Fai.umsida.ac.id— Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HIMA PAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) bertema Agent of Khair Bergerak Bersama Berbagi Dampak untuk Sesama di SDN Banjarpanji, Tanggulangin, Sidoarjo, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga: IMM FAI Umsida Gelar RTL Intelektualitas untuk Perkuat Kader yang Progresif
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini diikuti dengan rangkaian edukasi pemilahan sampah, kreasi cenderamata, hingga aksi gotong royong membersihkan lingkungan sekolah sebagai bentuk pengabdian nyata mahasiswa kepada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi nilai rahmatan lil ‘alamin yang selama ini menjadi semangat gerak HIMA PAI Umsida. Melalui RTL tersebut, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penyelenggara kegiatan, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang berupaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan kepada siswa sejak usia dini. Fokus ini penting karena sekolah dasar merupakan ruang awal pembentukan karakter, termasuk dalam hal kebersihan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Sejak awal kegiatan, suasana berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Acara dibuka oleh pembawa acara Alfi Rahmah dan Riska Qurrota A’yun, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua Pelaksana ‘Aisy ‘Aunul Irsyad, Ketua Umum HIMA PAI Abdullah Azzam Nasrullah, serta Kepala Sekolah SDN Banjarpanji. Dalam sambutan tersebut, seluruh pihak menekankan pentingnya membangun kesadaran siswa terhadap kebersihan lingkungan sejak dini agar tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi juga menjadi kebiasaan sehari-hari.
Mahasiswa PAI hadir melalui edukasi yang membumi
Memasuki sesi inti, siswa mendapatkan materi tentang pemilahan sampah yang disampaikan secara interaktif oleh Sayyidah Zahwa Azmi Mafaza dan Dwi Fairuza Zakiyah. Materi ini membahas jenis-jenis sampah serta cara pengelolaannya secara sederhana dan efektif. Pendekatan yang digunakan tidak bersifat kaku, melainkan menyesuaikan dengan karakter siswa sekolah dasar agar mereka lebih mudah memahami isi materi dan berani terlibat aktif selama kegiatan berlangsung.
Pilihan tema lingkungan menunjukkan bahwa HIMA PAI tidak membatasi peran mahasiswa pada ruang akademik semata. Nilai-nilai keislaman yang dipelajari di bangku kuliah diterjemahkan dalam bentuk aksi sosial yang konkret. Dalam konteks ini, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan tidak hanya dilihat sebagai kebutuhan praktis, tetapi juga sebagai bagian dari pembentukan karakter yang sejalan dengan nilai pendidikan Islam.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan kreasi pembuatan cenderamata yang melibatkan panitia dan seluruh peserta. Agenda ini memberi ruang kepada siswa untuk belajar dalam suasana yang lebih menyenangkan. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berinteraksi, berkreasi, dan membangun kedekatan dengan mahasiswa. Pola kegiatan semacam ini membuat pesan yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima karena anak-anak mengalaminya secara langsung, bukan sekadar mendengarkan penjelasan.
Aksi bersih sekolah menjadi praktik langsung pembelajaran
RTL HIMA PAI tidak berhenti pada tahap penyampaian materi. Sebagai implementasi langsung dari edukasi yang telah diberikan, peserta dan panitia bersama-sama melaksanakan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Kegiatan ini dibagi secara terstruktur berdasarkan kelas agar pelaksanaannya tertib dan efektif. Kelas 4 dipandu oleh Moch. Fazasyah Nizar Jaya, Kelas 5 oleh Sayyidah Zahwa Azmi Mafaza, dan Kelas 6 oleh Ahmad Fadhlan Basyir. Pola pembagian ini membuat siswa lebih fokus, sekaligus membangun kerja sama yang baik antara mahasiswa dan peserta didik.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran yang baik tidak cukup berhenti pada pengetahuan, tetapi juga harus menyentuh tindakan. Siswa diajak memahami bahwa menjaga kebersihan sekolah bukan tugas sesaat, melainkan tanggung jawab bersama. Di sisi lain, mahasiswa PAI juga belajar bahwa kebermanfaatan ilmu diuji ketika mereka mampu hadir dan memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
Ketua Pelaksana RTL HIMA PAI, ‘Aisy ‘Aunul Irsyad, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti mahasiswa PAI tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga hadir untuk memberikan manfaat secara langsung.
“Dengan semangat yang ada, kami berharap kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan yang kami tanamkan hari ini dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian para siswa SDN Banjarpanji,” ujarnya.
Menguatkan citra mahasiswa FAI sebagai agen perubahan
Secara keseluruhan, kegiatan RTL HIMA PAI berlangsung lancar dan kondusif hingga resmi ditutup pada pukul 10.00 WIB. Penutupan kegiatan juga diisi dengan foto bersama dan penyerahan sertifikat kepada pihak SDN Banjarpanji sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa hubungan kampus dengan masyarakat dapat dibangun melalui program-program sederhana, tetapi tepat sasaran dan berdampak langsung.
Bagi FAI Umsida, kegiatan semacam ini penting karena memperkuat citra mahasiswa sebagai insan akademik yang tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sosial di sekitarnya. HIMA PAI melalui RTL ini memperlihatkan bahwa mahasiswa Pendidikan Agama Islam mampu mengaktualisasikan nilai-nilai keislaman dalam bentuk edukasi, kepedulian sosial, dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Dosen Psikologi Umsida Bedah Akar Pelecehan Seksual di Kampus
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat membiasakan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan nyaman. Lebih jauh, RTL HIMA PAI juga menegaskan bahwa mahasiswa FAI Umsida memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif, baik di lingkungan pendidikan maupun masyarakat luas.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

























