Fai.umsida.ac.id – Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida), Dr Ida Rindainingsih MPd, mengunjungi Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, pada 13 Januari 2026.
Baca Juga: RTL HIMA PBA, Bahasa Arab Menyenangkan Bukan Menyeramkan
Dalam kunjungan ini, beliau memberikan kuliah terbuka kepada mahasiswa UniSZA dalam rangka program kolaborasi antara kedua universitas dan mengunjungi Mahasiswa Umsida yang sedang melaksanakan Students Mobility selama 20 hari.
Acara yang berlangsung di Dewan Alumni Komuniti Masjid (DAKMU) Pusat Islam UniSZA ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa UniSZA. Kuliah terbuka ini mengangkat topik mengenai “Rekabentuk Instruksional dan Teknologi”,
dengan fokus pada perancangan sistem pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif. Kuliah ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai konsep desain instruksional dan aplikasi teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di berbagai tingkat pendidikan.
Dekan FAI Umsida dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia. Beliau juga mengungkapkan pentingnya penggunaan teknologi dalam pendidikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan mendalam bagi mahasiswa.
“Desain instruksional yang baik harus mampu mengadaptasi perkembangan zaman, terutama dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih. Sebagai pendidik, kita harus bisa memfasilitasi mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan kritis,” ujar Dekan FAI Umsida.
Kuliah terbuka ini merupakan bagian dari program co-teaching yang melibatkan dosen dari Indonesia, termasuk Ibu Ida yang turut serta dalam memberikan materi terkait rekabentuk instruksional. Acara ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat jaringan kolaborasi antara kedua universitas dalam bidang pendidikan dan teknologi.
Setelah acara kuliah terbuka, Dekan FAI Umsida juga melakukan pertemuan dengan pihak UniSZA untuk membahas lebih lanjut mengenai peluang kerjasama akademik dan penelitian antara kedua universitas, terutama dalam bidang teknologi pendidikan dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi.
Baca Juga: 5 Mahasiswa Umsida Ikuti Student Mobility di UniSZA Malaysia
Kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta membuka peluang bagi pengembangan pendidikan tinggi di Asia Tenggara.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi


























