Fai.umsida.ac.id — Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) menjadi tuan rumah kegiatan workshop Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Pasuruan pada Kamis, 30 April 2026, di ruang 705 GKB 3 Kampus 1 Umsida.
Baca Juga: Selamat dan Sukses! FAI Umsida Raih Jabatan Lektor Kepala untuk Tiga Dosen
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga menjelang dhuhur ini diikuti para pengurus dan guru PAI Kabupaten Pasuruan sebagai ruang silaturahmi, peningkatan kompetensi, serta praktik pembelajaran digital melalui microteaching menggunakan smart TV.
Workshop ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga praktik langsung bagaimana guru PAI dapat memanfaatkan perangkat digital sebagai media pembelajaran yang lebih menarik. Dalam sesi microteaching, peserta dikenalkan pada penggunaan smart TV untuk mendukung proses mengajar, mulai dari menampilkan materi, memutar video pembelajaran, hingga menyusun aktivitas interaktif di kelas.
Penguatan Kompetensi Guru PAI Pasuruan
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KKG PAI Kabupaten Pasuruan untuk terus mendorong inovasi pembelajaran di sekolah. Dalam sambutannya, perwakilan KKG PAI Kabupaten Pasuruan menyampaikan bahwa kunjungan ke Umsida bukan hanya agenda rutin, tetapi juga momentum untuk menambah wawasan guru PAI dalam menghadapi perubahan kebutuhan belajar siswa.
“Hari ini nanti kita semua akan mendapatkan materi tentang bagaimana menggunakan media digital yang ada di sekolah masing-masing untuk dimanfaatkan menjadi media pembelajaran PAI,” ujar perwakilan KKG PAI Kabupaten Pasuruan dalam sambutannya. Ia berharap, setelah mengikuti workshop, para guru dapat mempraktikkan pembelajaran yang lebih menyenangkan di sekolah masing-masing.
Ia juga menegaskan bahwa KKG PAI Kabupaten Pasuruan ingin terus bergerak dan tidak berhenti pada pola pembelajaran yang stagnan. Menurutnya, guru PAI perlu menjadi teladan inovasi di kecamatan masing-masing agar pembelajaran agama Islam tidak hanya dipahami sebagai materi hafalan, tetapi juga sebagai pengalaman belajar yang bermakna.
Smart TV Jadi Media Praktik Microteaching
Salah satu bagian penting dalam kegiatan ini adalah praktik microteaching menggunakan smart TV. Melalui sesi tersebut, peserta diajak melihat secara langsung bagaimana perangkat digital dapat digunakan untuk mengajar PAI secara lebih visual, interaktif, dan kontekstual.
Dalam dokumentasi kegiatan, tampak pemateri dan peserta berdiri di depan smart TV yang menampilkan laman pembelajaran digital. Peserta memperhatikan fitur materi pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk menjelaskan bab, menampilkan gambar, serta menghubungkan materi dengan aktivitas kelas. Praktik ini menjadi gambaran konkret bahwa teknologi dapat membantu guru membangun suasana belajar yang lebih hidup.
Namun, pemateri juga mengingatkan bahwa teknologi bukan inti utama pembelajaran. Perangkat seperti smart TV, papan interaktif, atau media digital hanyalah alat pendukung. Yang lebih penting adalah kemampuan guru dalam merancang pengalaman belajar yang membuat siswa melihat, menyentuh, memilih, berdiskusi, menjawab, dan merefleksikan materi.
“Teknologi boleh terbatas, tetapi kreativitas guru tidak boleh terbatas,” tegas pemateri dalam sesi workshop. Ia menjelaskan bahwa guru PAI tetap dapat menghadirkan pembelajaran interaktif meskipun perangkat digital di sekolah belum merata.
FAI Umsida Dorong Pembelajaran PAI Lebih Mendalam
Workshop ini juga menekankan pentingnya pembelajaran mendalam dalam Pendidikan Agama Islam. Pemateri menjelaskan bahwa PAI tidak cukup diajarkan melalui ceramah atau hafalan semata. Siswa perlu diajak menganalisis persoalan nyata, berdiskusi, dan menghubungkan materi agama dengan kehidupan sehari-hari.
Contohnya, materi wudhu tidak hanya diajarkan melalui urutan gerakan, tetapi dapat dikembangkan melalui kartu urutan wudhu, gambar kasus kesalahan wudhu, hingga masalah kontekstual seperti keterbatasan air di daerah tertentu. Dengan cara ini, siswa tidak hanya mengingat materi, tetapi juga memahami makna dan penerapannya.
Baca Juga: Perkuat Hilirisasi Riset, Umsida Gandeng Komisi X DPR RI dan BRIN
Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara FAI Umsida, Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam, dan KKG PAI Kabupaten Pasuruan. Dalam sesi pembukaan, turut disampaikan informasi mengenai peluang studi lanjut bagi guru PAI, termasuk adanya skema potongan biaya pendidikan sebesar 25 persen bagi guru yang mendaftar melalui jalur kerja sama KKG PAI.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi


























