Fai.umsida.ac.id — Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi dan Wakil Ketua BPH Umsida Prof Achmad Jainuri MA PhD menegaskan arah nilai dan gerak institusi dalam Kajian Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, 26 Februari 2026 di Auditorium K H Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida.
Baca Juga: Perguruan Tinggi Harus Lincah di Era AI, Umsida Tegaskan Strategi Mutu dan Reputasi Global
Kegiatan ini dihadiri struktural FAI Umsida bersama dosen serta tenaga kependidikan, untuk memperkuat pemahaman core values dan risalah Islam berkemajuan melalui pemaparan materi, pembimbingan Baitul Qur’an, dan praktik ibadah sesuai Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.
Rektor Menegaskan Identitas Core Values dan Tagline Umsida
Pada sesi materi kedua, Rektor Umsida Dr Hidayatulloh MSi menyampaikan tema “Memaknai Core Values dan Tagline Umsida.” Ia menjelaskan core values sebagai nilai inti yang menjadi dasar berpikir, bersikap, dan bertindak di lingkungan kampus. Dalam konteks kelembagaan, core values juga menjadi pedoman pengambilan keputusan dan standar perilaku yang konsisten.
“Core values menjadi identitas sekaligus pedoman dalam pengambilan keputusan dan standar perilaku yang konsisten,” ujarnya.
Rektor kemudian memaparkan core values Umsida yang dirumuskan dalam akronim Uswah, Mandiri, Sinergi, Integritas, Dinamis, dan Amanah. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak berhenti pada slogan, tetapi harus hidup dalam karakter moral dan kinerja seluruh sivitas akademika, termasuk para pemangku kebijakan di tingkat fakultas.
Ia juga memaknai tagline Umsida “Dari Sini Pencerahan Bersemi” sebagai pernyataan arah bahwa Umsida menjadi titik awal lahirnya perubahan dan pencerahan ilmu, nilai keislaman, serta kemanusiaan yang tumbuh berkelanjutan. Dalam penegasannya, Rektor menyampaikan bahwa keunggulan dan inovasi harus berjalan bersama pijakan nilai.
“Umsida harus unggul dan inovatif, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai Islam,” tegasnya setelah memaknai yel-yel Unggul, Inovatif, Islami.
Bagi struktural FAI Umsida yang hadir, pemaparan ini mempertegas bahwa penguatan nilai bukan urusan simbolik, melainkan urusan kepemimpinan dan kultur kerja sehari-hari.
Pembimbingan BQ dan Praktik Ibadah Sesuai Tarjih
Setelah sesi materi dan jeda istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan salat Dzuhur berjamaah. Rangkaian berikutnya adalah pembimbingan Baitul Qur’an (BQ) dan ibadah wajib seperti wudhu, salat, serta bacaan sesuai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
Sesi ini dipandu tim fasilitator dari Direktorat Al Islam dan Kemuhammadiyahan (DAIK Umsida). Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga melakukan praktik langsung. Pola ini menunjukkan bahwa kajian Ramadan tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diarahkan pada pembiasaan dan standarisasi praktik ibadah sesuai pedoman Persyarikatan.
Bagi lingkungan FAI, pembimbingan ini relevan sebagai penguatan kualitas pembinaan AIK, sekaligus penegasan bahwa standar ibadah dan pembacaan keislaman di kampus perlu dijaga konsisten melalui pembelajaran langsung, bukan sekadar wacana.
Risalah Islam Berkemajuan Berbasis Tauhid dan Rahmatan Lil Alamin
Pada sesi siang, Prof Achmad Jainuri MA PhD menyampaikan materi ketiga bertajuk “Risalah Islam Berkemajuan dan Implementasinya dalam Peningkatan Mutu dan Reputasi PTMA.” Ia menekankan bahwa Islam berkemajuan harus berlandaskan tauhid sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-Ikhlas.
Menurutnya, tauhid bukan hanya pembahasan teologis yang abstrak, melainkan dasar yang menentukan arah berpikir, bersikap, dan bertindak. Tauhid menjadi fondasi keterkaitan antara iman dan akidah dalam pandangan Muhammadiyah.
“Tauhid adalah dasar. Dari sanalah arah berpikir, bersikap, dan bertindak ditentukan,” tegasnya.
Prof Jainuri juga menekankan prinsip rahmatan lil alamin sebagai ciri universalitas Islam yang berlaku sepanjang masa dan menembus batas geografis. Dengan penegasan ini, Islam berkemajuan tidak dimaknai sempit, melainkan sebagai daya gerak yang melahirkan kemajuan ilmu, etos layanan, serta kemanusiaan.
Baca Juga: Struktural FAI Umsida Hadiri Kajian Ramadan 1447 H
Materi tersebut menutup rangkaian kajian Ramadan di auditorium. Setelah itu, para peserta melaksanakan salat Asar berjamaah di Masjid An Nur Umsida. Kehadiran struktural FAI Umsida dalam seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan komitmen fakultas untuk menguatkan nilai core values, memperkokoh risalah Islam berkemajuan, dan menautkannya dengan kerja peningkatan mutu institusi.
Sumber: Rilis Umsida.ac.id, Kajian Ramadan 1447 H, 26 Februari 2026.


























