Fai.umsida.ac.id– Mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Ummu Hani Istiana, berhasil meraih juara 2 dalam kategori tanding dewasa putri kelas B pada rangkaian kejuaraan Paku Bumi Open 2026.
Baca Juga: Cedera Tak Hentikan Yusuf Naufal Rebut Emas Pakubumi Open 2026
Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi mahasiswa semester 2 yang mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di arena pertandingan sekaligus menjaga komitmen pada dunia perkuliahan.
Keberhasilan itu tidak diraih secara instan. Ummu Hani mengaku hasil yang ia peroleh merupakan buah dari latihan yang dijalani secara konsisten, disertai usaha menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan persiapan bertanding. Meski belum mencapai hasil maksimal, ia tetap mensyukuri pencapaian tersebut sebagai langkah penting dalam perjalanan prestasinya.
“Alhamdulillah, pada kejuaraan ini saya berhasil meraih juara 2 di kategori tanding dewasa putri kelas B. Saya merasa sangat bersyukur dan bangga karena usaha dan latihan yang selama ini saya lakukan akhirnya membuahkan hasil meskipun belum maksimal,” ujar Ummu Hani.
Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa mahasiswa FAI Umsida tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berkiprah dalam bidang nonakademik. Keikutsertaan Ummu Hani di ajang tersebut menunjukkan bahwa semangat berprestasi dapat tumbuh seiring dengan kedisiplinan, kerja keras, dan kemauan untuk terus berkembang.
Konsisten Menekuni Pencak Silat Sejak SMA
Ummu Hani menuturkan bahwa ketertarikannya pada pencak silat sudah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMA. Sejak saat itu, ia mulai serius menekuni olahraga bela diri tersebut dan terus mempertahankan konsistensinya hingga memasuki dunia perkuliahan.
Menurutnya, kecintaan terhadap pencak silat menjadi alasan utama yang membuat dirinya tetap bertahan. Selain itu, dorongan untuk terus berkembang dan meraih prestasi juga menjadi motivasi penting dalam setiap proses latihan yang ia jalani.
Sebelum berangkat ke Yogyakarta untuk mengikuti pertandingan, Ummu Hani mempersiapkan diri dengan cukup matang. Ia menjalani latihan fisik untuk meningkatkan stamina, latihan teknik untuk memperbaiki gerakan, serta menjaga kesiapan mental agar tetap fokus saat bertanding di gelanggang.
Di tengah persiapan itu, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah membagi waktu antara latihan dan kewajiban kuliah. Baginya, kemampuan mengatur waktu menjadi hal penting agar keduanya dapat berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.
“Tantangan terberat yang saya hadapi adalah mengatur waktu. Cara saya mengatasinya adalah dengan tetap disiplin, menjaga semangat, dan meminta dukungan dari pelatih serta orang-orang terdekat,” katanya.
Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang harus dilewati oleh mahasiswa atlet. Tidak hanya dituntut untuk siap secara fisik dan mental saat bertanding, mereka juga harus tetap bertanggung jawab terhadap tugas akademik yang menjadi kewajiban utama sebagai mahasiswa.
Momen Menegangkan di Ronde Kedua
Bagi Ummu Hani, salah satu momen paling berkesan dalam kompetisi ini adalah ketika ia benar-benar dapat merasakan besarnya perjuangan di arena pertandingan. Pengalaman itu terasa semakin kuat saat pertandingan memasuki ronde kedua dan ia sempat tertinggal cukup jauh dalam perolehan poin.
Situasi tersebut menjadi salah satu titik paling menegangkan selama pertandingan. Namun, kondisi itu tidak membuat semangatnya padam. Justru dari momen tersebut, ia belajar tentang arti fokus, daya juang, dan pentingnya menjaga mental saat menghadapi tekanan.
“Momen paling berkesan bagi saya adalah ketika saya bisa ikut serta dalam kompetisi ini, karena di sini saya benar-benar merasakan perjuangan yang luar biasa. Kemudian momen menegangkan ketika sudah di ronde ke 2 tapi poin tertinggal jauh,” ungkapnya.
Pengalaman itu menjadi pelajaran berharga baginya bahwa kemenangan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses menghadapi tekanan, rasa lelah, dan tantangan yang datang selama pertandingan berlangsung. Dalam dunia olahraga, terutama pencak silat, ketahanan mental menjadi unsur yang tidak kalah penting dibanding kemampuan teknik.
Keikutsertaan Ummu Hani dalam rangkaian Paku Bumi Open 2026 juga menunjukkan bahwa keberanian untuk tampil di kejuaraan besar memerlukan kesiapan yang menyeluruh. Tidak hanya fisik dan teknik, tetapi juga kematangan emosi agar mampu bertanding secara sportif dan tetap membawa nama baik institusi.
Dukungan Pelatih Keluarga dan Kampus
Ummu Hani menegaskan bahwa pencapaiannya tidak lepas dari peran banyak pihak yang terus mendukung selama proses latihan hingga pertandingan. Menurutnya, pelatih, keluarga, teman-teman, dan kampus memiliki kontribusi besar dalam perjalanannya hingga bisa meraih podium juara.
Ia merasakan bahwa dukungan tersebut hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari fasilitas, motivasi, hingga semangat yang terus diberikan selama menghadapi masa persiapan dan pertandingan. Hal itu menjadi kekuatan tersendiri yang membantunya tetap percaya diri.
“Banyak pihak yang sangat berperan dalam pencapaian ini, terutama pelatih, keluarga, dan teman-teman, serta seluruh dukungan dari kampus Umsida. Karena mereka selalu memberikan fasilitas, semangat, dan motivasi sehingga saya bisa sampai di titik ini,” jelasnya.
Bagi Ummu Hani, raihan juara 2 ini memiliki makna yang besar sebagai bukti bahwa kerja keras tidak pernah sia-sia. Ia juga menilai prestasi tersebut dapat menjadi kebanggaan bagi FAI Umsida sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani berprestasi di bidang nonakademik.
“Kemenangan ini sangat berarti bagi saya sebagai bukti kerja keras. Bagi FAI Umsida, ini mungkin menjadi kebanggaan tersendiri. Dan bagi mahasiswa lain, semoga bisa menjadi motivasi bahwa kita juga bisa berprestasi di bidang non akademik,” tuturnya.
Selama berlatih dan bertanding, Ummu Hani berusaha memegang teguh nilai disiplin, kerja keras, dan sportivitas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik kampus melalui sikap yang baik selama kompetisi berlangsung.
Baca Juga: Sudah Persiapan Matang, Atlet Umsida Juara 1 Tanding Dewasa di Kompetisi Internasional
Ke depan, ia menargetkan dapat terus meningkatkan prestasi hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Ia pun berpesan kepada mahasiswa Umsida agar tidak takut mencoba dan tidak ragu menjalani proses panjang dalam meraih impian.
“Pesan saya untuk mahasiswa Umsida, jangan takut untuk mencoba dan berproses. Teruslah berlatih dan percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil,” pungkasnya.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi























