Dari Kampus ke Kelas, Mahasiswa S2 MPI Umsida Bantu Tingkatkan Mutu Administrasi & Digitalisasi di MA Al-Muayyad

Fai.umsida.ac.id — Inovasi dalam dunia pendidikan tidak hanya lahir dari kebijakan makro, tetapi seringkali dimulai dari kolaborasi nyata di tingkat akar rumput.

Hal ini dibuktikan oleh tiga mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan Islam (S2 MPI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui program Go School bertajuk “Empowering Future Leaders for Educational Excellence”.

Selama tiga minggu, dari 09 hingga 30 Desember 2025, Laili Mufidah, Ina Mariana, dan Dian Nurul Qomariyah turun langsung ke MA Al-Muayyad Boarding School di Tanggulangin, Sidoarjo. Fokus mereka bukan hanya observasi, melainkan pendampingan intensif untuk mengatasi tantangan krusial yang dihadapi madrasah yang baru berdiri sejak 2023 ini.

Diagnosa: Antara Potensi Besar dan Kendala Administratif

MA Al-Muayyad Boarding School memiliki visi yang kuat untuk mencetak generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan berjiwa Qur’ani. Dengan 53 siswa lingkungan belajar yang intensif dan kondusif telah terbangun. Namun, dibalik potensi besar tersebut, analisis tim mahasiswa menemukan titik kritis: tata kelola administrasi akademik, kapasitas digital yang masih menjadi tantangan, kurangnya kompetensi dan instruksional Bahasa Inggris bagi guru dalam sistem pembelajaran Bilingual, dan kurangnya teknik supervisi kelas berdasarkan regulasi Kementerian Agama.

“Kami menemukan antusiasme dan komitmen yang tinggi dari para guru dan pimpinan. Namun, sistem pengelolaan perangkat ajar, penilaian, dan dokumentasi akademik masih perlu penertiban dan standarisasi. Selain itu, branding sekolah di dunia digital juga belum optimal,” jelas Dian Nurul Qomariyah, salah satu anggota tim, saat menyampaikan hasil observasi awal.

“Coaching Clinic”: Solusi Personal untuk Guru

Daripada sekadar memberikan seminar teoritis, tim merancang program “Coaching Clinic: Personalisasi Strategi Digital & Active English”. Program ini dirancang personal dan praktis dengan rasio 1 fasilitator untuk 1-2 guru. Empat modul unggulan disajikan:

Manajemen Digital Perangkat Ajar: Guru dalam hal ini Waka Kurikulum diberi pendampingan dalam mengelola arsip digital secara rapi dan akuntabel menggunakan platform cloud.

Branding Sekolah via Konten Digital: Membuka wawasan tentang pentingnya media sosial untuk membangun citra sekolah, dilengkapi praktik pembuatan konten sederhana yang menarik.

English for Bilingual Classroom: Pelatihan classroom language untuk meningkatkan kepercayaan diri guru menggunakan instruksi dasar bahasa Inggris di kelas, menunjang cita-cita sekolah bilingual.

Supervisi Akademik yang Membina: Pendampingan bagi kepala sekolah dan wakil kurikulum dalam melaksanakan supervisi kelas yang berorientasi pada pembinaan, sesuai regulasi Kementerian Agama.

“Pendekatan coaching clinic ini sangat efektif karena kami bisa membantu kebutuhan spesifik setiap guru. Misalnya, ada guru yang sudah paham digital tetapi butuh bantuan copywriting untuk konten, sementara yang lain butuh pelan-pelan dalam berbahasa Inggris,” tutur Laili Mufidah, fasilitator modul bahasa Inggris.

Respon Haru dan Komitmen Perubahan

Yang paling berkesan dari program ini adalah respons emosional dari pihak madrasah. Kepala MA Al-Muayyad, M. Fatchul Mu’in, S.Pd., menyatakan apresiasi yang mendalam.

“Kami sangat tersentuh dan terbantu. Materinya aplikatif sekali, langsung menjawab kebutuhan kami yang selama ini merasa mentok. Ini seperti diberi peta jalan awal untuk berkembang. Komitmen kami, ilmu ini tidak akan berhenti di sini, akan kami tindak lanjuti secara bertahap,” ujarnya penuh semangat.

Komitmen itu langsung diwujudkan dengan rencana membentuk tim inti (task force) untuk melanjutkan program pasca-keberangkatan tim UMSIDA, mulai dari menerapkan struktur folder digital bersama, mengadakan English Day, hingga memulai rutinitas posting konten di media sosial madrasah.

Refleksi: Langkah Awal Menuju Madrasah Bilingual yang Unggul

Program ini sukses sebagai pemantik perubahan. Namun, tim S2 MPI UMSIDA juga memberikan catatan penting: perlu pendampingan berkelanjutan. Peningkatan kompetensi bahasa Inggris guru dan keterampilan produksi konten digital memerlukan program peningkatan kapasitas yang lebih intensif dan terstruktur.

“Keharuan dan komitmen yang kami lihat adalah modal sosial yang sangat berharga. Momentum ini harus dijaga. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi di lapangan seperti ini adalah kunci untuk mempercepat transformasi pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas dan relevan dengan zaman,” pungkas Syaifuddin Latif, S.T selaku Kepala Yayasan MA Al Muayyad Boarding school.

Program S2 MPI UMSIDA Go School di MA Al-Muayyad Boarding School membuktikan bahwa sinergi antara kampus dan sekolah dapat menghasilkan solusi nyata. Inisiatif kecil yang personal ternyata mampu menyulut motivasi besar untuk berubah, menuju terwujudnya lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya unggul secara akademik dan religi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan era digital.

Penulis: Dian Nurul Qomariyah

Berita Terkini

Mahasiswa S2 MPI Umsida Dampingi PAUD Celep Perkuat RPP Administrasi dan Pembelajaran
December 31, 2025By
Mengkaji Taarudh Al Nash, Visiting Lecturer FAI Umsida Hadirkan Kaprodi PAI UMY
December 30, 2025By
Ustadz Farikh Marzuqi Ammar Tekankan Fiqh Dakwah Digital Pada Visiting Lecturer FAI Umsida 2025
December 29, 2025By
Tak Gentar Cedera, Hikmah Sabet Emas di Unesa Pencak Silat Challenge III
December 28, 2025By
Debut di UPSCC III Unesa, Mahasiswa FAI Ini Langsung Sabet Emas
December 27, 2025By
Ma’had Umar bin Khattab Umsida Perkuat UAE Program sebagai Ruang Latih Bahasa Al Quran dan Percaya Diri Anak
December 26, 2025By
LKMM-TD HIMA Pesya 2025 Bangun Pemimpin Yang Tangguh, Kritis dan Responsif
December 25, 2025By
Memperingati Hari Bahasa Arab dengan Rihlah Mumti’ah 2025 di FAI Umsida
December 24, 2025By

Prestasi

Tak Gentar Cedera, Hikmah Sabet Emas di Unesa Pencak Silat Challenge III
December 28, 2025By
Debut di UPSCC III Unesa, Mahasiswa FAI Ini Langsung Sabet Emas
December 27, 2025By
Abdurrasheed Almarruf, Mahasiswa PBA Umsida Raih Medali Perunggu Taekwondo pada Laga Perdana
December 17, 2025By
Angkat Isu Etika Islami, TIM PKM FAI Umsida Raih Juara 3 RSH-2 PIMTANAS PTMA 2025
December 15, 2025By
 2 Mahasiswa FAI Umsida Raih Gold Medal PMAP International Innovation Day 2025 di UniSZA
December 12, 2025By
SMARQ BOARD Inovasi Media Pembelajaran Bahasa Arab FAI Umsida Tampil di Pameran LLDIKTI 7
November 30, 2025By
Wakil Dekan FAI Umsida Mendapat Penghargaan Top 10 Finalis Kompetisi Inovasi Sidoarjo 2025 dengan Inovasi ATAP
November 26, 2025By
Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By

Penelitian

Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By
ghibah
Mahasiswa FAI Umsida Kembangkan Model Pengendalian Ghibah Syar’i untuk Bangun Budaya Etika Islami
October 16, 2025By
Abdimas FAI Umsida Kembangkan PAUD Aisyiyah Wonoayu melalui Model Flipped Classroom
May 6, 2025By
Tim Abdimas FAI Umsida Lakukan Pelatihan Marketing Untuk Memberdayakan Unit Usaha Wakaf Produktif
September 11, 2024By
Bahas Psikologi Belajar, Dosen FAI Umsida Lakukan Abdimas Internasional di Malaysia
September 4, 2024By
Abdimas Internasional di PCIM Malaysia, Dosen Pesya FAI UMSIDA Lakukan Literasi Keuangan Bersama PMI
September 3, 2024By
Para Orang Tua ABK Ikuti Sosialisasi Penelitian Website Theraphy Al-Qur’an Bersama PAI Umsida
September 2, 2024By
Dosen PGMI Umsida Berikan 7 Tips Untuk Guru Agama Islam di Masa Transisi Endemi
August 19, 2024By