Fai.umsida.ac.id – Fakultas Agama Islam (FAI) Umsida kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pendidikan inklusi melalui program pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) berbasis riset bertajuk Religious Empowerment and Competent Help (REACH). Program ini diimplementasikan di SD Kreatif Muhammadiyah 2 Tulangan, Sidoarjo, (13/2/26)
Baca Juga: Abdimas RisetMu FAI Umsida, Latih Ibu Aisyiyah Sukodono Gunakan Ngaji AI
dengan fokus pada peningkatan kompetensi shadow teacher dalam mengembangkan self-awareness dan religiusitas anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Riset Muhammadiyah Batch IX Tahun 2025/2026 yang diketuai oleh Dr Anita Puji Astutik SAg MPdI bersama tim . Dalam paparan utama yang ditampilkan, program ini secara spesifik mengusung tema Upgrading Shadow Teacher terhadap Self-Awareness ABK dalam Mendukung Kurikulum Sekolah Inklusi.
Penguatan Kompetensi Shadow Teacher Berbasis Nilai Qurani
Program REACH dirancang sebagai model pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada aspek teknis pembelajaran, tetapi juga pada penguatan spiritual dan kesadaran diri siswa. Shadow teacher sebagai pendamping utama ABK di kelas inklusi memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan diri, pengelolaan emosi, serta internalisasi nilai-nilai agama pada siswa.
Melalui platform website inovatif yang dikembangkan dalam program ini, para shadow teacher mendapatkan akses materi, modul, serta panduan praktis berbasis ayat Al-Qur’an dan kisah-kisah Islami. Pendekatan ini dirancang untuk membantu anak berkebutuhan khusus memahami diri mereka secara lebih utuh, tidak hanya sebagai peserta didik, tetapi sebagai individu yang memiliki potensi, nilai, dan tujuan hidup.
Model REACH menekankan bahwa self-awareness pada ABK bukan sekadar kemampuan mengenali emosi, tetapi juga kesadaran sebagai hamba Allah yang memiliki tanggung jawab dan kemuliaan. Dengan pendekatan religius ini, proses pendampingan diharapkan lebih kontekstual dan selaras dengan karakter sekolah Muhammadiyah yang berbasis nilai Islam.
Mendukung Kurikulum Sekolah Inklusi yang Komprehensif
Implementasi REACH di SD Kreatif Muhammadiyah 2 Tulangan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kurikulum sekolah inklusi. Selama ini, tantangan pendidikan inklusi tidak hanya terletak pada adaptasi kurikulum, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya shadow teacher.
Melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, program ini membantu meningkatkan kompetensi profesional dan spiritual para pendamping. Mereka dibekali kemampuan untuk mengintegrasikan nilai religius dalam strategi pembelajaran sehari-hari, termasuk dalam membimbing anak mengelola perilaku, memahami batasan diri, serta menumbuhkan rasa percaya diri.
Platform website yang digunakan juga memungkinkan monitoring dan evaluasi perkembangan siswa secara berkelanjutan. Dengan sistem ini, sekolah memiliki data yang lebih terstruktur terkait perkembangan self-awareness dan religiusitas siswa ABK, sehingga intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran.
Program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah inklusi lainnya, khususnya di lingkungan Muhammadiyah. Kehadiran REACH menunjukkan bahwa pendidikan inklusi tidak hanya berbicara tentang akses, tetapi juga tentang kualitas pendampingan yang holistik—menggabungkan kompetensi pedagogis, pendekatan psikologis, dan penguatan nilai keislaman.
Baca Juga: Ramadan Bukan Tentang Diet, Tapi Juga Soal Self-Mastery Akan Duniawi
Melalui Abdimas berbasis riset ini, FAI Umsida kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan pendidikan di masyarakat.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi


























