Gadai Emas Syariah Jadi Solusi Cerdas UMKM Hadapi Fluktuasi Harga: Pandangan Kaprodi Perbankan Syariah FAI Umsida

Fai.umsida.ac.id – Fluktuasi harga gadai emas yang kembali terjadi belakangan ini menjadi perhatian tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ketika harga emas melambung, emas sering dijadikan instrumen investasi. Namun ketika harga turun, sebagian besar pelaku UMKM memanfaatkan emas sebagai agunan untuk memperoleh tambahan modal melalui produk gadai emas. Menanggapi fenomena ini, Kaprodi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida), Ninda Ardiani SEI MSEI., menyampaikan pandangannya terkait efektivitas dan urgensi produk gadai emas syariah sebagai solusi keuangan inklusif.

Baca Juga: 5 Hal Yang Dipelajari Jurusan Perbankan Syariah Umsida

Menurutnya, gadai emas berbasis prinsip syariah merupakan salah satu inovasi keuangan yang sangat relevan dalam mendukung keberlangsungan UMKM, khususnya saat menghadapi tekanan ekonomi akibat volatilitas harga komoditas. “Produk ini sangat strategis karena tidak hanya menawarkan akses pembiayaan yang cepat dan aman, tetapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip keuangan Islam yang adil dan bebas riba,” ujarnya.

Gadai Emas Syariah: Antara Kecepatan, Kemudahan, dan Keberkahan

Dalam kondisi mendesak, pelaku UMKM kerap menghadapi kendala akses modal usaha. Prosedur rumit dan jaminan berat dalam sistem kredit konvensional seringkali membuat pelaku usaha kecil kesulitan memperoleh dana segar. Di sinilah produk gadai emas syariah hadir sebagai solusi yang mudah, cepat, dan tidak memberatkan, sekaligus menawarkan jaminan berbasis aset yang relatif stabil nilainya.

“Emas adalah instrumen keuangan yang tidak hanya bernilai tinggi, tetapi juga mudah dicairkan. Ketika digunakan dalam skema gadai syariah, prosesnya menjadi lebih adil dan menghindari unsur riba, karena didasarkan pada akad ijarah (sewa tempat penyimpanan) dan qardh (pinjaman),” jelas Ninda.

Ia menambahkan bahwa layanan ini menjadi alternatif terbaik di tengah fluktuasi harga emas. Ketika harga sedang rendah, UMKM tidak perlu menjual asetnya, namun bisa menggadaikannya untuk tetap mendapatkan modal kerja. Sebaliknya, ketika harga sedang tinggi, nilai pinjaman yang bisa didapatkan pun meningkat.

Perspektif Akademik dan Implementasi Lapangan

Studi yang dilakukan oleh Muhamad Nafik H.R. (2015) menunjukkan bahwa pelaku UMKM yang menggunakan produk gadai emas di lembaga keuangan syariah seperti BRI Syariah Gubeng, BNI Syariah KCM Rungkut, dan BMT UGT Sidogiri, menunjukkan pertumbuhan usaha yang signifikan. Tambahan modal dari gadai emas digunakan untuk memperluas usaha, menambah stok barang, atau memperbaiki infrastruktur usaha mereka.

Hal ini sejalan dengan pengamatan Kaprodi PBS Umsida yang juga aktif melakukan pendampingan dan penelitian terkait literasi keuangan syariah bagi UMKM di wilayah Jawa Timur. “Kami melihat langsung bagaimana UMKM yang memiliki akses terhadap produk syariah seperti gadai emas mampu bertahan bahkan berkembang, terutama saat menghadapi tekanan ekonomi,” paparnya.

Keunggulan Gadai Emas Dibanding Produk Konvensional

Produk gadai emas syariah memiliki keunggulan tersendiri:

  • Tanpa riba: Berbasis akad syariah yang jelas, seperti ijarah dan qardh.
  • Prosedur mudah: Tidak memerlukan survei atau jaminan tambahan selain emas itu sendiri.
  • Cepat cair: Proses pencairan dana bisa dilakukan dalam hitungan jam.
  • Aman dan diasuransikan: Emas yang digadaikan dijamin keamanannya dan diasuransikan oleh lembaga terkait.
  • Fleksibel: Dapat dicicil atau dilunasi sewaktu-waktu sesuai kemampuan.

Faktor-faktor tersebut menjadikan produk ini sangat diminati, khususnya di kalangan pelaku UMKM yang butuh dana cepat untuk menjaga arus kas.

Tantangan dan Peran Strategis Lembaga Keuangan Syariah

Meskipun potensial, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami sepenuhnya manfaat dan prosedur gadai emas syariah. Untuk itu, Eka Rohmah mendorong lembaga keuangan syariah dan institusi pendidikan seperti Umsida untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Sebagai akademisi, kami di PBS Umsida juga terus menyusun kurikulum dan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat ekonomi kecil dan menengah. Mahasiswa kami dibekali pemahaman tentang sistem keuangan syariah yang aplikatif dan bisa langsung diimplementasikan dalam pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran strategis BMT dan Bank Wakaf Mikro dalam memfasilitasi produk ini kepada kelompok masyarakat akar rumput, yang selama ini tidak terlayani oleh perbankan formal.

Baca Juga: Serahkan SK Jabatan Tingkat Fakultas dan Prodi Periode 2025-2027, Ini Pesan Rektor Umsida

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah dan pentingnya keberkahan dalam usaha, produk seperti gadai emas syariah akan terus menjadi solusi finansial yang menjanjikan di masa depan. Bagi UMKM, ini adalah langkah cerdas untuk tetap produktif tanpa meninggalkan prinsip syariah. Bagi lembaga keuangan, ini adalah peluang untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih adil dan berkeadilan sosial.

Melalui riset, pengabdian, dan pendidikan, Prodi Perbankan Syariah FAI Umsida terus berkomitmen mendorong lahirnya inovasi keuangan yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendidik dan memberdayakan masyarakat.

Penulis: AHW

Berita Terkini

Prof Achmad Jainuri Tegaskan Islam Berkemajuan sebagai Arah Mutu PTMA
March 4, 2026By
Panduan Shalat Gerhana Sesuai Putusan Tarjih Muhammadiyah
March 3, 2026By
Core Values Umsida dan Risalah Islam Berkemajuan Menguat di Kajian Ramadan 1447 H
March 2, 2026By
Prof Ahmad Muttaqin Paparkan Strategi Peningkatan Mutu dan Reputasi PTMA
March 1, 2026By
Struktural FAI Umsida Hadiri Kajian Ramadan 1447 H 
February 28, 2026By
Konsolidasi Polhukam BEM FAI Umsida Bahas Kasus Dugaan Kekerasan Polisi
February 27, 2026By
Siklus Ramadan 33 Tahun, Pergeseran Waktu dan Keindahan Kalender Hijriah
February 26, 2026By
Ramadan dan Pentingnya Memohon Ampunan Allah
February 25, 2026By

Prestasi

Disiplin dan Manajemen Waktu Mahasiswa FAI Umsida Berbuah Medali Perak Tapak Suci
January 4, 2026By
Dari Kampus ke Arena Yuhsin Amali Buktikan Latihan Konsisten Berbuah Prestasi
January 3, 2026By
Tak Gentar Cedera, Hikmah Sabet Emas di Unesa Pencak Silat Challenge III
December 28, 2025By
Debut di UPSCC III Unesa, Mahasiswa FAI Ini Langsung Sabet Emas
December 27, 2025By
Abdurrasheed Almarruf, Mahasiswa PBA Umsida Raih Medali Perunggu Taekwondo pada Laga Perdana
December 17, 2025By
Angkat Isu Etika Islami, TIM PKM FAI Umsida Raih Juara 3 RSH-2 PIMTANAS PTMA 2025
December 15, 2025By
 2 Mahasiswa FAI Umsida Raih Gold Medal PMAP International Innovation Day 2025 di UniSZA
December 12, 2025By
SMARQ BOARD Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab FAI Umsida Tampil di Pameran LLDIKTI 7
November 30, 2025By

Penelitian

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu Aisyiyah Kenongo Dibekali Literasi Bisnis Syariah dan Teknologi AI
February 10, 2026By
Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By
ghibah
Mahasiswa FAI Umsida Kembangkan Model Pengendalian Ghibah Syar’i untuk Bangun Budaya Etika Islami
October 16, 2025By
Abdimas FAI Umsida Kembangkan PAUD Aisyiyah Wonoayu melalui Model Flipped Classroom
May 6, 2025By
Tim Abdimas FAI Umsida Lakukan Pelatihan Marketing Untuk Memberdayakan Unit Usaha Wakaf Produktif
September 11, 2024By
Bahas Psikologi Belajar, Dosen FAI Umsida Lakukan Abdimas Internasional di Malaysia
September 4, 2024By
Abdimas Internasional di PCIM Malaysia, Dosen Pesya FAI UMSIDA Lakukan Literasi Keuangan Bersama PMI
September 3, 2024By
Para Orang Tua ABK Ikuti Sosialisasi Penelitian Website Theraphy Al-Qur’an Bersama PAI Umsida
September 2, 2024By