Fai.umsida.ac.id- Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) kembali memperkuat kolaborasi dengan mitra pendidikan melalui kegiatan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka bertema Belajar Lebih Mendalam “Deep Learning” Mapel Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Jenjang Sekolah Dasar.
Baca Juga: Taklukkan Lawan Berpengalaman, Yuhsin Raih Emas Paku Bumi Open 2026
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi KKG PAI Kabupaten Sidoarjo dengan S2 MPI Umsida dan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 15 April 2026 pukul 08.00 WIB di Aula KH Mas Mansyur, GKB 2 lantai 7 Kampus 1 Umsida.
Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan. Mereka adalah Joko Wahyudi SAg MPd. selaku Ketua KKG PAI Kabupaten Sidoarjo, Dr Ida Rindaningsih,MPd. selaku Dekan FAI Umsida, serta Dr Anita Puji Astutik MPdI. selaku Wakil Dekan FAI Umsida. Adapun jalannya kegiatan akan dipandu oleh Yopi Agusta Fanaturiza MPd sebagai moderator.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempertemukan dunia kampus dengan komunitas guru dalam satu forum penguatan kompetensi. Fokus utama workshop terletak pada implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam atau deep learning dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di jenjang sekolah dasar.
Kolaborasi kampus dan guru PAI sekolah dasar
Kegiatan ini menunjukkan upaya bersama antara lembaga pendidikan tinggi dan komunitas guru untuk menjawab kebutuhan pembelajaran yang terus berkembang. Di tengah tuntutan Kurikulum Merdeka, guru tidak hanya dituntut menyampaikan materi, tetapi juga membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.
Melalui workshop ini, KKG PAI Kabupaten Sidoarjo dan S2 MPI Umsida menghadirkan ruang diskusi yang tidak sekadar membahas teori, tetapi juga arah implementasi pembelajaran PAI yang relevan dengan kebutuhan sekolah dasar. Pendekatan deep learning dalam konteks ini menjadi penting karena mendorong proses belajar yang tidak berhenti pada hafalan, melainkan pada pemahaman, penghayatan, dan penerapan nilai.
Bagi FAI Umsida, keterlibatan dalam kegiatan kolaboratif seperti ini sejalan dengan komitmen institusi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan keilmuan, tetapi juga sebagai mitra bagi para pendidik di lapangan. Sementara itu, bagi KKG PAI Kabupaten Sidoarjo, kegiatan ini menjadi wadah penguatan profesionalisme guru melalui jejaring akademik yang lebih luas.
Bahas deep learning pada mapel PAI dan Budi Pekerti
Tema yang diangkat dalam workshop ini memperlihatkan perhatian serius terhadap arah baru pembelajaran PAI di sekolah dasar. Istilah belajar lebih mendalam atau deep learning menandai pendekatan yang menekankan kualitas pemahaman peserta didik terhadap materi, bukan sekadar penyelesaian target kurikulum.
Dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, pendekatan ini sangat relevan karena materi yang diajarkan tidak hanya berhubungan dengan aspek pengetahuan, tetapi juga sikap, nilai, dan pembiasaan. Karena itu, implementasi Kurikulum Merdeka dalam mapel ini membutuhkan strategi yang tepat agar peserta didik mampu memahami ajaran agama sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran narasumber dari unsur kampus dan komunitas guru memberi warna tersendiri pada workshop tersebut. Joko Wahyudi sebagai Ketua KKG PAI Kabupaten Sidoarjo membawa perspektif kebutuhan riil guru di lapangan. Sementara Dr. Ida Rindaningsih dan Dr. Anita Puji Astutik memperkuat pembahasan dari sisi akademik, kelembagaan, dan pengembangan pendidikan Islam. Kombinasi itu diharapkan membuat forum ini lebih kaya secara gagasan sekaligus aplikatif dalam implementasi.
Moderator Yopi Agusta Fanaturiza MPd. juga berperan penting dalam mengarahkan jalannya diskusi agar tetap fokus pada substansi, terutama terkait pembelajaran mendalam pada PAI dan Budi Pekerti di jenjang sekolah dasar.
Perkuat peran FAI Umsida dalam pengembangan pendidikan Islam
Workshop ini bukan hanya agenda akademik biasa, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan peran FAI Umsida dalam mendampingi transformasi pendidikan Islam di daerah. Dengan melibatkan komunitas guru seperti KKG PAI, kampus dapat hadir lebih dekat dengan realitas pembelajaran di sekolah.
Baca Juga: War Tiket Haji Menurut Dosen Umsida, Antara Solusi dan Ketimpangan
Sinergi seperti ini penting untuk terus dikembangkan karena tantangan pendidikan hari ini menuntut kerja sama lintas institusi. Guru membutuhkan ruang berbagi praktik baik, penguatan konsep, dan pembaruan wawasan. Di sisi lain, perguruan tinggi membutuhkan keterhubungan yang kuat dengan dunia praktik agar pengembangan keilmuannya tetap kontekstual dan berdampak.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi





















