Dekan FAI Umsida Tekankan Deep Learning dalam Pembelajaran PAI SD

Fai.umsida.ac.id- Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (FAI Umsida) bersama Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Sidoarjo dan S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Umsida menggelar Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka pada Rabu, 15 April 2026 di Aula KH Mas Mansyur, GKB 2 Lantai 7 Kampus 1 Umsida.

Baca Juga:Harga Plastik Naik Drastis, Pakar Umsida: Bukti Lemahnya Ketahanan Industri Dalam Negeri

Dalam kegiatan ini, Dekan FAI Umsida Dr Ida Rindaningsih, M.Pd, hadir sebagai narasumber dan menekankan pentingnya pembelajaran mendalam atau deep learning dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti jenjang sekolah dasar. Fokus itu juga tercantum dalam bahan presentasi workshop yang mengangkat tema inovasi pembelajaran mendalam.

Dalam materinya, Dr Ida menyoroti realitas pembelajaran PAI di kelas yang selama ini masih sering berhenti pada hafalan. Menurutnya, banyak siswa dapat mengingat doa dan materi keagamaan, tetapi belum sampai pada tahap memahami makna dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pembelajaran agama tidak cukup hanya disampaikan secara formal, tetapi harus mampu menyentuh perilaku peserta didik.

Kenyataan di kelas kita, siswa itu hafal doa, tapi belum tentu mengamalkan pembelajaran yang sudah berjalan,” ujar Dr Ida.

Pernyataan tersebut menjadi kritik sekaligus refleksi bagi guru PAI agar tidak terpaku pada capaian kognitif semata. Dalam slide presentasinya, Dr Ida juga mempertanyakan apakah cara mengajar selama ini sudah tepat, apakah siswa benar-benar memahami pelajaran, atau hanya sekadar menghafal. Bagi dia, deep learning menuntut proses belajar yang lebih utuh karena peserta didik harus dibimbing untuk berpikir, merasakan nilai, lalu mengamalkannya dalam tindakan nyata.

Pembelajaran PAI Tidak Boleh Berhenti di Sekolah

Dr Ida menjelaskan bahwa salah satu masalah utama dalam pembelajaran agama adalah belum terhubungnya pendidikan di sekolah dengan pembiasaan di rumah. Nilai-nilai yang diajarkan guru sering kali tidak mendapat penguatan dalam keluarga, sehingga siswa mengenal materi agama hanya sebagai pengetahuan, bukan sebagai kebiasaan hidup.

Artinya, itu tidak terefleksi dengan implementasi yang baik. Sekolah, rumah, itu enggak nyambung,” tegasnya.

Ia menilai kondisi itu harus dijawab dengan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual. Materi PAI tidak cukup diajarkan dalam bentuk definisi atau hafalan, tetapi perlu dikaitkan dengan realitas yang ditemui siswa setiap hari. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya mengetahui konsep baik dan buruk, tetapi juga memahami bagaimana nilai Islam bekerja dalam kehidupan nyata.

Dr Ida menambahkan bahwa pembelajaran mendalam harus mengubah pola lama yang sebatas ceramah menjadi pembelajaran yang mendorong refleksi. Guru perlu menghadirkan pertanyaan, fenomena, dan persoalan nyata agar siswa terbiasa menalar, bukan hanya menjawab soal hafalan.

Berpikir, merasakan, kemudian dia mengamalkan. Itulah masuk ke pembelajaran mendalam,” ungkapnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa deep learning dalam PAI bukan sekadar model baru, melainkan pendekatan yang mengarahkan siswa untuk memahami agama secara lebih sadar, bermakna, dan aplikatif.

Inovasi Pembelajaran Tidak Harus Rumit

Dalam workshop tersebut, Dr Ida juga meluruskan anggapan bahwa inovasi pembelajaran harus selalu identik dengan media baru yang rumit. Menurutnya, inovasi justru bisa dimulai dari perubahan sederhana, selama mampu membuat proses belajar lebih bermakna bagi siswa.

Inovasi itu sebenarnya jadinya sederhana. Ketika cara lama itu ceramah, sekarang jadi pertanyaan,” jelasnya.

Pandangan itu sejalan dengan isi presentasi yang menyebut bahwa inovasi memiliki tiga level, yaitu mengubah cara mengajar, menggunakan bahan yang sudah ada, dan memanfaatkan teknologi sederhana. Dengan demikian, guru tidak harus selalu membuat perangkat pembelajaran dari nol, tetapi dapat memaksimalkan sumber belajar yang tersedia secara lebih tepat guna.

Pada bagian akhir materi, Dr Ida menegaskan inti dari inovasi pembelajaran melalui satu pernyataan penting, yakni, “Inovasi itu bukan membuat semuanya sendiri tapi memanfaatkan yang sudah ada dan membuatnya lebih bermakna.”

Baca Juga: War Tiket Haji Picu Pertanyaan soal Keadilan Ibadah

Selain membahas inovasi, ia juga menekankan pentingnya kemitraan dalam penguatan pembelajaran. Sekolah, menurutnya, tidak perlu berjalan sendiri. Perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan pembelajaran karena memiliki sumber daya akademik, jaringan kerja sama, dan pengalaman dalam penguatan kapasitas guru.

Kalau ingin membangun kemitraan, mitra terdekat adalah perguruan tinggi,” katanya.

Penulis: Akhmad Hasbul Wafi

Berita Terkini

KKG PAI Sidoarjo dan S2 MPI Umsida Gelar Workshop Kurikulum Merdeka
April 15, 2026By
Taklukkan Lawan Berpengalaman, Yuhsin Raih Emas Paku Bumi Open 2026
April 14, 2026By
Tak Lolos SNBP Bukan Akhir, FAI Umsida Buka Peluang Masuk Tanpa Tes
April 11, 2026By
Disiplin dan Fokus Antar Fitri Raih Juara 2 di Paku Bumi Open 2026
April 10, 2026By
Tertinggal Poin Tak Padamkan Semangat Ummu Hani Raih Juara di Paku Bumi Open 2026
April 9, 2026By
Latihan Konsisten Antar Dedi Juara 1 Paku Bumi Open 2026
April 8, 2026By
Mahasiswa FAI Umsida Matangkan Proposal di PKM Camp 2026
April 6, 2026By
Mahasiswa FAI Umsida Borong Medali di Paku Bumi Open 2026
April 5, 2026By

Prestasi

Taklukkan Lawan Berpengalaman, Yuhsin Raih Emas Paku Bumi Open 2026
April 14, 2026By
Diuji Mental, Fadlan Azmy Tetap Bawa Pulang Juara 2 Paku Bumi Open 2026
April 13, 2026By
Disiplin dan Fokus Antar Fitri Raih Juara 2 di Paku Bumi Open 2026
April 10, 2026By
Tertinggal Poin Tak Padamkan Semangat Ummu Hani Raih Juara di Paku Bumi Open 2026
April 9, 2026By
Latihan Konsisten Antar Dedi Juara 1 Paku Bumi Open 2026
April 8, 2026By
Cedera Tak Hentikan Yusuf Naufal Rebut Emas Pakubumi Open 2026
April 7, 2026By
Mahasiswa FAI Umsida Borong Medali di Paku Bumi Open 2026
April 5, 2026By
Berkah Ramadan, Mahasiswa FAI Umsida Juara 1 Tahfidz Internasional 30 Juz
March 14, 2026By

Penelitian

Dorong Kemandirian Ekonomi, Ibu-Ibu Aisyiyah Kenongo Dibekali Literasi Bisnis Syariah dan Teknologi AI
February 10, 2026By
Pameran Inovasi Berdampak
4 Inovasi FAI Umsida Tampil di Pameran Inovasi LLDIKTI Wilayah VII
November 25, 2025By
ghibah
Mahasiswa FAI Umsida Kembangkan Model Pengendalian Ghibah Syar’i untuk Bangun Budaya Etika Islami
October 16, 2025By
Abdimas FAI Umsida Kembangkan PAUD Aisyiyah Wonoayu melalui Model Flipped Classroom
May 6, 2025By
Tim Abdimas FAI Umsida Lakukan Pelatihan Marketing Untuk Memberdayakan Unit Usaha Wakaf Produktif
September 11, 2024By
Bahas Psikologi Belajar, Dosen FAI Umsida Lakukan Abdimas Internasional di Malaysia
September 4, 2024By
Abdimas Internasional di PCIM Malaysia, Dosen Pesya FAI UMSIDA Lakukan Literasi Keuangan Bersama PMI
September 3, 2024By
Para Orang Tua ABK Ikuti Sosialisasi Penelitian Website Theraphy Al-Qur’an Bersama PAI Umsida
September 2, 2024By