Fai.umsida.ac.id– Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) bersama Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) menggelar kegiatan Halal Voyage USIM x Umsida pada Selasa, 26 Mei 2026, di Aula KH Mas Mansyur Kampus 1 Umsida.
Baca Juga: Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan Ma’had Umar bin Khattab Jalin MoA dengan ASAS Institute Quran
Kegiatan bertema Unity Through Culture ini menjadi ruang penguatan kerja sama akademik, literasi halal, dan pertukaran budaya antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia melalui sharing session, pentas budaya, pentas busana, hingga permainan tradisional.
Perkuat Hubungan Akademik Indonesia Malaysia
Kegiatan Halal Voyage diawali dengan penyambutan tamu kehormatan dari USIM, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Muhammadiyah. Suasana akademik dan budaya terasa sejak awal acara karena kegiatan ini tidak hanya menghadirkan forum diskusi, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dari dua negara dalam ruang interaksi yang lebih dekat.
Wakil Dekan FAI Umsida, Dr Anita Puji Astutik SPd MAg hadir memberikan ucapan aluan dalam kegiatan tersebut. “Kehadiran FAI Umsida dalam agenda internasional ini menunjukkan komitmen fakultas dalam memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, khususnya dalam bidang keislaman, pendidikan, syariah, dan penguatan wawasan halal”, Ucapnya.
Dari pihak USIM, kegiatan ini turut dihadiri Dr Siti Syahirah Saffinee selaku Ketua Program Ijazah Sarjana Muda Syariah Industri Halal USIM sekaligus pegawai pengiring GISO 2026 Halal Voyage in Surabaya. Ia menjadi salah satu tokoh penting dalam kegiatan ini karena mendampingi mahasiswa USIM selama agenda berlangsung di Umsida.
Dalam keterangannya, Dr Siti Syahirah menyampaikan bahwa Halal Voyage menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa USIM untuk mengenal lebih dekat dinamika pendidikan Islam, budaya, dan pengembangan halal lifestyle di Indonesia.
“Program ini bukan hanya sekedar kunjungan saja, ini menjai ruang untuk saling belajar. Mahasiswa dapat memahami bagaimana isu halal, budaya, dan nilai keislaman berkembang dalam konteks masyarakat serumpun,” ujarnya.
Sharing Session Bahas Sistem Halal dan Halal Lifestyle
Salah satu agenda utama dalam Halal Voyage adalah sharing session yang menghadirkan mahasiswa USIM dan Umsida. Dari pihak USIM, Nur Hana Binti Maruan dan Nur Iwana Safi Binti Muhamad Hanizad membawakan materi bertajuk Halal Era Baharu Memahami Sistem Halal Malaysia dan Peluang Global. Keduanya merupakan mahasiswa tahun tiga Ijazah Sarjana Muda Syariah Industri Halal USIM.
Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana sistem halal Malaysia dikembangkan, termasuk peluang industri halal di tingkat global. Pembahasan ini relevan dengan kebutuhan mahasiswa FAI Umsida karena isu halal tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga gaya hidup, ekonomi, industri, regulasi, dan kepercayaan publik.
Dari pihak Umsida, Noer Putri Alisya Setiawati, mahasiswa Perbankan Syariah Umsida, turut menjadi panelis dengan membawakan tema Halal Lifestyle di Era Digital. Materi ini memperkuat perspektif bahwa halal lifestyle kini berkembang mengikuti perubahan teknologi, media digital, perilaku konsumen, dan kebutuhan masyarakat modern.
Kepala Bidang Kemahasiswaan FAI Umsida, Dr A’yunina Mahanani Lc MH, menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang konkret bagi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di kelas, tetapi juga perlu bertemu langsung dengan mahasiswa dari negara lain agar mampu membaca perkembangan keilmuan secara lebih luas.
“FAI Umsida menyambut baik kegiatan ini karena mahasiswa dapat belajar langsung tentang halal lifestyle, budaya serumpun, dan pentingnya kolaborasi internasional dalam penguatan wawasan keislaman,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa forum seperti ini dapat menjadi sarana membangun kepercayaan diri mahasiswa dalam berdiskusi, menyampaikan gagasan, dan memperluas jaringan akademik lintas negara.
Budaya Serumpun Jadi Ruang Saling Mengenal
Selain forum akademik, Halal Voyage juga menghadirkan agenda kebudayaan. Mahasiswa Umsida menampilkan Tari Kupang Ronjot, sedangkan mahasiswa USIM mempersembahkan Tarian Zapin. Dua penampilan ini menjadi simbol bahwa kerja sama akademik dapat berjalan lebih hangat ketika dibangun melalui saling mengenal tradisi dan identitas budaya masing-masing.
Kegiatan dilanjutkan dengan pentas busana yang menampilkan ragam pakaian tradisional. Dari Malaysia, peserta mengenalkan pakaian kaum Melayu seperti Baju Melayu dan Kurung Riau, pakaian kaum India seperti Kurta dan Sharara, serta pakaian kaum Cina seperti Hanfu dan Qun Kwa. Sementara itu, dari pihak Umsida ditampilkan busana daerah Indonesia, antara lain Palembang, Padang, Lampung, Jawa, Bali, dan Sulawesi.
Rangkaian acara semakin interaktif melalui permainan tradisional seperti Sembang Serumpun, Teka Peribahasa, Batu Seremban, dan Booth Busana. Agenda ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung, membangun kekompakan, dan memahami kedekatan budaya Indonesia-Malaysia melalui cara yang santai tetapi bermakna.
Baca Juga: Halal Center Umsida Perkuat Kolaborasi Internasional Bersama USIM Malaysia
Pada bagian akhir, kegiatan ditutup dengan penyampaian hadiah, penghargaan, dan sesi fotografi bersama. Muhammad Shazwan Bin Sufian selaku Pengarah GISO Halal Voyage turut memberikan ucapan dalam penutupan kegiatan. Sementara itu, Dr A’yunina Mahanani Lc MH memberikan ucapan penutup dari pihak FAI Umsida.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi


























