjadi bekal penting untuk memperkuat cara berpikir akademik, kemampuan riset, dan jejaring internasional mahasiswa,” pesannya.
Melihat Langsung Budaya Disiplin Sekolah Malaysia
Mahasiswa S2 MPI Umsida, Laili Mufidah, S.Sos., dan Efi Rofiqoh, S.Pd.AUD., menyampaikan bahwa pengalaman paling berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut adalah ketika melihat secara langsung budaya disiplin yang diterapkan di SESERI. Menurut keduanya, suasana sekolah terlihat tertib, bersih, dan memiliki pola interaksi yang penuh penghormatan antara guru dan pelajar.
“Suasana sekolah sangat tertib, mulai dari ketepatan waktu, kebersihan lingkungan, hingga cara guru dan pelajar berinteraksi dengan penuh hormat,” ungkap Laili yang juga mengajar di Lembaga Go English Course Sidoarjo.
Menurut mereka, budaya akademik di SESERI telah terbentuk dengan kuat karena didukung oleh fasilitas, sistem pembinaan, dan manajemen sekolah yang teratur. Hal itu menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa karena mereka tidak hanya memahami teori manajemen pendidikan melalui perkuliahan, tetapi juga menyaksikan langsung penerapannya di lapangan.
Pengalaman ini relevan bagi mahasiswa S2 MPI karena manajemen pendidikan tidak cukup dipahami sebagai konsep administratif. Dalam praktiknya, manajemen pendidikan tampak melalui kedisiplinan waktu, pengaturan lingkungan belajar, pembiasaan karakter, serta konsistensi sekolah dalam menjaga budaya mutu.
Pembinaan Karakter Jadi Pembelajaran Penting
Salah satu materi yang paling diingat mahasiswa adalah pengelolaan budaya sekolah dan pembinaan pelajar secara berkelanjutan. Di SESERI, pendidikan tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab pelajar.
Mahasiswa menilai bahwa pola tersebut memiliki kaitan kuat dengan kajian Manajemen Pendidikan Islam. Pendidikan Islam tidak hanya menekankan penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan kepribadian, akhlak, dan budaya belajar yang baik.
“Kami melihat bagaimana sekolah mampu membangun lingkungan belajar yang kompetitif, tetapi tetap religius dan kondusif. Hal ini sangat relevan dengan kajian Manajemen Pendidikan Islam yang sedang kami pelajari,” jelas Efi Rofiqoh yang merupakan pengajar di TK Aisyiyah Bustanul Athfal VII Kota Kediri.
Dalam pengamatan mahasiswa, salah satu perbedaan menarik antara pendidikan di Malaysia dan Indonesia terlihat pada konsistensi penerapan sistem sekolah. Di SESERI, aktivitas sekolah tampak lebih terstruktur dan disiplin waktu sangat dijaga. Sementara itu, pendidikan di Indonesia dinilai memiliki karakter yang lebih fleksibel karena dipengaruhi oleh keberagaman budaya daerah.
Meski demikian, mahasiswa juga melihat keunggulan pendidikan Indonesia, terutama pada kuatnya nilai religiusitas dan hubungan emosional antara guru dan peserta didik. Perbandingan ini menjadi bahan refleksi penting bagi mahasiswa pascasarjana agar tidak sekadar meniru sistem luar negeri, tetapi mampu mengambil praktik baik yang sesuai dengan konteks pendidikan Indonesia.
Perluas Jejaring Akademik dan Riset Mahasiswa
Kegiatan Collaborative Guest Lecture ini dinilai memberi manfaat besar bagi pengembangan akademik mahasiswa. Laili dan Efi menyampaikan bahwa pengalaman tersebut membuka peluang untuk memperkaya perspektif penelitian, terutama dalam kajian komparatif antara pendidikan Indonesia dan Malaysia.
Mahasiswa mendapatkan gambaran tentang budaya organisasi sekolah, sistem pembinaan guru, kepemimpinan pendidikan, serta manajemen mutu sekolah. Pengalaman tersebut dapat menjadi referensi awal bagi mahasiswa dalam mengembangkan penelitian tesis maupun kajian akademik lainnya.
“Kami sebelumnya lebih banyak mempelajari teori melalui jurnal dan perkuliahan. Melalui kegiatan ini, kami memahami bagaimana teori tersebut diterapkan dalam sistem pendidikan nyata,” terang mereka.
Interaksi antara mahasiswa Umsida dan pihak SESERI berlangsung hangat. Pihak sekolah menyambut rombongan dengan terbuka dan memberikan ruang diskusi mengenai budaya belajar, sistem pendidikan, serta tantangan pendidikan di kedua negara. Dari proses tersebut, mahasiswa melihat adanya semangat ukhuwah, saling belajar, dan kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia.
Bagi Prodi S2 MPI FAI Umsida, kegiatan ini memiliki nilai strategis karena mampu memperluas jejaring internasional dan meningkatkan pengalaman akademik mahasiswa. Program seperti ini juga memperkuat komitmen prodi dalam mendorong mahasiswa agar memiliki wawasan global tanpa meninggalkan nilai keislaman dan budaya Indonesia.
Baca Juga: Umsida dan Bawaslu Sidoarjo Teken MoU, Bentuk Penguatan Demokrasi dan Regulasi
Mahasiswa berharap kerja sama antara Umsida dan SESERI Malaysia dapat terus berlanjut dalam bentuk penelitian bersama, pertukaran akademik, kuliah tamu lanjutan, maupun program pendidikan lainnya. Mereka juga berharap kegiatan internasional semacam ini dapat memotivasi mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas diri, terbuka terhadap inovasi, dan mampu berpikir lebih luas dalam mengembangkan pendidikan Islam.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi
























